Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# tante monic melakukan aksinya #


__ADS_3

"sisil.....hari ini bagaimana kondisi tubuh mu, sehat tidak?" tanya tante monic di pagi itu.


"sehat Tante, ada apa?" tanya sisil.


"Tante mau minta tolong temani Tante kerumah teman tante, sebentar saja!" kata Tante monic.


sebelum sisil menjawab ramon langsung berkata, "pergi lah sayang....dari pada di rumah terus!"


"baiklah!" jawab sisil, ia sebenarnya sedikit enggan, tetapi ramon langsung menyuruh begitu, akhirnya ia ikut saja.


Setelah bersiap-siap sisil dan Tante monic langsung pergi ke rumah teman Tante monic yang bernama wina.


"sisil......kamu pernah gak, di cintai oleh cowok setelah kamu menikah?" tanya tante monic saat mereka di dalam perjalanan ke rumah teman Tante monic.


"em..... pernah Tante, tapi aku gak mencintai nya!" jawab sisil ia sedikit memikirkan akan hal itu.


"kenapa?" tanya tante monic lagi.


"karena aku sudah bersuami dan aku mencintai suami ku!" jawab sisil lagi.


"oh....!"


Tak begitu lama akhirnya mereka sudah sampai di rumah teman Tante monic.


sisil dan Tante monic masuk kerumah itu, dan mereka di sambut dengan hormat oleh teman Tante monic yang bernama wina.


"assalamualaikum.....!"


"waallaikum salam....!"


"eh....kamu monic, silakan masuk!" kata wina teman tante monic.


mereka di ajak duduk di ruangan tamu oleh wina.


"ini siapa monic cantik banget!" tanya wina pada Tante monic sambil menunjuk sisil.


"ini sisil istri ramon, anak angkat ku tu, yang aku ceritakan pada mu!" jelas Tante monic.

__ADS_1


"oh.....ini sisil ya, pantesan cantik, nama nya saja cantik!" puji wina pada sisil, sambil matanya tak henti menatap sisil.


Sisil yang di perhatikan seperti itu, ia hanya tersenyum dan sedikit canggung.


tanpa mereka sadari, ada seorang lelaki melihat kearah mereka, dengan tatapan intens, raut wajahnya yang sangat bahagia, dan ia langsung melangkah kearah sisil.


"jangan pergi, jangan pergi, jangan pergi lagi, aku mohon.....!"teriak renal saat ia di hadapan sisil dan langsung memeluk sisil dengan erat seakan tak mau melepaskan lagi.


Sisil yang di perlakukan seperti itu ia sangat terkejut, walaupun ia kenal dengan renal.


Sedangkan tante monic dan wina, cuek saja, seakan tak melihat apa-apa.


"tolong lepaskan aku, perut ku sakit!" rintih sisil.


"tidak sayang.....aku tidak mau melepaskan mu lagi!" kata renal dengan tegas.


"Tante tolong aku, perut ku sakit tante, ini kenapa renal seperti ini?" tanya sisil.


Namun tante Monic dan wina pergi meninggalkan sisil dan renal di ruangan itu, tanpa kasihan dengan keadaan sisil.


"maaf Tante monic, nona sisil nya kemana ya?" tanya sopir sisil.


"sudah kamu gak usah banyak tanya, sisil ada di dalam, ia lagi ke toilet sebentar, aku mau pulang dahulu, naik taksi online saja, kamu tunggu saja di sini, sampai sisil keluar!" jawab Tante monic.


"oh.....gitu, baiklah kalau gitu, aku tunggu di mobil saja!" kata sopir itu lagi.


"bagus, aku pergi dulu!" kata Tante monic lagi pada sopir itu.


Pak sopir percaya saja apa kata Tante monic, tapi saat ia sekilas mendengar orang minta tolong saat ia mau masuk ke mobil, ia kembali lagi ingin masuk kerumah itu, tapi di hadang oleh wina.


"maaf aku mau masuk, aku ingin melihat kondisi nona sisil ku, nyonya!" kata sopir sisil kepada wina.


"tidak, kau tak boleh masuk, sisil baik-baik saja di dalam!" kata wina tegas dan masuk kedalam rumah nya sambil menutup pintu gerbang rumahnya.


Sopir yang merasa ada tidak beres di dalam, ia langsung menelpon ramon tuanya, jika ia mau memaksa masuk ke rumah itu, ia tidak akan bisa karena rumah itu ada penjaga nya sekitar dua orang.


"hallo tuan? Ini aku pak giman!" kata pak giman saat ponsel nya tersambung dengan ponsel ramon.

__ADS_1


"ada apa ya pak giman?" tanya ramon lewat ponselnya dan ia langsung bertanya, pada pak giman, ramon yang baru saja keluar dari ruangan meeting nya sedikit terkejut dan curiga kenapa sopirnya menelpon nya.


"ini tuan, aku merasa tidak beres di sini, di rumah teman Tante monic ini, karena nona sisil tidak keluar-keluar dari rumah ini, sedangkan Tante monic sudah pulang naik mobil online, aku mau masuk selalu di halang oleh yang punya rumah ini!" kata sopir itu pada ramon.


"baiklah aku kesana, kirim kan alamat nya!" kata ramon cepat dan ia langsung pergi berlari ke arah parkiran untuk pergi ke rumah yang di maksud sopirnya.


Ramon benar-benar panik, saat mendengar yang di cerita kan sopirnya, hingga ia mengendarai mobilnya sendiri dengan kencang, agar ia cepat sampai ke lokasi yang di tuju.


hingga akhir nya ramon sampai kelokasi tersebut, ia langsung saja ingin memasuki rumah tersebut bersama dengan sopirnya tetapi mereka terus di hadang oleh penjaga rumah itu.


"cepat kalian buka pintu ini, kalau tidak aku gebrak!" perintah ramon pada kedua penjaga tersebut.


Namun penjaga itu tetap tak mau menuruti kata ramon hingga membuat ramon marah.


Ramon langsung saja menghajar kedua penjaga itu dengan gesit.


Sedangkan sisil yang ada di dalam ia terus berusaha lepas dari pelukan renal namun selalu gagal karena renal tak memberi celah padanya hingga perut sisil benar-benar terasa sakit, dan bersamaan darah mengalir dari kakinya yang membuat sisil dan renal terkejut.


"Sisil......kau kenapa?"


"ini darah apa?"tanya renal panik dan ia melonggar kan pelukannya sedangkan sisil ia jadi tak sadarkan diri.


Renal benar-benar merasa panik saat melihat sisil seperti itu hingga akhirnya ia, berteriak-teriak memanggil nama sisil.


Wina yang mendengar anaknya teriak-teriak ia jadi penasaran, ia akhirnya pergi melihat ke anaknya dengan sisil tapi baru saja ia sampai ke ruangan itu, ia sangat terkejut melihat keadaan sisil.


kembali kepada ramon yang sekarang sukses membuat dua penjaga rumah itu tumbang dan ia langsung masuk ke rumah tersebut mencari keberadaan istri nya.


Setelah ia dapat keberadaan istri nya ramon sangat terkejut dan panik, ia segera menggendong sisil dan memarahi semua yang ada di ruangan itu.


"kau.....apakan isteri ku brengsek!" marah ramon langsung menggendong sisil untuk membawa nya kerumah sakit.


"awas kalian, jika istriku kenapa-kenapa!" ancam ramon sebelum keluar dari rumah tersebut.


Ramon segera membawa sisil kerumah sakit terdekat, ia panik dan cemas sekali dengan keadaan sisil seperti itu.


.

__ADS_1


__ADS_2