
sisil hari ini sibuk memilih baju yang sedikit terbuka, ia berencana akan menggoda suaminya, agar suaminya jatuh cinta kepadanya, ia mendapat ide ini dari temannya.
''nah ini cocok,'' kata sisil sambil mengambil salah satu baju tidur yang sangat tipis dan seksi yang ada di lemari pakaiannya.
setelah itu ia mencoba baju itu, ''wah.......pas sekali baju ini di tubuh ku,'' kata sisil lagi sambil berkaca di cermin.
sedangkan ramon di kantornya lagi selesai rapat, ia akan pulang lebih cepat hari ini, karena kerja nya sudah selesai.
jam menunjuk kan pukul empat sore, ramon sudah di dalam perjalanan pulang, ia menghubungi pelayannya di rumah, untuk menanyakan keadaan isterinya.
ramon sangat terkejut karena pelayannya mengatakan bahwa isterinya sejak pagi tadi tak keluar dari kamar, makan saja di antar di dalam kamar.
''ia benar-benar aneh semenjak pulang berjalan-jalan di pantai,'' pikir ramon.
tak terasa ramon sudah sampai di kediamannya, ia segera turun dari mobil dan langsung masuk kerumahnya menuju ke kamarnya.
saat ramon membuka pintu kamar nya, sisil lagi sibuk memainkan hemponnya, sambil cekikikan, hal itu membuat ramon jadi kepikiran.
ramon akhirnya masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya, selesai mandi ia pergi bersantai di taman belakang rumah nya, ia sengaja tidak mengganggu sisil ia mau melihat respon sisil kepada dirinya.
sedangkan sisil ia sibuk memikirkan bagaimana cara mengambil hati suaminya, sisil keluar dari kamar ia memakai baju masi seperti biasanya, ia akan memakai baju seksi itu entar malam saja jika di dalam kamar nanti saja, pikir sisil.
sisil bertanya pada salah satu pelayan dimana suaminya berada sekarang, ''bik suami saya dimana ya? kalau boleh tau.'' tanya sisil kepada pelayan itu.
''di taman belakang nona,'' jawab pelayan itu.
''oh......,bik tolong siap kan cemilan untuk aku dan tuan,'' kata sisil sambil berlalu ke dapur untuk membuat minuman untuk tuan ramon.
pelayan itu melihat sisil membuat minuman ia segera menegur sisil, ''nona biar bibi saja yang membuat minuman, nona silakan tunggu aja langsung di taman, nanti tuan ramon marah, itu kerja bibi non!''
''gak apa-apa bik, aku aja yang membuatnya, tuan ramon gak akan marah, aku mau buat minuman buat suamiku, masa gak boleh, kalau ia marah sisil yang tanggung jawab.'' kata sisil lagi, ia segera membuat minuman untuk ramon.
setelah selesai membuat minuman sisil membawakan minuman serta cemilan yang sudah di siapkan sama pelayannya tadi ke taman tempat ramon bersantai.
sementara itu ramon lagi berkhayal jika ia menikah dengan bunga dan mempunyai anak dengan bunga ia akan memperbesar taman itu, ia akan menambahkan dengan tempat bermain-main anak-anaknya nanti, tapi seketika itu ia tersadar dari lamunannya, bahwa sekarang yang ia nikahkan bukan bunga tapi sisil, ia memang tidak mencintai sisil, tetapi ia telah berjanji kepada papa sisil untuk membahagiakan sisil, walau bagi ramon sisil hanya isteri untuk mengubah statusnya saja, mungkin jika bunga kembali nanti di hadapannya ia akan menceraikan sisil atau tidak, ia masih memikirkan itu.
tak berapa lama sisil datang membawakan minuman dan cemilan untuk ramon, ia berjalan ke arah ramon dengan berjalan berlenggak-lenggok dengan senyum manis di bibirnya.
ramon yang melihat sisil membawakannya makanan untuknya, sedikit terkejut seakan tak percaya, ''mengapa kau repot-repot membawakan makanan untuk ku? itu semua sudah tugas pelayan,mengapa kau mengerjainya?'' tanya ramon saat sisil sudah sampai di hadapannya.
''aku hanya menjalankan tugas ku seorang isteri tuan,'' ucap sisil sambil meletakkan makanan di atas meja, samping ramon.
''oh......! apa benar begitu? apa ada maksud yang lain?'' tanya ramon lagi sambil melirik sisil yang sudah duduk di sampingnya.
__ADS_1
''kenapa tuan curiga begitu, sama isteri sendiri?'' tanya balik sisil kepada ramon.
''karena tidak biasanya kau seperti itu isteri ku yang jutek.
sisil yang mendengar itu hanya mampu berdiam saja.
ia beranjak dari duduk nya mendekat dengan bunga-bunga yang ada di taman tersebut, sambil berkata dalam hati, ''apa ia aku bisa menaklukkannya, ia pasti curiga mengapa aku baik pada nya.''
ramon pada akhirnya memakan cemilan yang di bawak sisil tadi dan sesekali melirik sisil, ''kenapa ia berdiam, apa ia tersinggung dengan kata-kata ku tadi, sebenarnya aku suka kalau ia bersikap manis seperti itu.'' kata ramon dalam hatinya.
sisil yang gak tau harus ngomong apa lagi akhirnya ia pergi meninggalkan ramon sendiri masuk ke rumah, dan langsung menuju kamarnya.
sedangkan ramon yang melihat sisil masuk ke rumah, ia pun mengikutinya, hingga mereka berdua masuk ke kamar.
''kenapa ia mengikuti aku ke kamar, aku kan jadi malu jika ketauan nanti, bahwa aku memang sengaja mendekatinya, untuk mendapat cintanya!'' ucap sisil dalam hatinya.
sisil sengaja langsung berbaring di atas ranjang, ia berpura-pura tidur, sedangkan ramon memainkan hemponnya sesekali melirik sisil.
tak terasa hari sudah beranjak jam tujuh malam, ''apa kamu tidak makan dulu?'' tanya ramon kepada sisil.
tapi sisil masih berpura-pura tidur.
''ya sudah kalau gak mau makan malam jangan salah kan aku kalau kamu sakit, aku tau kamu pura-pura tidur!'' kata ramon lagi lalu ia keluar kamar untuk makan malam.
setelah pelayan sudah mengantarkan makanan di dalam kamar, ramon masuk kembali ia mulai mengambil makanan satu persatu di atas piringnya, dan ia membawakan makanan itu di dekat sisil.
''sisil ayo bangun kita makan dulu,'' kata ramon, sambil menggoyangkan tubuh sisil.
sisil yang merasa tubuhnya di goyang oleh seseorang akhirnya bangun juga, ia memang belum tidur tapi ia tadi enggan untuk bangun karena malas melihat wajah ramon.
''ia tuan,'' jawab singkat sisil, dan ia langsung mendudukkan tubuhnya.
''aaaak,'' kata ramon sambil menyodorkan satu sendok makanan di hadapan sisil.
''aku bisa makan sendiri tuan,'' kata sisil.
''sudah buka saja mulut mu, biar aku saja yang suapi!'' perintah ramon.
akhirnya sisil membuka juga mulutnya untuk menerima suapan makanan yang di beri ramon, ia malas untuk berdebat kali ini.
sambil menyuapi sisil, ramon berkata ''kamu tadi mengapa langsung kabur dari taman? aku tadi sebenarnya suka kau bersikap manis pada ku,'' tanya ramon.
''aku tadi lagi ngantuk,'' jawab sisil asal.
__ADS_1
''tuan mengapa yuapin aku saja makanannya? tuan sendiri mengapa tidak makan?'' tanya sisil ia sengaja mengalihkan pembicaraan.
''aku lagi malas makan,'' jawab ramon.
sisil yang mendengar perkataan ramon itu, ia langsung mengambil sendok makan yang di pegang ramon, ia isikan dengan makanan dan menyodorkan kepada ramon.
''ayo tuan makan juga, kalau tuan malas makan aku berhenti makannya,'' kata sisil.
ramon terpaksa menerima makanan yang di suapi sisil, karena ia tak mau melihat sisil berhenti makan.
setelah selesai makan, ramon ke ruangan kerjanya, sedangkan sisil tersenyum-senyum sendiri melihat gaya nya di hadapan cermin yang sudah berganti pakaian tidur yang sangat seksi.
ia ingin menggoda suaminya, ''nampaknya akan berhasil, tadi saja ia suka saat aku mengantarkan makanan untuknya,'' pikir sisil.
sisil keluar kamar dengan cara seperti orang maling, lihat ke kiri dan ke kanan, karena ia tak mau jika ada pelayan yang melihat dirinya memakai baju seksi itu, ia melangkah menuju ruangan kerja ramon, karena ia tau ramon ada di sana.
sisil langsung saja membuka pintu ruangan kerja ramon, ia melangkahkan kaki nya dengan anggun seperti gaya model menuju di hadapan ramon.
ramon yang melihat sisil seperti itu, ia sangat terkejut dengan penampilan sisil, mulutnya menganga dan mata nya melotot, dan jantungnya bergetar lebih cepat.
''ini bocah benar-benar sudah di masuk setan pantai,'' pikir ramon karena semenjak sisil pulang berjalan dari pantai bersama-sama dengan temannya ia banyak berubah aneh.
''tuan......!'' panggil sisil kepada ramon yang masih bengong melihat penampilan sisil yang ada di hadapannya sekarang.
''i...ia ada apa,'' tanya ramon sedikit tergagap.
''apa aku boleh menemani tuan di dalam ruangan ini sekarang?'' tanya sisil.
''boleh,'' jawab singkat ramon.
semangkin sisil mendekat di hadapannya, jantung ramon semangkin kencang bergetarnya, ''ada apa dengan jantung ku, apa aku sakit jantung sekarang?'' pikir ramon dalam hatinya.
ramon yang posisi nya tadi duduk ia sekarang berdiri mendekati sisil, ia seakan terpesona sekali dengan penampilan sisil ia mulai menarik tangan sisil untuk memeluk tubuh sisil.
sisil hanya tersenyum saja di dalam pelukan ramon, tapi untuk kesekian detik nya saat ramon mulai ingin mengajak sisil untuk berciuman, sisil tersadar apa yang ia lakukan, ia belum siap untuk melakukan itu.
ia melepaskan diri dari pelukan ramon dan berlari masuk kembali ke kamarnya.
sesampai di kamar sisil merasa malu sendiri apa yang sudah ia buat, ia seperti wanita murahan pikirnya.
ramon yang di tinggalkan sisil sendiri di sana, saat dirinya mulai ingin menciumi sisil jadi kesal sendiri.
''ada apa itu bocah? sudah ia menggodaku, ia lari begitu saja, ini tidak bisa di diamkan,'' pikir ramon, apalagi miliknya yang di bawah sudah menegang karena melihat bentuk tubuh sisil yang tembus pandang akibat memakai baju yang tipis dan seksi.
__ADS_1
ramon akhirnya menyusul sisil ke kamar.