Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# ramon mintak maaf #


__ADS_3

sesampai mereka di rumah, sisil masih memberontak untuk kembali kabur, tapi ramon dengan gesit membawa dia ke kamar.


''kenapa kakak membawa aku pulang hah...!" marah sisil.


''kau isteri ku, jadi hak aku membawa kamu pulang!'' jawab ramon dengan santai.


''ya, dan kakak juga berhak mengusir ku, kapan saja kakak suka! iya kan?'' tanya sisil


''aku tidak mengusir mu dari kehidupan ku, aku hanya mengusir mu dari tempat acara itu kemaren!'' jelas ramon dengan raut wajah yang sedih.


namun sisil tetap cemberut dan tak mau menatap ramon, dan ia tak menanggapi ramon.


''sayang........aku minta maaf, aku tau aku salah, tidak mungkin aku mau kau pergi dari hidup ku, asal kau tau, aku seperti orang gila mencari mu siang dan malam saat kau tak ada di sisiku!'' kata ramon sambil ia meraih tangan sisil dan memeluk tubuh sisil dengan erat yang sejak tadi hanya berdiri dan berdiam saja.


sisil masih diam, dan ramon melanjutkan bicaranya.


''aku sudah memecat bunga, di hari itu juga, di acara pesta itu, kalau kau masih tak percaya kau bisa melihat rekaman video dari asisten luki!'' kata ramon lagi, ia berharap sisil mau memaafkan dirinya dengan kata-kata terakhir itu.


''benarkah? kakak gak bohong lagi?'' tanya sisil masih belum percaya.


''ia sayang.......!aku gak bohong!'' jawab ramon.


sisil membalas pelukan ramon dan ia tersenyum.


''kau sudah memaafkan ku?'' tanya ramon karena ia melihat sisil membalas pelukannya, itu tandanya sinyal bahwa sisil sudah memaafkan dirinya pikir ramon.


''ia!'' jawab sisil singkat.


ramon sangat bahagia, dan ia langsung menggendong sisil dan berputar-putar saking bahagianya.


''eeh........pusing kakak, entar jatuh! keluh sisil.


ramon hanya tertawa bahagia dan ia membawa sisil kearah ranjang hal itu membuat sisil bertanya.

__ADS_1


''kakak mau ngapain? membawa aku di atas tempat tidur?'' tanya Sisil curiga.


''mau menghukum mu sampai lemas di ranjang ini, karena kau sudah berani kabur dari sisiku!'' jawab ramon sambil meletakkan tubuh isterinya secara pelan-pelan di ranjang.


''kan yang salah kakak, kenapa aku yang di hukum, ini curang!'' komen sisil karena ia merinding mendengar hukuman yang akan ia terima.


''ha.....ha.....ha!'' ramon hanya tertawa mendengar komentar isterinya itu, dan ia melanjutkan aksinya.


di sore itu ramon benar-benar menggagahi sisil sampai lemas, ia tak main-main dengan ucapannya, mereka bercinta sampai tengah malam, sisil benar-benar tak berdaya di buat ramon meski ramon menggaulinya dengan secara lembut.


dengan ronde terakhir sisil sudah terkulai di atas ranjang dan ramon tersenyum bahagia rasa rindu nya sudah terobati.


''sayang.......kau capek?'' tanya ramon, ia masih memeluk sisil dari samping.


''menurut kakak aku gak capek apa? di serang terus!'' jawab sisil.


''baiklah aku pijit ya, biar capeknya hilang, setelah itu kita makan!'' kata ramon.


sisil sudah tak menghiraukan lagi ucapan ramon ia sudah terlelap dalam tidurnya mungkin karena ia benar-benar capek dan tubuhnya merasa enak karena di pijit ramon.


ramon akhirnya mengikuti sisil untuk tidur, ia juga malas makan jika sisil tak menemani dia makan.


* keesokan paginya*


pagi-pagi sekali sisil sudah bangun, ia sudah wangi dan rapi, ia langsung saja sarapan karena perut nya sudah lapar sekali, mungkin efek ia tidak makan tadi malam.


sedangkan ramon ia masih terlelap dalam tidurnya, jam sudah menunjukkan pukul setengah tujuh, tak berapa lama akhirnya ramon bangun, ia melihat di samping nya sudah tak ada sisil lagi, ia langsung bergegas memakai pakaiannya, dan berlari keluar dari kamarnya untuk mencari sisil, ia takut sisil kabur lagi.


''sisil......!'' teriak ramon sambil mencari sisil di setiap ruangan yang ada di rumahnya, tapi ia tak menemukan istri yang ia cintai.


hingga akhirnya ia bertemu dengan salah satu pelayan yang ada dirumahnya, ia bertanya kemana isterinya berada sekarang.


''bik....! isteri saya di mana ya?'' tanya ramon dengan keadaan kuatir.

__ADS_1


''oh......non sisil ada di kebun belakang tuan!'' jawab pelayan itu.


''ya sudah terima kasih ya!'' kata ramon lagi dan ia langsung pergi ke kebun belakang untuk menemui isterinya.


sesampai ia di sana, ia tak menemui sisil, hingga akhirnya ia kembali teriak untuk memanggil nama sisil sambil matanya celingak-celinguk mencari sisil.


sampai lah ia di pohon rambutan yang lagi lebat berbuah yang ada di kebunnya itu, ramon duduk dengan letih karena ia sudah capek mencari isterinya, yang tak kunjung ia temukan, pasalnya kebunnya itu luas sekali, jadi ramon memutuskan untuk istirahat dahulu.


selang beberapa detik, ramon di kejutkan tertimpa buah rambutan di kepalanya, dari atas pohon yang ia duduki sekarang, dan ia jadi menengadah ke atas pohon itu, dan terkejut lah ia, karena dari atas pohon itu ia melihat sisil dengan tersenyum memakan buah rambutan.


''sisil......!'' cepat turun!'' teriak ramon dengan marahnya.


''gak mau!'' jawab sisil dengan cueknya, dan ia masih dengan senangnya memakan buah rambutan yang ada di atas pohon itu.


ramon sangat marah kepada isterinya itu, sehingga ia berkata, ''baiklah kalau kau gak mau turun, aku akan tebang pohon rambutan ini!'' ancam ramon.


''jangan......!'' teriak sisil dari atas.


''jangan kakak tebang pohon ini, aku akan turun!'' kata sisil lagi, ia segera turun dari pohon itu.


setelah sisil sudah turun dari pohon rambutan itu, ramon meneliti tubuh istrinya itu, ia sangat terkejut banyak goresan di lengan sisil.


''nah coba kau lihat, tubuh mu jadi tergores seperti ini, hanya untuk memakan buah rambutan saja, apa kau tak bisa suru tukang kebun itu untuk mengambil nya!'' omel ramon lagi.


''aku lebih senang memetik nya sendiri dari atas pohon dan memakannya di atas pohon!'' jawab sisil seadanya.


''hah....! ramon terkejut mendengar jawaban dari sisil.


''kau lebih senang makan di atas pohon itu? apakah kau tau, kau seperti monyet saja, jika makan di atas pohon itu sisil, kau sangat memalukan, gimana kalau ada orang yang tau, aku tidak bisa membayangkan nya, pasti orang akan terkejut isteri dari ramon jay sang pengusaha kaya raya yang sukses, memanjat pohon rambutan dan makan rambutan di atas pohon itu, pasti orang-orang akan mengejek ku!'' marah ramon lagi.


sedangkan sisil ia tak peduli dengan apa yang di kata suaminya, ia sibuk memungut rambutan yang sebagian tadi ia jatuhkan di bawah pohon.


''hey.......!kau dengar tidak!'' teriak ramon lagi sambil tangannya menarik lengan sisil dan membuang rambutan yang ada di tangan sisil.

__ADS_1


''kakak itu kenapa sih? gak bisa apa lihat aku senang sedikit!'' marah sisil ia langsung berlari meninggalkan ramon sendiri, lalu ia bergegas masuk ke rumahnya.


'


__ADS_2