Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# mengajak sisil shopping #


__ADS_3

hari ini sisil bangun begitu cepat, ia bersemangat sekali karena ia pikir hari ini ia mulai bekerja di perusahaan ramon.


sisil sudah berdandan cantik seperti karyawan perusahaan di hadapan cermin ia masih melihat gayanya.


sedangkan ramon ia masih malas-malasan di ranjang, ramon melihat sisil berdandan seperti itu ia tak mengerti.


''sayang kau mau kemana berdandan seperti itu?'' tanya ramon kepada isteri nya.


''mau bekerja, bukankah ini hari pertama buat aku bekerja di perusahaan kakak!'' jawab sisil.


''sayang apa kau lupa, hari ini kan weekend, hari ini aku ingin mengajak kamu Shoping, ucap ramon lagi.


''oh iya! aku lupa,'' kata sisil.


''kalau begitu, aku mau jalan sama luna,'' ucap sisil lagi.


''sayang.......apa kau tak dengar tadi, aku hari ini mengajak kamu Shoping,'' kata ramon.


''baiklah, tapi aku mau ngajak luna boleh juga gak?'' tanya sisil.


''gak boleh,'' jawab ramon sambil cemberut.


'' emang kenapa?'' tanya sisil.


''aku hanya ingin berdua saja, tidak ada yang mengganggu kita,'' jawab ramon.


sisil akhirnya menjawab dengan anggukan, setelah itu mereka berdua bersiap untuk pergi shoping, setelah sampai di mall termegah di kota itu ramon mengajak sisil untuk masuk ke sana, mereka mulai memilh-milih pakaian, ramon melihat isterinya memilih pakaian dengan lama, hingga akhirnya ia protes.


''sayang kenapa lama sekali, sudah hampir dua jam kau memilih pakaian itu, tapi hanya satu saja yang baru dapat, aku sudah pusing melihat kau seperti itu,'' eluhan ramon kepada sisil.


''mangkanya aku mau ngajak luna tadi, malah gak boleh sama kakak, luna tuh tau, barangnya bagus, harga nya gak mahal,'' jawab sisil sambil tersenyum pada ramon.


''gak usah milih seperti itu, kau cukup pilih pakaian yang kau suka, masalah harga gak usah kau pikirkan, nanti lambat sekali, perut ku sudah lapar,'' kata ramon lagi.


''tapi harga nya mahal-mahal sekali kakak,'' jawab sisil.


ramon benar-benar gak sabar melihat sisil berbelanja, ''aku sudah bilang gak usah lihat harganya,'' ucap ramon lagi sedikit meninggi.


''ia,ia,ia, nih sudah aku pilih semua yang aku mau beli,'' kata sisil, sambil memegang beberapa baju.

__ADS_1


''beneran cuma segitu, cuma empat pakaian yang kau pilih,'' tanya ramon lagi.


''ia, kakak gak beli pakaian juga? tanya balik sisil.


'' kenapa cuma sedikit belinya? kau takut aku marah? aku lagi malas beli pakaian, aku cuma mau beli sepatu nanti,'' jawab ramon.


''gak, ini sudah cukup, oh kalau gitu, ayo kita beli sepatu kakak,'' ucap sisil.


''beneran sudah, kalau kau masih mau memilih baju, kakak akan tunggu,'' kata ramon lagi, ia jadi gak enak karena gara-gara dia ngomel tadi, sisil jadi beli baju nya dikit, pikir ramon.


''ia, ayo kita beli sepatu, lagian aku juga mau beli sepatu kakak, ucap sisil lagi.


akhirnya mereka selesai membeli pakaian, walaupun hanya sedikit pikir ramon, setelah itu mereka masuk ke toko sepatu.


''kau duduk saja di sini ya, biar kakak yang pilih,'' perintah ramon.


di saat ramon memilih sepatu untuk sisil, tak sengaja bunga masuk di toko sepatu itu juga, bunga melihat kemesraan sisil dan ramon hingga membuat ia cemburu.


''sayang coba sepatu yang ini, pasti cocok untuk mu,'' ucap ramon kepada sisil sambil memakainya di kaki sisil.


''gah ah, ini terlalu tinggi kakak, entar aku jatuh jika memakainya,'' jawab sisil.


''ya sudah aku cari yang lain lagi ya,'' kata ramon lagi, sambil mengembalikan sepatu yang ia pilih untuk sisil tadi di tempat nya, ia mulai lagi memilih sepatu yang lain lagi untuk sisil.


sisil yang mendengar itu jadi tak mengerti, sehingga ia bertanya kepada bunga.


''apa maksud mu nona ngomong seperti itu?'' sambil menatap tajam ke arah bunga.


''maksud ku, bukan hanya kau di manja seperti ini sama tuan ramon, tapi aku juga, jadi kau gak usah ke geeran di buat tuan ramon seperti ini,'' kata bunga lagi.


sisil yang mendengar itu, ia tambah penasaran dengan peryataan bunga, sehingga ia bertanya lagi, ''emang kamu siapa nya dia?''


''aku mantan kekasihnya yang tak bisa ia lupakan!'' jawab bunga sambil tersenyum bahagia karena sisil mulai terpengaruh akan perkataan nya.


sisil yang mendengar itu, ia jadi emosi sehingga saat ramon ingin mencoba lagi sepatu di kaki sisil, isterinya itu malah pergi.


''sayang coba dulu sepatu ini,'' ucap ramon.


tapi sisil keluar dari toko itu dengan sedikit terburu-buru, ia sangat kecewa, degan apa yang ia dengar.

__ADS_1


''kenapa ia jadi pergi?'' tanya ramon dalam hati, sekilas ramon melihat ada bunga juga di dalam toko itu


''apa bunga yang bikin sisil kabur?'' tanya ramon dalam hati.


ramon tersenyum kepada bunga sambil berlari mengerjar sisil ke luar dari toko.


''sayang tunggu sebentar, kenapa kamu kabur?'' teriak ramon.


tapi sisil tak peduli malah ia percepat jalan nya, menuju kepakiran tempat mereka memarkir mobilnya.


sehingga ramon terpaksa mengikuti sisil.


''sayang tunggu dulu, mengapa kamu jadi begini, apa ada yang salah pada ku?'' tanya ramon lagi saat mereka sudah ada dalam mobilnya.


namun sisil masih cemberut dan tak bersuara.


''sayang, ya sudah kalau kau tak mau bercerita, tapi jika aku ada salah aku mintak maaf, ucap ramon lagi sambil menyetir mobilnya, ramon sengaja hari ini tak memakai sopirnya untuk mengajak sisil keluar.


ramon membawa sisil pulang ke rumah, ia masih bertanya dalam hati kenapa isteri nya seperti ini.


sepanjang perjalanan pulang sisil diam saja, membuat ramon pusing jadinya, sehingga saat sudah sampai mereka di rumah ramon masih bertanya kepada sisil.


''sayang jangan begini, ayo katakan apa yang membuat kau marah pada ku?'' tanya ramon sambil mengejar sisil masuk ke dalam rumahnya.


sisil tak peduli ia langsung masuk ke kamarnya, dan setelah sampai dalam kamar ia langsung merebah kan tubuhnya di ranjang.


ramon masih tak terima mengapa sisil berubah padanya.


''ya sudah kalau kau masih belum mau bercerita dengan ku,'' kata ramon sambil berlalu dari kamar itu menuju ruangan kerjanya.


sedangkan sisil ia malah jadi ketiduran mungkin karena kecapean.


sesampai ramon di dalam ruangan kerjanya ia menelpon bunga.


''hallo bunga, apakah kau tadi mengobrol dengan sisil?'' tanya ramon lewat hemponnya langsung tampak basa-basi.


''ia, tapi cuma sebentar,'' jawab bunga.


''apa yang kau ceritakan padanya, sehingga membuat ia marah pada ku?'' tanya ramon lagi.

__ADS_1


''cuma mengatakan kalau aku mantan kekasih mu,'' kata bunga.


ramon yang mendengar itu, ia jadi tau mengapa sisil jadi marah padanya.


__ADS_2