Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# sisil kecewa sama ramon #


__ADS_3

keesokan harinya, sisil pergi kerja terpaksa di antar sama ramon karena ia masih takut Sama dua lelaki yang mengikuti dia waktu itu, sedangkan papanya harus pergi cepat-cepat karena ada meeting di kantornya.


"pagi sayang......!" ucap ramon kepada sisil saat ia sudah sampai di rumah sisil dan bertemu sisil.


"pagi juga, maaf ya kak aku jadi ngerepotin kamu!" kata sisil lagi.


"aku gak merasa di repotin, malah aku senang bisa nganter kamu kemana-mana!" kata ramon lagi sambil tersenyum.


"ayo kita berangkat!" kata ramon lagi.


ramon dan sisil akhirnya berangkat kerja, ramon merasa sangat bahagia karena ia bisa sedekat ini dengan sisil lagi.


tapi saat sisil memberi tahukan bahwa ia kerja di tempat revan, ramon sedikit cemburu.


"kamu kerja di mana sayang?" tanya ramon pada sisil saat mereka sudah dalam mobil.


"aku kerja di perusahaan revan!" jawab sisil


"kenapa sih kamu mau kerja di sana? sedangkan di perusahaan ku kamu gak mau!" tanya ramon.


"aku nyaman kerja di sana!"


"berarti kalau di perusahaan ku tidak nyaman?"

__ADS_1


"bukan begitu, di perusahaan kakak kan aku sudah pernah kerja, di sana aku mau cari pengalaman baru saja!" jawab sisil lagi.


"kuliah mu bagaimana?" tanya ramon lagi.


"nanti, kalau sudah banyak uang!"


"kau gak usah mikirin uang, aku masih sanggup membayar nya!"


"gak usah, itu bukan kewajiban kakak lagi!" tolak sisil.


"kenapa kau masih menganggap aku orang lain, meski kita bukan suami-isteri lagi aku masih sayang sama kamu!" kata ramon lagi.


tak terasa mereka sudah sampai di perusahaan revan, ramon langsung menghentikan mobilnya di tepi, ia sengaja tidak memakai sopirnya karena ia mau berdua saja dengan sisil.


sisil merasa terharu, ia tak percaya ramon masih memperlakukan dia dengan romantis meskipun mereka sudah cerai.


sisil akhirnya bergegas masuk kedalam perusahaan revan, karena waktu nya sudah tiba, dan ramon langsung cabut dari tempat tersebut.


tak terasa waktu sudah menunjukkan jam pulang kerja, revan langsung mengatakan ia mau pulang bareng sama sisil.


revan sedikit cemburu melihat sisil diantar ramon pergi nya tadi.


"sayang kita bareng ya pulangnya!" ajak revan pada sisil.

__ADS_1


"gak usah aku bisa pulang sendiri!" jawab sisil.


"katakan saja kamu mau pulang di jemput sama mantan suamimu, dan tidak mau pulang bareng aku!" kata revan lagi sambil cemberut.


"bukan gitu, aku hanya tidak enak sama karyawan lain!" jawab sisil lagi.


"gak ada kata tidak enak, aku mau bareng sama kamu, kalau tidak aku tidak mau pulang biar aku nginap saja di kantor ini!" kata revan sedikit memaksa.


sisil jadi bingung, padahal yang ia tau revan orang nya tidak suka memaksa, tapi mengapa sekarang seakan ia memaksa untuk pulang bareng dengan nya, pikir sisil.


sisil jadi terpaksa pulang bareng sama revan, dan di tengah jalan ia tak sengaja melihat dua lelaki yang mengikuti dia kemaren, dan ia sangat terkejut karena dua lelaki tersebut lagi berbicara dengan ramon.


sisil langsung menyuruh revan berhenti dan ia langsung menghampiri ramon dari belakang, ramon tak menyadari bahwa sisil ada di belakang nya, ia masih menceritakan tentang sisil yang ketakutan akibat orang yang ia suruh, ia juga tak mengerti anak buahnya memberi kode bahwa sisil ada di belakang.


"bagus sekali, taktik mu kak, aku tak percaya bahwa semua ini ulahmu jika aku tidak melihat dan mendengar langsung dari bibirmu yang bicara!" kata sisil dengan raut wajah masam sambil memukul-mukul tubuh ramon.


"bukan begitu, ini semua....!"


belum lagi ramon selesai bicara sisil langsung memotongnya.


" aku kecewa sama kamu kakak!" kata sisil sambil berlari meninggalkan ramon.


"sisil ini semua kulakukan hanya untuk dekat dengan mu!" teriak ramon sambil mengejar sisil.

__ADS_1


tapi sisil tak peduli ia langsung masuk ke mobil revan dan menyuruh revan cabut dari tempat itu sambil menangis.


__ADS_2