Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# malas kerja #


__ADS_3

hari beranjak pagi sisil sudah berdandan cantik di depan cermin, sedangkan ramon masih tertidur di ranjang.


''kenapa ia belum bangun juga!'' pikir sisil, sambil mendekati ramon untuk membangunkan suaminya itu, tapi saat tangan nya mulai menyentuh lengan suaminya, ramon langsung menarik sisil kedalam pelukannya.


kini posisi sisil ada di atas ranjang bersama ramon dan terkunci di dalam pelukan ramon.


''kau cantik sekali sayang pagi ini, kau mau kemana?'' tanya ramon dengan suara seraknya, sambil ingin mencium pipi sisil.


tapi sisil mengelak sambil berkata, ''cantik ku akan pudar nanti di cium sama orang yang belum mandi!'' sisil mau melepaskan dirinya di dalam pelukan ramon tapi ramon malah memeluknya dengan erat, dia tak peduli akan kata-kata sisil.


''sudah lepaskan aku Kakak aku mau kuliah!'' kata sisil sedikit sewot, tapi ramon cuek saja malah ia mengatakan, ''kau gak usah kuliah hari ini, aku mau hari ini seharian dengan mu, di kamar ini, lagian beberapa hari ini kau tak memberi jatah kepada ku!'' sambil mencubit pelan pipi sisil dengan gemas.


sisil yang mendengar permintaan ramon itu ia semangkin kesal, kenapa suaminya, malah tak mengijinkan ia kuliah, dan suaminya bukan semangat untuk kerja malah ingin menghabiskan waktu dikamar saja bersamanya, ''dasar suami aneh,'' umpat sisil dalam hati, sambil ia mencoba melepaskan diri dari dari pelukan ramon tapi ramon tetap tak memberi kesempatan itu, hingga akhirnya sisil menggigit tangan ramon.


''auw......!'' teriak ramon saat sisil menggigit tangannya ia akhirnya melepaskan pelukannya.


saat itu juga sisil tidak membuang kesempatan ia langsung meloncat dari atas ranjang dan menyambar tas kecilnya yang ada di atas meja rias yang akan ia bawak ke kampus, tanpa rasa bersalah ia langsung berlari ke arah pintu untuk ke luar dari kamar itu.


ramon yang melihat istrinya akan kabur darinya, ia langsung bergerak cepat untuk mengejar sisil.


''kau mau kabur kemana hah!'' kata ramon ia langsung mengejar sisil dan terjadilah aksi kejar-kejaran kepada sepasang suami isteri itu.


tak terasa mereka sudah berkejar-kejaran sampai di pintu utama di rumah itu, dan akhirnya sisil dapat tertangkap, tapi ia berusaha memberontak di pelukan ramon dan dengan sekuat tenaga ia mendorong ramon saat sisil mendorong suaminya itu ramon sedikit ilang keseimbangan tubuhnya dan ia akhirnya roboh tapi ia langsung dengan cekatan menarik tangan sisil sehingga mereka berdua jatuh ke lantai.


sisil sangat emosi karena ia tidak bisa kabur dari ramon malah ia ikutan jatuh di atas tubuh ramon yang duluan jatuh akibat dorongannya.


ramon malah tersenyum karena ia jatuh sambil memeluk isterinya yang ada di atas tubuhnya.

__ADS_1


sisil berusaha bangkit dari tubuh ramon tapi suaminya itu malah memeluknya dengan erat.


''lepaskan aku kakak, apa kakak mau semua pelayan melihat tingkah kita seperti ini!'' marah sisil kepada ramon.


''percuma itu asisten pengacau ku sudah melihat!'' kata ramon sambil melirik kearah luki, asisten pribadinya.


sisil melihat luki yang berdiri dan melihat kearah mereka di depan pintu itu, ia sangat malu sekali, bagaimana bisa suaminya masih enggan melepaskan dia sementara ada asisten luki melihat tingkah mereka.


''lepaskan aku, apa kakak mau aku gigit lagi!'' ancam sisil.


''sayang......kenapa kamu buas sekali kepada ku, bukan hanya di atas ranjang saja!'' rengek ramon sambil melepaskan sisil dari pelukannya walau sedikit terpaksa karena ada asisten luki di sana.


sisil langsung berdiri dan memungut tas nya yang jatuh di samping mereka tadi, ia langsung berjalan melewati luki asisten pribadi ramon dengan sedikit cuek, untuk menghilangkan rasa malunya.


ramon yang melihat sisil sudah sedikit jauh dari pintu utama itu ia langsung berteriak histeris dan menangis.


sisil yang mendengar itu ia jadi berhenti tuk melangkah, ia berbalik arah, ia langsung masuk lagi kedalam dan menuju kamarnya.


ramon yang melihat istrinya masuk kembali, ia jadi bahagia, aktingnya berhasil pikirnya.


ia menghampiri asisten pribadinya dan berkata, ''mengapa kau datang kemari? aku tak menyuruh mu datang kesini?'' tanya ramon kepada luki.


''ini tuan, perusahaan dalam keadaan genting, aku tidak tau bagaimana menyelesaikan nya!'' jawab luki dengan sedikit takut.


''aku tidak mau tau, kau harus bisa menyelesaikan nya, dan satu lagi kau harus memindahkan bunga, di perusahaan cabang, hari ini juga, dan jika istriku bertanya, katakan aku sudah memecat bunga dari perusahaan induk sekarang, dan buat semua karyawan menganggap bunga sudah di pecat, jangan datang kemari lagi aku mau bersenang-senang dengan isteri ku, kau paham!'' perintah ramon kepada luki yang dari tadi cuma bengong saja.


''tuan mengapa anda berubah sekarang?'' tanya luki pada akhirnya karena ia pusing melihat tingkah tuannya, yang seakan tak memperdulikan lagi perusahaannya, ia sibuk ingin bersama dengan isterinya saja pikir luki.

__ADS_1


''berubah bagaimana maksudmu?'' tanya ramon lagi sedikit penasaran.


''anda seakan bukan tuan ramon yang aku kenal dahulu, tuan ramon yang aku kenal ia sangat rajin bekerja, prinsip tuan ramon dahulu waktu adalah uang!'' kata luki lagi.


''umur mu sekarang berapa?'' tanya ramon kepada luki.


''mengapa tuan menanya umur ku?'' tanya balik asisten luki.


''kau jawab saja!'' kata ramon lagi.


''dua tujuh tuan, emangnya ada apa?'' tanya luki lagi.


''lebih baik kau cari calon istri, jika kau sudah dapat, lebih baik kau menikah, biar kau merasakan punya pasangan yang sangat kau cintai itu bagaimana, jika aku menjelaskan pada mu, kau gak akan ngerti, karena kau belum punya isteri!'' jelas ramon lagi.


''aku tau tuan, kau sangat bucin kepada isteri mu itu, iya kan!'' tebak luki.


''itu kau tau, masih tanya!'' kata ramon.


''tapi tuan, walaupun kau lagi bucin kepada isteri mu, tapi setidak nya, kau pikirkan juga, perusahaan!'' kata luki lagi.


''aku bisa jadi begini karena cinta, walaupun aku menikah bukan pada wanita yang aku cintai dahulu, aku ingin menikmati hasil kerja kerasku dengan orang yang aku cintai sekarang, sudah cukup bagiku menumpuk hartaku, sekarang saatnya aku ingin bersenang-senang, dan bermalas-malasan bekerja!'' jelas ramon lagi sedikit panjang.


''ia tuan, terserah padamu lah, jika perusahaan bangkrut, mungkin kau akan sadar nanti!'' ucap pasrah luki.


''jika perusahaan bangkrut, aku rasa aku tak akan jadi miskin, masih banyak bisnis ku yang lain, jika jadi miskin aku tak takut, karena aku dahulu berteman dengan namanya miskin!'' kata ramon lagi sambil berlalu dari hadapan luki karena ia merasa luki sudah menyita waktunya terlalu banyak.


sedangkan luki, ia hanya bisa membuang nafas dengan kasar melihat kepergian ramon sambil berkata dalam hati, ''dasar suami aneh isterinya mau kuliah tidak di ijinkan, ia malah menginginkan isterinya selalu di sampingnya seharian, dan dia mau malas-malasan bekerja!'' sambil berlalu dari rumah ramon.

__ADS_1


__ADS_2