Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# sudah gak tahan #


__ADS_3

Keesokan paginya, ramon baru saja membuka matanya, ia melihat sisil sudah tak ada di ranjang, ia sungguh panik, ia mencari isteri nya itu di semua ruangan yang ada di rumah nya, dan ia juga minta pelayan nya mencari sisil.


Sedangkan sisil ia sekarang lagi santai memakan jambu air, dan mangga golek yang ada di taman belakang di rumahnya.


"em....manis banget jambu nya!" kata sisil dalam hatinya.


"kakak pasti mencari ku, biar sajalah, yang penting aku lagi senang menikmati buah ini, jika ada dia, pasti gak boleh aku memakannya!" kata sisil lagi dalam hatinya.


Selang setengah jam, akhirnya ramon dapat mencari isteri nya itu.


"sayang....... mengapa kau ada di sini!" teriak ramon sambil melangkah mendekati sisil.


"emang nya kenapa? Aku senang dan anak ku juga senang di sini, cuma kakak yang gak senang, ya sudah kalau gak senang di sini pergi saja!" kata sisil dengan santai nya.


"hey......ini masih pagi sayang, kau berada di sini dan sibuk makan buah, seharusnya kau sarapan dahulu!" omel ramon.


"gak mau!!!"


ramon hanya bisa membuang nafas berat nya mendengar perkataan sisil yang keras kepala.


Jika suami-isteri itu bertengkar beda halnya dengan Tante monic yang sudah ketemuan sama sahabat nya di suatu taman.


Tante monic sangat terkejut mendengar berita duka dari sahabatnya yang bernama wina itu.


Wina bercerita tentang anak nya yang lagi depresi gara-gara seorang wanita kepada Tante monic.


"kalau aku boleh tahu, siapa nama wanita yang membuat anak mu depresi itu win?" tanya tante monic pada wina sahabat nya.


"nama nya sisil, ya itu nama yang selalu di sebut-sebut oleh anak ku, ketika ia berteriak-teriak saat depresi nya kambuh!" cerita wina lagi kepada Tante monic.


Tante monic jadi terkejut, saat mendengar nama dari wanita yang membuat anak sahabat nya itu depresi.


"kenapa namanya mirip dengan nama istri ramon!" pikir Tante monic.


"mungkin kebetulan saja, sama namanya!"pikir Tante monic lagi dalam hatinya.


"hey.....kok kamu melamun, mendengar aku cerita!" tegur wina pada Tante monic.


"tidak, tidak, tidak, bukan melamun cuma aku sedikit terkejut mendengar nama yang kau sebut tadi, nama itu mirip sekali dengan nama istri dari anak yang aku rawat dahulu!" jawab Tante monic.

__ADS_1


"oh.......aku kira kau tadi melamun tidak karuan, teryata kau memikirkan nama itu!"


Setelah banyak mengobrol dan melepaskan rindu mereka Tante monic mengajak wina pulang.


"win sudah siang, kita pulang yuk!" ajak Tante monic.


"baiklah, bagaimana kalau aku antar kamu pulang!" kata Tante monic lagi.


"gak usah, aku sudah di jemput oleh sopir suruhan anak angkat ku!" tolak Tante monic.


"ya sudah, lain kali aja aku antar, dan kau harus mau nanti!" kata wina lagi sebelum mereka berpisah untuk pulang kerumahnya.


Setelah sampai di rumah ramon tante monic jadi terus terbayang akan cerita temannya itu, ia pun jadi membenci sisil.


"isteri mu mana ramon?"tanya Tante monic saat mereka lagi santai di sore hari.


"ada di dalam, ia semenjak hamil, jarang untuk beraktivitas lagian aku senang juga jika ia seperti itu, dari pada ia kelayapan kemana-mana!"jawab ramon.


"isteri mu, sebelum hamil beraktivitas seperti apa?" tanya tante monic lagi.


"ia kuliah, sempat juga ia kerja di perusahaan ku waktu dahulu, emang kenapa Tante?" tanya ramon balik, karena ramon merasa Tante monic sedikit ingin lebih tahu info isteri nya itu.


Ramon menceritakan semuanya, bahwa sisil pernah pindah kampus, itu di karena kan ada seorang lelaki mendekati isterinya itu.


Hingga akhirnya Tante monic yakin, bahwa sisil yang di ceritakan oleh teman nya itu, ia adalah benar sisil istri ramon ini.


Setelah mengobrol dengan ramon, Tante monic masuk ke kamar nya, sesampai di dalam kamar Tante monic menelpon sahabat nya itu, ia ingin menceritakan bahwa benar kalau sisil istri anak angkat nya ini adalah sisil yang membuat anak sahabat nya itu depresi.


"hallo win, kamu lagi apa?" tanya tante monic lewat ponselnya.


"aku lagi bersama anak ku, aku menyuapi ia makan!" jawab wina sahabat nya lewat ponselnya.


"aku ada kabar, teryata benar dugaanku, bahwa sisil yang kau maksud adalah sisil dari istri ramon anak angkat ku!"


"yang benaran monic, kalau begitu apakah kau bisa menemui aku dengan nya, aku hanya ingin anak ku sembuh, mungkin kalau ia bertemu lagi dengan sisil, anak ku akan sembuh!" kata wina kepada Tante monic masih lewat ponselnya.


"aku usahakan, aku juga sekarang jijik lihat nya, kok ada wanita yang seperti itu ya!" jawab Tante monic lagi.


"aku benar-benar banyak terima kasih kepada mu, jika kau mau membantuku, aku sudah mengobati anakku kemana-kemana tapi tak sembuh-sembuh!"

__ADS_1


"ia,ia, aku akan membantu mu, tenang saja, dah dulu aku mau tidur!" kata Tante monic lagi sambil mematikan sambungan telepon nya.


Sedangkan sisil dan ramon yang ada di kamar yang lagi berdebat, gara-gara sisil tak mau di ajak berhubungan intim lagi, membuat ramon benar-benar merasa tak tahan atas sikap sisil.


"sayang.....ayo dong, satu ronde saja, gak lama kok, aku melakukan nya pelan-pelan, aku tak mungkin mau menyakiti anak ku sendiri!" ajak ramon kepada sisil yang lagi asyik main hemponnya.


"gak, kata dokter kan gak boleh!" jawab sisil.


"aduh .....kalau kayak gini aku sudah gak tahan sayang....!" keluh ramon.


"ya mau gimana lagi, aku kan cuma menjalani atas saran dokter!" jawab sisil lagi.


Ramon jadi pusing masa ia harus puasa, sampai empat bulan untuk berhubungan intim dengan sisil, sekarang saja baru menginjak tiga Minggu, ia gak tahan apa lagi berbulan-bulan.


Akhirnya ramon punya ide, ia menelpon dokter kandungan untuk bertanya lagi, akan hal itu dan dokter kandungan menjelaskan dengan detail, bahwa ia boleh melakukan asal jangan keseringan, dan melakukan nya juga harus pelan-pelan, dan melihat juga kondisi istri nya itu.


"yes..... akhirnya boleh, kau dengar sendiri kan, boleh!" kata ramon kepada sisil saat mematikan hemponnya.


"males mau tidur!" jawab sisil.


"gak bisa gitu dong, tadi kau alasannya gak di perbolehkan oleh dokter, sekarang mau tidur, katakan saja jika sudah bosan!" gerutu ramon sambil menampilkan wajah merajuk nya.


Tapi sisil tak peduli ia tetap berbaring dan memejamkan matanya, membuat ramon jadi kesal pada istrinya itu.


"sayang........apa aku harus cari istri kedua, untuk sementara!" kata ramon lagi sambil mendekati sisil.


"boleh, tapi jangan aku isteri pertama kakak!" jawab sisil.


"loh... gimana, kamu kan sudah telanjur aku nikahi yang pertama kali!" kata ramon lagi.


"ia, kita cerai aja lagi, bereskan jadi aku bukan istri pertama kakak lagi!" jawab sisil ngasal.


Membuat ramon mati kutu.


"ya sudah bunuh diri sajalah aku!" kata ramon lagi.


"ha....ha...ha!" ketawa sisil akhirnya pecah.


"baiklah sayang tapi ada syaratnya nya, besok kakak harus belikan aku bakso buk lesna, ngerti!" kata sisil lagi.

__ADS_1


Akhirnya ramon bisa tersenyum sambil berkata, " itu kecil sayang, jangan kan bakso, pabrik bakso itu sendiri aku Bawak kehadapan mu!"


__ADS_2