Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# cara licik ramon #


__ADS_3

di tengah keramaian kota di pagi itu, ada mantan suami-isteri berdebat mereka adalah sisil dan ramon.


"sisil tunggu, kau mau kemana?" tanya ramon pada sisil saat mengikuti sisil dari belakang.


"ngapain kakak ngikutin diriku, aku mau kemana bukan urusan kakak!" jawab sisil.


"aku kangen, aku selalu ingin di dekatmu!" jawab ramon dengan manja.


"kangen, kangen, malam tadi juga sudah ketemu, dan ingat kita bukan suami-isteri lagi, aku mau ketemuan sama mas revan!" jawab sisil tegas.


"kau.......senang sekali ketemuan sama dia, apa kau suka sama dia?" tanya ramon dengan sisil sedikit marah karena ia merasa di abaikan oleh sisil sekarang.


"kalau ia, ataupun tidak, apa urusannya dengan anda tuan ramon jay?" jawab sisil sedikit sinis.


"kau tidak boleh menyukai lelaki lain, hanya aku yang boleh memiliki dirimu, kau harus ingat itu, aku ramon jay apa pun yang aku inginkan pasti aku dapatkan, dengan kekuasaan ku dan hartaku semua bisa aku dapatkan termasuk dirimu!" kata ramon lagi dengan tegas, membuat Sisil merinding mendengarnya, setelah itu ia pergi dari hadapan sisil.


kata-kata ramon tadi hampir sama saat ia mau lari dari pertunangannya dengan ramon waktu itu, hal itu membuat sisil sedikit takut karena ia tau persis bagaimana watak mantan suaminya itu, jika ia sudah berkehendak tak ada yang boleh menghalangi nya.


sisil hari ini mau pergi ke perusahaan revan, ini hari pertama buat ia bekerja di perusahaan itu.


setelah sampai di perusahaan revan, sisil di suruh langsung masuk keruangan revan oleh orang kepercayaan revan yaitu yudi.


yudi adalah asisten revan, ia yang bertugas mengurusi segala keperluan revan termasuk dengan masalah asmara.


"tok.....tok.....!" bunyi pintu ruangan revan di ketuk dari luar.


"silahkan masuk!" jawab revan dari dalam.


sisil akhirnya masuk keruangan revan, ia melihat revan sudah sibuk dengan laptopnya.


"pagi tuan revan!" sapa sisil kepada revan.


revan akhirnya menegakkan wajahnya, ia melihat kearah sisil dan langsung tersenyum.


"kau terlambat 10 menit sayang, sekarang ayo ceritakan, kenapa kau terlambat? apa perlu aku menjemputmu setiap hari untuk bekerja?"canda revan dengan sisil.

__ADS_1


"aku minta maaf, karena di jalan tadi ada sedikit gangguan, aku janji tidak akan terlambat lagi!" jawab sisil seadanya.


"baiklah kali ini aku maafkan tapi jika sekali lagi kau terlambat kau harus mau ku jemput dan ku antar pergi kerjanya!" jawab revan sambil tersenyum.


setelah itu revan mengajak sisil mengobrol tentang pekerjaan yang harus sisil kerjakan.


sedangkan ramon yang sudah sampai di kantornya kini, lagi marah-marah gak jelas pada karyawan nya, emosinya jadi tak terkendali karena mendengar perkataan sisil tadi.


"sisil......kau hanya milikku, selamanya menjadi milikku.......!" teriak ramon saat di dalam ruangan nya sambil meremas rambutnya dan membuang semua yang ada di meja kerjanya.


asisten luki yang melihat itu, ia hanya bisa menasehati ramon.


"tuan sebaiknya anda jangan terlalu emosi ntar wibawa anda sebagai atasan akan tercoreng!" kata asisten luki.


"aku tak peduli, yang aku peduli sekarang, bagaimana caranya membuat sisil menjadi istri ku lagi!" kata ramon dengan emosi sambil meremas kemeja asisten luki bagian dadanya.


asisten luki hanya bisa berkata, "tuan ingat aku ini asisten mu, bukan musuh mu!" kata asisten luki dengan gemetaran karena takut dengan ramon.


"aku tak mau tau, kau harus bisa menjadikan sisil istri ku lagi, jika tidak kau unduh diri saja sebagai asisten ku!" kata ramon lagi sambil berlalu.


ramon akhirnya pulang kerumahnya, ia merenungi apa yang terjadi, ia benar-benar kecewa setelah mendengar apa kata sisil tadi.


ramon mulai hilang kesabaran nya, ia mulai merencanakan hal-hal licik, untuk mendapatkan sisil kembali.


ramon menyuruh anak buahnya untuk mengawasi dan menyelidiki sisil, jika benar sisil ada hubungan asmara dengan revan ia tidak akan diam, dia akan melakukan hal licik yang tidak akan pernah sisil duga.


"kau harus ingat sayang, siapa mantan suami mu ini, aku adalah ramon jay yang tak akan pernah kalah di bidang usaha maupun bidang asmara, jika aku tak bisa memiliki kamu lagi, maka tak kan ada lelaki lain yang bisa memiliki mu!" ucap ramon dalam hatinya sambil tertawa nyaring.


sedangkan sisil yang baru pulang kerja mau menaiki angkot ia sedikit curiga dengan dua cowok yang mengikuti dia dari tadi, cowok itu juga menaiki angkot yang ia naiki tapi tak di dekat sisil duduk nya.


sisil takut terjadi yang tidak-tidak pada dirinya hingga akhirnya ia menelepon revan, tapi ia malu untuk meminta bantuan.


"hallo mas?" ucap sisil di ponselnya saat revan sudah mengangkat panggilan teleponnya.


"hallo juga, ada apa sayang? kau sudah sampai belum di rumah mu?" jawab revan di ponselnya, revan sekarang suka memanggil sayang pada sisil walaupun sisil belum jadi kekasih nya.

__ADS_1


"belum, ini lagi dalam angkot, em.....da dulu, gak enak pada penumpang yang lain!" kata sisil lagi, lewat ponselnya.


"mangkanya di antar gak mau, malah mau sempit- sempitan di dalam angkot, ya sudah hati-hati saja!" kata revan lagi sebelum ia mematikan ponselnya.


sisil akhirnya turun dari angkot setelah ia sampai di depan rumahnya, dan saat sisil turun dua lelaki tersebut nampak menghubungi seseorang lewat ponselnya.


sisil masih belum tenang, karena ia melihat dua lelaki itu turun dari angkot dan memandang kearahnya, tetapi setelah 10 menit akhirnya sisil lega karena ramon tiba-tiba muncul, walaupun sisil masih marah sama ramon, tapi ia lupakan sekarang karena ia takut kejadian waktu itu ia di culik terulang lagi.


"kak ramon!" tegur sisil langsung saat ia melihat ramon turun dari mobilnya yang sport berwarna merah di hadapannya.


ramon langsung tertegun melihat sisil langsung menyapa nya dengan raut wajah yang sedikit cemas.


"ya, kenapa kamu sedikit ketakutan aku lihat?" tanya ramon langsung, saat ia sudah di depan sisil.


"bantu aku kakak.....aku jadi curiga dan takut dari tadi aku melihat dua cowok itu mengikuti aku!" kata sisil pada ramon sambil menunjuk kearah dua lelaki tersebut.


ramon hanya tersenyum dalam hatinya, karena dua lelaki tersebut orang suruhannya, untuk menyelidiki sisil, tetapi di hadapan sisil ia pura-pura tak kenal pada dua orang itu.


"dua lelaki itu mengikuti mu?" tanya ramon lagi pada sisil saat sisil menunjuk ke arah dua orang suruhannya.


"ia, aku jadi takut masuk ke rumah, apalagi papa pasti belum pulang karena tadi ia mengirim pesan padaku akan pulang larut malam!" jawab sisil lagi.


ramon malah tambah kegirangan, "berarti gak sia-sia aku menyuruh mereka membututi sisil, aku jadi bisa dekat lagi sama sisil!" kata ramon dalam hatinya.


"mungkin hanya kebetulan, atau perasaan mu saja, aku lihat ia tak seperti orang jahat!" kata ramon lagi pura-pura, agar sisil tak mencurigai nya.


"bagaimana kalau mereka benar-benar orang jahat, ingin menculik aku!" ucap sisil masih belum yakin dengan perkataan ramon.


"tenang saja, kan ada kakak, aku akan menjaga mu sampai papa pulang, kalau di ijinkan nginap juga gak apa-apa!" canda ramon sambil tertawa.


"kakak ini, orang lagi ketakutan, ia malah ketawa, ya sudah ayo temani aku masuk ke rumah, tapi awas jangan macam-macam ya, jangan seperti kemaren!" kata sisil lagi sambil melangkah masuk kerumahnya.


"baik nona sisil, hehe....he!" jawab ramon sambil mengikuti sisil ke dalam rumahnya, ramon benar-benar sudah hilang emosinya karena sisil tak marah lagi padanya, malah sekarang ia tersenyum bahagia.


"teryata bisa juga aku membuat kebahagiaanku sendiri walau dengan cara licik!" kata ramon dalam hatinya sambil duduk di sofa di ruangan tamu.

__ADS_1


__ADS_2