Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# makan malam di luar #


__ADS_3

ramon yang melihat sisil pulang akhirnya ia pusing sendiri, pasti isterinya itu marah padanya pikir ramon.


ia mencoba menghubungi sisil, tapi tidak di angkat, ''benar-benar marah dia,'' ucap ramon dalam hatinya.


tak berapa lama bodyguard yang di suruh ramon untuk menjaga sisil, memberi informasi bahwa sisil tadi pagi bertemu dengan renal, sehingga membuat ramon marah.


setelah menerima informasi itu ramon menyusul sisil pulang, ia benar-benar marah kepada sisil, ia akan memberi hukuman kepada isterinya itu pikir ramon.


sesampai ramon di rumah ia langsung masuk ke rumah nya dan mencari keberadaan sisil.


''sisil.......!'' teriak ramon sambil bergegas masuk ke kamarnya, ia mencari sisil di kamarnya tapi tak ia temukan, ramon benar-benar tambah marah kepada sisil.


''kemana lagi dia? apalagi bersama lelaki itu?'' pikir ramon dalam hatinya.


ramon menghubungi bodyguard yang di suruh menjaga sisil dengan hemponnya, ia menanyakan kemana keberadaan isterinya itu?


''hallo? ada apa tuan? tanya bodyguard itu kepada ramon saat ramon menghubunginya.


''apa kau tahu keberadaan istriku?'' tanya ramon langsung.


''nona sisil lagi di salon tuan bersama temannya!'' jawab bodyguard itu.


''oh.....,ya sudah kau awasi dia terus sampai ia kembali ke rumah,'' perintah ramon lagi, setelah itu ia langsung memutuskan panggilan hemponnya.


ramon sedikit hilang rasa marahnya, ia pergi mandi sekarang setelah mandi ia langsung keruangan kerjanya untuk menyelesaikan pekerjaan nya yang belum selesai tadi di kantor.


tak berapa lama sisil pulang, sisil tak tau kalau ramon sudah pulang, ia langsung masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


setelah itu sisil ke taman belakang, sambil memandangi hamparan bunga-bunga di sana.


tak terasa hari sudah sore, ramon keluar dari ruangan kerjanya, ia langsung bertanya ke pada pelayan apa sisil sudah pulang apa belum.


''bik sisil sudah pulang apa belum?'' tanya ramon.


''sudah tuan, nona sekarang di taman belakang,'' jawab pelayan ramon.

__ADS_1


ramon langsung menemui sisil di taman belakang, ia melihat sisil lagi memetik beberapa bunga mawar merah, sehingga sisil tak menyadari keberadaan ramon dia belakangnya.


''eehem'' ramon mencoba bersuara agar keberadaannya di ketahui sisil.


tapi sisil tak peduli, ia masih sibuk memetik bunga mawar yang ada di hadapannya, sehingga membuat ramon kesal, ramon merebut semua bunga mawar yang ada di tangan sisil secara paksa.


membuat sisil marah jadinya, dan telapak tangan sisil jadi sedikit berdarah, karena ada duri kecil di batang bunga mawar yang petiknya tadi menggores telapak tangannya saat ramon merebut bunga itu darinya.


''kakak apa-apaan sih, merebut bunga itu dari ku,'' marah sisil kepada ramon sambil menghembus luka yang ada di telapak tangannya.


ramon yang melihat sisil terluka jadi kasian melihat sisil, ia tak menghiraukan amarah sisil.


''sayang......telapak tangan mu berdarah, sini aku lihat,'' ucap ramon sambil membuang bunga mawar yang ada di tangan nya dan meraih tangan sisil yang luka itu.


sisil yang melihat ramon membuang bunga mawar itu ia jadi marah, ''kenapa kakak membuang bunga itu,'' kata sisil sambil menarik tangan nya dari ramon dan berlari memungut bunga yang di buang ramon tadi.


ramon tak mengerti, mengapa sisil lebih peduli dengan bunga itu, ketimbang dengan luka yang ada di tangan nya, ramon hanya menggeleng-geleng kan kepalanya saja melihat tingkah sisil.


''nah kan bunganya jadi rusak,'' gerutu sisil kepada ramon.


''luka ini gak apa-apa cuma sedikit,'' jawab sisil.


''tidak-tidak sisil, kamu harus mengobati luka mu dulu, entar infeksi, mau luka mu sedikit atau banyak, kalau kamu gak mau aku hancurkan itu bunga,'' kata ramon lagi sedikit keras, ia langsung menarik tangan sisil, dan membawa sisil kedalam rumah, untuk mengobati tangan sisil itu.


sisil menurut saja, ia berjalan mengikuti ramon sambil memegang bunga mawar tadi.


ramon langsung meminta kepada pelayan obat luka, dan langsung mengobati luka sisil.


setelah itu mereka duduk-duduk di ruangan keluarga, ramon teringat tadi ia mau memberi hukuman kepada sisil atas perbuatannya, tapi melihat tangan sisil terluka ia gak tega jika memberi hukuman kepada sisil.


hari beranjak malam, ramon mengajak sisil untuk makan malam di luar, karena semenjak mereka menikah ramon belum pernah mengajak sisil makan di luar.


''sayang malam ini kita makan di luar saja ya!'' ajak ramon.


sisil yang mendengar itu ia sangat kegirangan.

__ADS_1


''iya kakak, aku senang sekali jika di ajak makan di luar,'' jawab sisil.


ramon hanya tersenyum melihat isterinya kegirangan.


''sebaik nya kita ganti baju dulu ya sayang,'' kata ramon lagi.


''iya,'' kata sisil singkat dan mereka langsung ke kamar mengganti pakaiannya masing-masing.


malam ini ramon mengajak sisil makan di restoran yang terkenal di kotanya, ia sudah memesan ruangan khusus untuk mereka berdua.


setelah sampai di sana mereka langsung di layani oleh pelayan yang khusus melayani di ruangan itu.


sisil dan ramon sangat menikmati suasana makan malamnya, setelah makan malam selesai, ramon mengajak sisil jalan-jalan sebentar di sebuah taman.


saat mereka sampai di taman itu, mereka melihat di taman banyak pasangan muda-mudi berkeliaran di sana.


ramon memilih mengajak sisil ketempat yang agak sepi dari pengunjung yang lainnya, agar mereka bisa menikmati suasana di taman itu.


''sayang apa kamu kedinginan?'' tanya ramon karena ia melihat sisil memakai baju sedikit terbuka.


''tidak, aku kan sudah di peluk sama kakak,'' jawab sisil.


mereka saat ini memang lagi berpelukan dan bersenda gurau sambil duduk-duduk di taman itu, ramon yang mendengar jawaban sisil seperti itu ia jadi mempererat pelukannya, mereka tak peduli banyak mata yang melihat tingkah mereka.


sisil merasa sangat bahagia sekarang berada di sisi ramon, walaupun ramon sampai saat ini belum mengungkapkan perasaan nya.


setelah hampir dua jam berada di taman itu, akhirnya mereka pulang karena sisil sudah ngantuk dan ramon juga sudah letih.


sesampai mereka di rumah sisil langsung masuk ke kamar dan mengganti bajunya setelah itu ia langsung tidur.


sedangkan ramon walau ia sudah lelah, ia masih tetap ke ruangan kerjanya dahulu untuk menyelesaikan kerjanya yang belum tuntas, ia akan mengerjakan semuanya malam ini, karena besok hari weekend ia berencana mengajak sisil untuk shoping.


setelah semua selesai barulah ramon masuk ke kamarnya, ia melihat sisil sudah terlelap dalam tidurnya.


ramon mengganti pakaian nya dahulu, setelah itu ia langsung berbaring di samping sisil, sekilas ia melirik isteri nya dan akhirnya ia memandangi wajah isteri nya sedikit lama sambil berkata dalam hati ''walaupun kau sering membuat aku marah, tapi kenapa aku tidak bisa memberi hukuman yang berat pada mu, itu karena aku sangat menyayangi diri mu, dan mencintai mu.

__ADS_1


setelah itu ramon menciumi kening isterinya dan berkata ''selamat tidur sayang, semoga mimpi yang indah,'' dan akhirnya ramon tidur di samping sisil.


__ADS_2