
sisil dan ramon hari ini pergi berjalan-jalan ke pantai, mereka nampak bahagia sekali.
mereka duduk-duduk di tepi laut yang terbentang luas sambil bercerita dan bercanda,, sesekali ramon dengan tangan nakalnya menggelitik tubuh istrinya sambil tertawa bahagia, sedangkan sisil mendapat perlakuan seperti itu ia sedikit jengkel, dan pura-pura merajuk dengan wajah juteknya, agar ramon berhenti menggelitiknya.
dari kejauhan tanpa mereka sadari ada sepasang mata memantau mereka dengan wajah yang tanpa marah, orang itu menelpon seseorang dengan memberi tugas.
''hallo?? laksanakan apa yang aku perintahkan waktu itu.'' kata orang yang memantau sisil dan ramon lewat hemponnya kepada seseorang.
''baik bos!!!'' jawab seseorang itu.
setelah hari beranjak siang ramon mengajak sisil untuk makan di restoran tempat favoritnya.
sesampai di sana mereka langsung duduk di bangku yang sudah di sediakan di restoran itu.
ramon memilih duduk di bangku dekat sudut di ruangan itu, karena ia tidak mau terlalu terusik saat makan bersama isterinya.
setelah duduk mereka langsung memesan makanan kepada salah satu pelayan restoran itu.
sambil menunggu pelayan membawakan makanan mereka ramon memainkan hemponnya sedangkan sisil ia pergi ke toilet setelah ia pamit sama ramon.
tanpa sisil sadari dari tadi ada seseorang lelaki mengikuti dirinya ke toilet, saat sisil mau membuka pintu toilet, lelaki itu langsung membungkam mulut sisil agar tak bisa berteriak, dan membawa sisil ke luar dari restoran itu lewat pintu belakang.
ramon gelisah, ia kuatir kenapa sisil belum juga kembali dari toilet, sedangkan makanan sudah di antar oleh pelayan di hadapan nya.
hingga akhirnya ramon tak mampu lagi menahan kegelisahan nya, ia langsung mencari sisil ke toilet perempuan.
sesampai ia di sana ia tak menemukan sisil, dan keadaan toilet juga sepi, hanya ada seorang perempuan yang keluar dari toilet di sana tapi bukan sisil.
ramon bertanya pada perempuan itu, apakah ia melihat sisil isterinya dengan ciri-ciri yang ramon katakan.
__ADS_1
perempuan itu mencoba berpikir dengan apa yang ramon katakan, dan ia teringat tadi ia berpapasan dengan wanita yang ramon katakan, tapi perempuan itu pingsan dan di bawa sama lelaki lain.
''tadi saya melihat nya tuan, wanita yang anda katakan, tapi ia pingsan tadi, di bawa sama seorang lelaki!'' jawab perempuan itu.
''apa?'' kata ramon ia sangat terkejut, ''pasti ini ada yang tidak beres,'' pikir ramon dalam hati nya.
ramon segera menelpon anak buahnya untuk membantu mencari sisil, sambil ia mencari di lokasi tempat sisil menghilang.
sedangkan di tempat lain, sisil di bawa ke dalam kamar di sebuah rumah dan di sekap di sana, oleh seseorang yang tak lain adalah rian.
setelah beberapa jam sisil tersadar dari pingsannya, ia melihat di sekitar dalam ruangan itu, ia jadi heran mengapa ia bisa berada di tempat itu, bukan kah tadi ia bersama ramon untuk makan di restoran.
setelah beberapa detik barulah sisil teringat bahwa ia tadi pingsan karena mulutnya di bungkam kan orang dengan obat bius saat ia mau masuk kedalam toilet, setelah itu sisil tak ingat apa-apa lagi.
tanpa sisil sadari rian dari tadi memperhatikan dia dari balkon di kamar itu, setelah sisil sadar rian menuju ke arah sisil.
''hay cantik kau sudah sadar,'' sapa rian kepada sisil.
''mau apa kau!'' teriak sisil sedikit takut karena ia tau bahwa rian adalah lelaki kasar, dan bisa berbuat apa saja kepada dirinya.
''ha....ha.....ha.....! sabar dong sayang, nanti kau juga tau!'' jawab rian sambil melangkah mendekati sisil.
''jangan mendekat!'' kata sisil sambil ia menjauhkan dirinya dari rian, tapi semangkin ia menjauh rian semangkin mendekat dan kini tubuh sisil tak dapat menjauh lagi dari rian karena lelaki itu sudah dapat menerkam nya.
''kau tak pernah bisa menghindar dari ku, kau harus merasakan barang beharga ku ini sayang, karena kau sudah menyakiti nya waktu itu, jadi kau harus tanggung jawab untuk mengobatinya!'' kata rian dengan menggoda ditelinga sisil sambil memeluk sisil dengan erat.
''lepaskan diriku! brengsek! ngapain kau peluk-peluk diriku! kata sisil dengan emosi sambil memberontak di pelukan rian.
''aku tak akan melepaskan dirimu, sebelum aku mencicipi tubuh mu yang aduhai ini sayang!'' jawab rian ia langsung menggendong sisil ke ranjang.
__ADS_1
sisil sekuat tenaga memberontak, tapi ia tak cukup tenaga melawan Rian, hingga akhirnya sisil ketakutan dan menangis memohon kepada rian untuk di lepaskan.
''jangan menangis sayang aku tak akan menyakiti mu, jika kamu mau menuruti perintah ku!'' ucap rian dengan tersenyum licik sambil mengoyak baju sisil.
''tolong...... tolong......siapa pun yang ada di luar! teriak sisil sambil memberontak.
rian sama sekali tak menggubris ia sibuk dengan mengoyak baju sisil dan ia berhasil melakukan nya, sehingga ia tersenyum bahagia karena ia bisa melihat bentuk tubuh sisil yang sangat menggairahkan baginya, walau bagian sensitif tubuh sisil masih terbungkus dengan rapi.
''wah...... kau benar-benar seksi sayang! pantas saja ramon tergila-gila padamu!'' sambil menerkam sisil.
sisil hanya bisa menangis dan memberontak di bawah Kungkungan rian.
''brak......brak.....! terdengar pintu di gebrak dari luar dan muncul lah sesosok lelaki tampan dengan raut wajah yang sangat marah ia adalah ramon.
''hey.........! beraninya kau menyentuh istriku bajingan.......!'' teriak ramon dengan murka sambil menarik rian dari atas tubuh sisil dan menghajarnya dengan membabi buta.
setelah rian babak belur di buatnya ia bergegas menghampiri sisil yang masih dalam keadaan ketakutan.
ramon memeluk isterinya dengan erat dengan perasaan yang sedih, setelah beberapa menit ramon melihat keadaan sisil yang masih setengah telanjang, dan ia akhirnya membuka baju kemejanya untuk di pakai sisil karena tak mungkin sisil memakai bajunya tadi sebab sudah di robek rian.
setelah sisil memakai baju milik ramon, ia langsung di gendong oleh ramon dan membawanya keluar dari kamar itu, setelah sampai di luar kamar bodyguard ramon sudah menunggu dengan sigap.
bodyguard ramon memang sudah ada dari tadi di rumah rian, bodyguard ramon lah yang memberi tahu ramon bahwa sisil di culik oleh rian.
sebab bodyguard ramon menjaga ramon dan sisil dari keluar rumah sampai masuk ke restoran, tapi mereka menjaganya dari jarak jauh, jadi orang lain termasuk sisil tak tauh kalau ada bodyguard menjaga mereka.
saat rian menculik sisil bodyguard ramon mengikuti nya tapi mereka tidak bisa langsung menyelamati sisil karena rian teryata membawa pasukan juga untuk membantunya, sehingga bodyguard ramon harus melayani anak buah rian dahulu berkelahi baru bisa mengejar rian membawa sisil kerumahnya.
''masukkan ia di penjara dan bikin perusahaan nya gulung tikar, aku tidak akan memaafkan orang yang mencoba melecehkan istriku!'' perintah ramon kepada anak buahnya yang ada di depan kamar rian.
__ADS_1
setelah itu ia membawakan sisil pulang kerumahnya.
sedangkan anak buahnya tadi membereskan rian yang sudah babak belur di buat ramon, mereka menghubungi polisi untuk mencoblos kan rian di penjara.