Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# hari pertama kuliah #


__ADS_3

pagi ini sisil sudah sibuk mempersiapkan kebutuhan kuliahnya, ia nampak semangat sekali sampai ia tak melihat suaminya lagi memperhatikan nya.


saat sisil sudah rapi dengan pakaian kuliahnya, ramon sedikit jengkel dengan gaya pakaian sisil ''apaan tuh, ia berpakaian sangat seksi, seperti mau menggoda lelaki saja!'' pikir ramon, ia langsung menegur Sisil.


''kamu apa-apaan, pakai baju seperti ini? kamu mau kuliah, apa mau menggoda lelaki, aku tidak suka, cepat sekarang kamu ganti baju!'' perintah ramon dengan amara nya.


''gak mau, aku suka berpakaian seperti ini, gak terlalu seksi kok!'' jawab sisil.


''kamu mau ganti sendiri, apa aku yang menggantikan nya nanti!'' kata ramon lagi.


''ia,ia,ia,''jawab sisil sedikit sewot, ia terpaksa menuruti perintah ramon, jika tidak akan panjang masalahnya nanti, jika ramon yang mengganti pakaiannya.


setelah selesai berganti pakaian sisil, di ajak ramon langsung sarapan, setelah itu mereka berangkat ke tempat tujuan masing-masing.


sisil merasa canggung karena banyak mata lelaki melihatnya, ia langsung saja ke ruangan kelasnya, setelah selesai mata pelajaran yang pertama, ia kepustakaan, di sana ia duduk di sudut ruangan yang sudah ada bangkunya, dan membaca buku yang ia pilih di rak perpustakaan tersebut, tampak ia sadari dari ia masuk kepustakaan sampai ia duduk membaca buku sekarang ada sepasang mata memantaunya, dia adalah renal cowok paling tampan di kampus itu.


sedangkan ramon yang ada dikantornya setelah meeting bersama rekan bisnisnya, ia hanya duduk manis di kursi kebesarannya sambil termenung mengingat adegan panasnya di atas ranjang bersama isterinya, ia jadi tersenyum-senyum sendiri bahkan tampak ia sadari asistennya memperhatikannya dari tadi dan sedikit aneh menurut asisten luki.


''ada apa dengan tuan? apa dia sudah tak waras senyum-senyum sendiri seperti itu,'' pikir asisten luki.


akhirnya asisten luki mencoba menyadarkan ramon, ''tuan ada apa dengan tuan? sedari tadi senyum-senyum sendiri gak jelas!'' tanya asisten luki pada ramon sambil menggoyang tubuh ramon.


ramon yang diperlakukan seperti itu, oleh asisten luki akhirnya sadar, ''ah.....kamu ini mengganggu saja!'' jawab ramon dengan sedikit kesal.


''apa tuan lagi jatuh cinta ya?'' tanya asisten luki lagi sambil tersenyum.


ramon yang mendengar perkataan luki itu, jadi malu, ''apa ia aku lagi jatuh cinta sama sisil? jatuh cinta sama perempuan yang masih bocah!''pikir ramon dalam hati sambil tersenyum lagi.


ramon jadi teringat kepada sisil, ia berusaha menelpon sisil sekarang lewat hemponnya, ramon sekarang sudah ada no handphone sisil, karena ia sudah memberi sisil handphone baru.

__ADS_1


ramon kecewa karena no sisil tidak aktif, ''dia lagi apa ya? kenapa no nya tidak aktif?''pikir ramon.


ramon jadi punya ide untuk mencari bodyguard untuk sisil, ''luki tolong carikan bodyguard untuk sisil,'' perintah ramon kepada asisten luki.


''baik tuan,'' jawab asisten luki.


sementara itu di kampus sisil lagi fokus membaca buku, tiba- tiba ada seorang cowok tampan menghampirinya, ''maaf nona apakah aku bisa duduk di samping mu?'' tanya cowok itu yang tak lain adalah renal.


sisil yang mendengar itu ia langsung menghentikan bacaannya, dan mengangkat wajahnya sedikit, saat itu juga ia jadi bengong, ia tak menyangka ada cowok tampan sekali menghampirinya, dan ingin duduk di sampingnya.


''hello nona, apa anda mendengar perkataan saya tadi?'' tanya renal lagi kepada sisil sambil menggerakkan telapak tangannya di hadapan sisil.


seketika itu akhirnya sisil sadar dari bengong nya, ''bo'boleh tuan,'' jawab sisil sedikit gagap, ia jadi grogi, dan napasnya jadi tak beraturan.


''boleh aku kenal dengan mu?'' tanya renal lagi


''renal,'' ucap renal memperkenalkan nama nya.


sisil juga mengulurkan tangan nya dan menyebut nama nya.


setelah itu mereka mengobrol, dan bertukar no hempon masing-masing, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam satu siang, dan sisil akhirnya berpamitan pulang, karena jam dua nanti ia mau pergi bersama ramon yang sudah di janjikan malam tadi, entah kemana ramon akan mengajaknya sisil tak tau.


di perjalanan pulang sisil berhenti dahulu ke apotek, ia membeli pil kb, karena ia takut hamil, ia belum mau hamil, apalagi sekarang ia kuliah dan ramon belum menyatakan cintanya, ia merasa ramon hanya menginginkan nya karena nafsu bukan cinta.


setelah sampai di rumah, ia sedikit terkejut karena ramon sudah pulang duluan dan menyambut kepulangan nya.


''sayang kamu sudah pulang? gimana kuliahnya lancar?'' tanya ramon dengan mesra ia memanggil sisil sekarang dengan sebutan sayang atau menyebut nama sisil, bukan bocah lagi, entah sejak kapan ia terbiasa memanggil sisil sayang.


''ia lancar tuan,'' ucap sisil sambil melangkah masuk kedalam rumah, sisil langsung ke kamar, dan masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih tubuhnya, dan setelah rapi dan wangi ia menyusul ramon yang sudah duluan duduk manis di depan meja makan dan akhirnya mereka makan siang bersama.

__ADS_1


ramon akhirnya mengajak sisil ke suatu tempat, yaitu perumahan komplek mewah, di sepanjang perjalanan menuju kesana sisil hanya melamun, ia memikirkan renal cowok yang baru ia kenal hari ini di kampusnya.


''kenapa ia gak menghubungi aku ya?' apa mesti aku menghubungi dia duluan?'' pikir sisil dalam hatinya.


sementara ramon yang sejak tadi memperhatikan sisil, ia seakan di abaikan sama sisil, jika ia bertanya, sisil selalu menjawabnya dengan singkat, seakan malas melayani nya untuk mengobrol.


tak butuh waktu yang terlalu lama akhirnya mereka sampai di tempat tujuan, ramon mengajak sisil masuk kedalam sebuah bangunan rumah yang megah, sisil sangat kagum akan kemegahan rumah itu sehingga ia bertanya kepada ramon.


''tuan ini rumah siapa? mengapa kau mengajak aku kesini?'' tanya sisil sedikit penasaran.


''ini rumah kita sayang, aku baru membelinya, untuk hadiah pernikahan kita, jawab ramon.


''kenapa anda membeli rumah lagi, rumah kita yang lama masih bagus tuan?'' jawab sisil, ia merasa suaminya ini terlalu berlebihan menghamburkan uang.


''ia, tadi kan aku sudah katakan ini untuk hadiah, kenapa kau gak suka dengan rumah ini? kalau kau gak suka biar aku belikan rumah yang lain lagi, yang menurut selera mu!'' kata ramon lagi.


''oh baiklah aku ngerti, aku suka tuan, mana mungkin aku gak suka rumahnya semegah ini, apakah kita akan tinggal di sini tuan?'' tanya sisil lagi.


''ia sayang, tapi kamu yang sabar dikit ya, karena satu minggu lagi baru bisa kita pindah di sini soal nya, masih ada yang belum selesai!'' ucap ramon.


setelah melihat-lihat ruangan rumahnya ramon mengajak sisil pulang ke rumah lamanya.


sesampai di rumah sisil langsung ke kamar dan pergi mandi, sedangkan ramon duduk di ruangan keluarga sambil menerima telepon dari orang suruhannya, di dalam percakapan mereka orang suruhan ramon menyampaikan kepada ramon bahwa bunga sudah kembali di negara ini, dan sekarang ada di rumahnya, ia juga memberi no handphone bunga kepada ramon, entah dari mana ia mendapatkannya, yang pasti nya ramon bahagia mendengar itu semua.


setelah itu ia langsung menghubungi bunga, ''hallo? apa kabar?'' tanya ramon setelah ia dapat menghubungi bunga.


''baik, ini siapa ya?'' tanya balik bunga.


saat ramon ingin menjawab, tiba-tiba sisil datang dari belakang, sehingga ramon tergesa-gesa mematikan handphone nya.

__ADS_1


__ADS_2