Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
#sisil bekerja di restoran#


__ADS_3

sedangkan sisil yang baru bangun di rumah ibu lesna, ia berinisiatif untuk membantu ibu lesna di warung bakso.


dengan adanya sisil membantu di warung bakso ibu lesna warung itu rame pembelinya sama saat dahulu sisil kerja di sana, tetapi sisil merasa bosan berada di warung itu.


tak terasa sudah hampir tiga hari sisil di rumah ibu lesna, sisil akhirnya merasa jadi beban saja berada di sini, ia akhirnya berpikir untuk mencari kerja hari ini.


pagi-pagi sekali ia sudah rapi, dan bergegas sarapan, setelah sarapan sisil berpamitan kepada ibu lesna untuk mencari kerja.


''ibu sisil pergi cari kerja dulu ya!'' pamit sisil.


''loh kenapa cari kerja, kamu kerja aja sama ibu di sini, ibu gak keberatan sisil.'' jawab buk lesna.


''sisil mau cari kerja di luar ibu, di sini kan ibu ada karyawan yang membantu!'' kata sisil lagi, memang ibu lesna ada yang membantu di warung baksonya, tetapi ia gak keberatan bila sisil mau kerja sama dia lagi, karena ia memang sudah menganggap sisil seperti anaknya.


''ya sudah kalau kamu mau cari kerja di luar, tapi kalau tidak dapat kerja sama ibu saja!'' jelas ibu lesna lagi.


''baiklah bu, sisil pergi dulu!'' kata sisil lagi sambil menyalami tangan ibu lesna dan beranjak keluar dari rumah ibu lesna.


sudah hampir siang, sisil belum juga mendapat kerja yang ia inginkan, hingga akhirnya ia melewati sebuah restoran dan ia membaca ada lowongan kerja tertulis di sebuah kertas di tempel di pintu masuk restoran itu, sisil dengan cekatan melamar di sana dan akhirnya di terima, setelah itu ia pulang lagi kerumah ibu lesna.


mulai besok ia akan bekerja di restoran itu.


sementara ramon ia sibuk menghubungi sisil lewat handphone nya sambil mencari keberadaan sisil.


ramon memasuki restoran yang di lamar sisil tadi, sekitar 20 menit yang lalu untuk mengisi perutnya yang dari malam tadi kelaparan karena sibuk mencari sisil.


''hallo?''


''sisil kau dimana?'' akhirnya ramon bisa menghubungi sisil, tetapi langsung dinonaktifkan lagi oleh sisil handphone nya.


sehingga membuat ramon kesal.

__ADS_1


''ih......kenapa ia langsung mematikannya, aku ingin minta maaf padanya, dan menjemput ia pulang, di mana ia bersembunyi,'' gerutu ramon dalam hatinya.


karena ia kesal dan perutnya sudah sangat lapar sekali akhirnya ia menyantap makanan yang ada di atas meja, yang sudah ia pesan tadi, setelah itu ia melanjutkan pencarian nya terhadap sisil.


sisil yang baru saja mendapat telepon dari ramon ia masih kesal dan marah sama ramon hingga akhirnya ia menonaktifkan kembali ponselnya.


hingga larut malam ramon belum juga berhasil menemui sisil, tetapi ia tidak akan menyerah sampai isterinya itu di temukan.


tepat pukul 3 dinihari ramon baru pulang kerumahnya, dengan hasil yang hampa.


* keesokan pagi nya *


sisil di pagi ini sudah semangat sekali untuk bekerja di restoran tempat ia melamar kemaren!


pagi-pagi sekali ia sudah rapi dan siap untuk pergi kerja, setelah sarapan bersama ibu lesna sisil akhirnya berangkat kerja.


sesampai di sana sisil langsung di suru kerja, sisil bekerja sebagai pelayan di restoran itu, hal itu sangatlah ia senangi, karena kerjanya sudah biasa ia lakukan di warung ibu lesna jadi gak sulit untuk sisil kerjakan.


''kau masih kuliah atau sudah menikah?'' tanya rekan kerja sisil yang bernama hana, sambil membersihkan meja-meja yang ada di restoran itu bersama sisil.


sisil jadi bingung jawabnya karena apa yang di tanya teman baru nya itu semua nya ia alami sekarang!


jadi sisil hanya mengangguk dan tersenyum saja pada hana.


hana sedikit bingung yang mana jadi jawaban yang benar mengenai sisil, tetapi ia diam saja tak bertanya lagi.


tepat pukul jam 5 sore sisil pulang bersama Hana kebetulan pulangnya searah.


sisil dan hana pulang naik sepeda motor milik hana, saat mereka melintasi jalan tiba-tiba saja motor hana pecah ban, dan saat itu mobil ramon lewat di depan mereka, tapi ramon tak melihat kearah sisil saat sudah sedikit jauh sopir ramon melihat kearah kaca spion mobil hingga ia melihat tubuh sisil berdiri di belakang mobil mereka hingga akhirnya ia berhenti mendadak, membuat ramon kesal pada sopirnya!


''hey kau bisa mengendarai apa tidak?'' bentak ramon.

__ADS_1


sopir itu tak menghiraukan perkataan ramon ia langsung memberi tahukan bahwa ia melihat sisil.


''maaf tuan, ada nona sisil berdiri di belakang mobil kita.'' kata sopir itu dengan lantang.


ramon langsung menoleh kebelakang dan ia langsung turun dari mobilnya dengan tergesa-gesa, setelah ia benar-benar melihat sosok wanita yang sangat ia rindukan.


''sisil............!'' teriak ramon dengan kencangnya.


saat nama nya terdengar di panggil orang sisil menoleh kearah ramon, dan ia sejak tadi tak memperhatikan mobil suaminya lewat di depan mereka.


sisil dengan sigap berlari meninggal kan dari tempat itu, ia tak mau ramon mendekat kearahnya dan membawa ia pulang nanti pikir sisil, tapi ramon ia melihat sisil berlari ia pun mengejarnya sambil teriak.


''sisil jangan kabur, aku merindukan mu!'' teriak ramon lagi.


sedangkan hana dan sopir ramon hanya terdiam terpaku melihat kejadian itu, hana tak mengerti mengapa sahabat barunya itu berlari sekencang-kencangnya saat melihat pria yang tak ia kenali memanggil nama sisil.


sisil akhirnya dapat kabur dari ramon ia langsung naik bis yang kebetulan berhenti di depannya, dan setelah sisil naik, bis itu berjalan lagi.


ramon sangat marah kepada sopirnya, karena tak dapat mengejar bis yang di naik sisil.


''ahk.........! sial, bodoh sekali dirimu, mengejar bis itu saja tidak bisa.'' marah ramon kepada sopirnya, sambil membuka pintu mobil dan membanting nya dengan keras lalu masuk kedalam rumahnya.


ia berteriak meraung-raung memangil nama sisil, di dalam kamar, dan meremas rambut nya frustasi.


sambil menangis ramon berkata sendiri.


''sisil....mengapa kau kabur, aku sangat merindukan mu, maafkanlah diriku, apa kau mau membuat ku gila, setiap hari mencari dirimu!'' gerutu ramon dalam hatinya.


''sebenci itukah dirimu kepada ku sekarang?'' tanya ramon dalam hatinya.


sedangkan sisil yang bisa kabur dari pengejaran ramon jadi tersenyum dan lega hatinya, ia tak menghiraukan teriakan ramon tadi, karena ia masih marah sama ramon.

__ADS_1


sisil akhirnya sampai di kediaman ibu lesna dengan lega, ia berharap tak di pertemukan lagi dengan ramon karena ia terlanjur kecewa dengan suaminya itu.


__ADS_2