
jam menunjukkan waktu telah sore, akhirnya sisil terbangun dari tidurnya, ia tak menemukan ramon di sisinya, ''di mana ramon,'' pikir sisil, ''apa dia kembali ke kantor,'' pikir sisil lagi.
''aduh.....aku lupa mau ngerjai dia,'' pikir sisil lagi sambil menepuk keningnya sendiri, banyak sekali yang dipikirkan sisil tentang suaminya itu.
sedangkan ramon yang ada di ruangan kerjanya, lagi menyelesaikan pekerjaan kantornya yang belum selesai, ia sudah mandi dan rapi, ia sudah makan yang kenyang, setelah ia memijit sisil tadi ia baru mengerjakan semuanya tentang dirinya.
hingga hari beranjak malam ramon baru masuk lagi ke kamarnya, ia mau mengajak sisil makan malam.
''sisil kamu sudah bangun?'' kata ramon dibelakang sisil sambil memeluk isterinya itu dari belakang, sehingga membuat sisil sedikit terkejut, karena dari tadi sisil lagi melamun entah apa yang di lamunkannya.
ramon kini merasa ingin selalu berada di dekat isterinya, ia ingin memanjakan isterinya itu layaknya seorang ratu.
ramon meletakkan dagunya di bahu sisil, ia lebih mengeratkan pelukannya, dan sesekali mencium pipi sisil dari samping, ia penasaran kenapa isterinya kini tak memberontak seperti biasanya.
sedangkan sisil hanya mampu berdiam saja, ia jadi pemalu dan pendiam sekarang, saking diamnya ia tak membalas perkataan ramon, karena ramon memeluknya sedikit manja hatinya sedikit tersentuh, sisil memang suka jika ia di sentuh dengan lembut seperti sekarang ini, tidak seperti waktu itu ramon menyentuhnya sedikit berutal.
''sayang kenapa diam saja? apa kamu marah aku memeluk mu? ayo kita makan malam, entar kamu sakit lagi sayang,'' kata ramon lagi dengan sedikit lembut.
''tidak, ayo kita makan,'' jawab sisil seadanya.
mereka berdua makan malam di kamar, mereka jarang makan di ruangan makan.
setelah makan ramon mengajak sisil bersantai di ruangan keluarga sambil nonton tv, mereka mengobrol, bersenda gurau, sisil mulai merencanakan mengerjai ramon, walaupun keadaannya baru sehat.
ia membuatkan minuman untuk ramon tapi minuman itu sudah ia masukkan sesuatu di dalamnya, setelah itu ia memberikannya kepada ramon.
''terimakasih isteriku,'' ucap ramon sambil menerima secangkir minuman dan ia meminumnya langsung.
tapi tak berapa lama sekitar sepuluh menit, perut ramon mulai mules ia segera ke toilet, untuk mengeluarkan bab/buang air besar nya.
tapi ramon bingung, biasanya ia tak biasa bab/ buang air besar terus menerus seperti itu, ini pasti ada yang salah dari yang ia makan, pikir ramon lagi.
tak berapa lama ia ingat, tadi sisil memberi ia minuman, pasti sisil memasukkan sesuatu dalam minuman tadi tebak ramon.
ramon segera menemui sisil ia akan meminta pertanggung jawab sisil.
setelah sampai di hadapan sisil ramon berkata, ''sisil.........! ini pasti ulah mu kan?''
sisil langsung lari menjauh dari ramon, karena rahasia nya sudah di ketahui ramon.
setelah ia lumayan jauh dari ramon, sisil membalikkan badannya, dan mengejek ramon, ''week......week......!'' sambil menjulurkan lidahnya kepada ramon dan berlari sekencang-kencangnya.
sedangkan ramon yang melihat tingkah sisil seperti itu, ia sangat kesal, seakan ia ingin memakan sisil sekarang juga, ia mengejar sisil, tapi sebelum ia dapat mengejar sisil, perutnya kembali mules, dan ia kembali ke toilet, ramon sangat menggerutuki sisil, ''dasar isteri kurang ajar, awas kau nanti akan ku beri hukuman,'' kata ramon dalam hati.
__ADS_1
sedang kan sisil sekarang ia tertawa terbahak-bahak, di dalam kamar, ''rasakan kau tuan ramon, emang enak di kerjain,'' kata sisil dalam hati.
sedangkan ramon sekarang sungguh tersiksa dengan yang sisil lakukan, ia benar-benar capek, bolak-balik ke toilet, setelah sedikit lama akhirnya, perutnya kembali normal, setelah itu ia masuk kekamar, ia melihat sisil sudah tertidur keenakan di atas kasur.
''awas ya kau besok, kau harus ku beri hukuman yang setimpal,'' kata ramon dalam hati, dan dia ikut tertidur di samping sisil.
mungkin karena kecapean ramon cepat sekali tidurnya.
tak terasa hari sudah beranjak pagi, ramon sudah duluan bangun dari sisil, ia memberi kabar kepada asistennya bahwa hari ini ia tidak ke kantor, di karenakan ramon masih capek akan hal yang menimpa dia malam tadi.
setelah ia memberi kabar kepada asistennya, ramon kembali tidur-tiduran di kasur, ia sengaja menunggu sisil bangun untuk menghukum sisil atas perbuatannya malam tadi.
setelah lima menit ramon menunggu akhirnya sisil bangun juga.
''pagi isteri ku yang cantik, kau sudah bangun ya?'' sapa ramon kepada sisil sambil tersenyum licik.
sisil yang melihat ramon seperti itu, seakan ia paham akan terjadi sesuatu yang tak di inginkan, ia mulai berencana untuk kabur, tapi sebelum sisil berhasil untuk kabur, tangan sisil sudah di tahan oleh ramon.
''kau mau kemana sayang.......!'' kata ramon.
''a,aku mau mandi,'' jawab sisil tergagap.
''gak perlu, nanti kau berkeringat lagi, lebih baik kau dengar dulu ucapan ku,'' kata ramon lagi.
''kau akan ku beri hukuman, atas perbuatan mu malam tadi,'' jawab ramon.
''gak mau, aku kan cuma balas dendam kepada tuan, karena tuan aku kan jadi sakit,'' kata sisil lagi.
''kau tidak bisa menolak, perihal kau sakit aku kan sudah mintak maaf dan aku sudah merawat mu sakit hingga kau sembuh.'' debat ramon kepada sisil.
''emang hukuman nya apa? jangan macam-macam ya!'' tanya sisil lagi.
''tidak, tenang saja, hukuman mu saat ini mengepel semua ruangan di rumah ini.'' jelas ramon kepada sisil.
''apa?''
''hey tuan, rumah mu ini besar masa aku harus mengepel semuanya? aku gak mau kalau gitu!'' bantah sisil.
''aku sudah bilang kau tak bisa menolak, ayo sekarang di mulai nanti keburu siang, mumpung lagi pagi sekarang, sekalian kau olah raga jadinya,'' kata ramon lagi.
''iya, iya, tapi aku ganti baju dulu, tapi ngomong-ngomong kenapa tuan tidak kerja hari ini?'' tanya sisil lagi.
''aku masih kecapean, karena malam tadi,''alasan ramon, padahal dia gak kecapean lagi, hanya alasannya karena ia mau memberi hukuman kepada isterinya.
__ADS_1
''oh......kalau gitu aku mau ganti baju dulu tuan!'' kata sisil lagi.
''baiklah aku tunggu kau di bawah,'' ucap ramon sambil berlalu dari kamar itu.
sedangkan sisil ia mengganti bajunya, ia
memilih memakai baju kaos pendek yang ketat, dan celana pendek sebatas pahanya.
''ini nyaman, jika di pakai untuk mengepel,'' kata sisil dalam hati nya.
setelah selesai ia segera turun ke bawah, untuk menemui ramon, ia tidak lupa juga membawa hemponnya dan juga handsetnya.
sisil berlari-lari kecil, sambil mendengar lagu dari handsetnya, ia sesekali mengikuti lagu itu.
sesampai ia di hadapan ramon, sisil menyanyi sedikit, mengikuti lagu yang ia dengar dari hemponnya, ''setan dalam hati ikut bicara, bagaimana kalau ku selingkuh saja, ku punya banyak teman lelaki seperti nya ku kan bahagia.''
''apa kau bilang kau ingin selingkuh?'' tanya ramon, ia sedikit emosi karena sisil menyayikan lagu itu.
''itu hanya lirik lagu tuan, aku hanya mengikutinya saja.'' jawab sisil.
''apa kau tau, perkataan itu adalah do'a,'' omel ramon.
''ia,ia hanya lirik lagu saja di permasalahkan.'' kata sisil lagi.
''ya sudah, sekarang kau kerjakanlah hukuman mu, mulai dari ruangan tamu kau mengepelnya, harus bersih ya!'' perintah ramon lagi.
sisil langsung mengambil alat pel, ia mulai mengepel di ruangan tengah, sambil mendengar lagu dari handsetnya, dan berjoget- joget karena sekarang ia lagi mendengar lagu dangdut.
sedangkan ramon yang dari tadi, senang melihat sisil menjalankan perintahnya, sedikit kuatir, karena melihat sisil mengepel sambil berjoget.
''sisil mengapa kamu mengepel seperti itu, nanti kau jatuh jika mengepel sambil berjoget!'' kuatir ramon.
''tidak tuan, aku sudah biasa bekerja sambil berjoget,'' jawab sisil.
sebenarnya ramon kasian bila melihat sisil melakukan itu, karena ia teramat sayang sama sisil, tapi karena ia kesal sama sisil yang sudah mengerjainya tadi malam, ia harus tega, menghukum sisil, biar sisil Kapok, pikir ramon.
saat sisil sudah mengepel tiga ruangan, keringat mulai bercucuran di keningnya ramon yang melihat itu ia mulai tak tega, ia mengambil tisu, dan mendekati sisil, ia langsung mengelap kening sisil, sambil berkata, "sudahlah sebaik nya kita sarapan dulu!'' kata ramon.
''tapi hukuman aku belum selesai tuan,'' jawab sisil.
''biar diselesaikan dengan pelayan, ayo sarapan, nanti kau sakit lagi,'' kata Ramon.
''asik, akhirnya hukuman ku selesai,'' pikir sisil dalam hatinya.
__ADS_1
akhirnya mereka berdua sarapan, selesai sarapan ramon mengajak sisil berjalan-jalan.