
hari weekend ini sisil benar-benar kesal terhadap ramon, karena ramon tak mengijinkan ia untuk pergi ke pesta ulang tahun temannya yang bernama Luna.
''kakak........!aku mohon, ijinkan aku untuk pergi ke pesta ulang tahun luna,'' rengek sisil di pagi itu.
''aku sudah bilang sisil, waktunya kamu bersama teman-teman mu cuma satu kali dalam satu bulan, saat nya sekarang kau bersama dengan diriku!'' jawab ramon dengan tegas.
''kakak jahat!'' ucap sisil ia langsung pergi dari hadapan ramon yang masih terpaku di dalam kamar.
sisil akhirnya pergi ke taman bunga yang ada di belakang rumahnya, di sana ia memetik bunga yang ia sukai dan mencium bunga segar, untuk menghilangkan stres nya menghadapi suaminya yang posesif itu, sambil duduk-duduk di bangku yang sudah di sediakan di taman itu.
setelah hampir dua puluh menit, ramon mengikuti sisil ke taman, sesampai ia di sana ia langsung ingin duduk di dekat sisil tapi sebelum ia dapat mendudukkan dirinya sisil langsung berkata.
''kakak..... stop! jangan dekat-dekat diriku, aku lagi kesal sama kakak, sebaiknya kakak pergi saja dari hadapan ku!'' ucap sisil lagi.
ramon yang mendengar itu ia seakan tak percaya, jika istrinya berkata seperti itu, hanya karena tak di ijinkan pergi ke pesta temannya.
''oh begitu, baiklah, asal kau tahu, semua ini aku lakukan untuk keselamatan dirimu, aku takut kejadian waktu itu terulang lagi, tapi baiklah jika kau tak mau aku urusi aku akan membebaskan mu, aku tak akan peduli pada dirimu lagi, walaupun nanti hal buruk yang terjadi pada dirimu! ramon jadi marah sekali dengan sisil, karena niat baiknya tidak di terima oleh istrinya itu, setelah berkata begitu ramon langsung pergi dari hadapan sisil.
sedangkan sisil yang mendengar perkataan suaminya tadi jadi terbengong, ia jadi serba salah, hingga akhirnya ia masuk ke rumah mengikuti ramon, ia pikir suaminya itu masuk ke kamar, hingga sisil masuk ke kamar mencari ramon, tapi sampai di kamar ia tak menemukan orang yang ia cari.
''kemana pergi nya!'' ucap sisil dalam hatinya.
setelah itu ia langsung pergi ke luar dari kamarnya untuk mencari ramon, setelah sepuluh menit ia mencari suaminya di rumah itu, tak menemukan sosok suaminya, hingga akhirnya ia menanyakan kepada pelayan yang ada di rumah itu.
''bik ita, dimana suamiku sekarang?'' tanya sisil kepada pelayannya yang bernama ita tersebut .
''tuan baru saja keluar dari rumah nona!'' jawab pelayan itu dengan ramah.
__ADS_1
''oh......!'' jawab sisil sambil tersenyum, ia
mulai merencanakan sesuatu.
sisil akhirnya jadi pergi ke pesta ulangtahun temannya luna, walaupun sedikit terlambat, sesampai di sana acara nya sudah di mulai, sisil langsung saja masuk ke rumah luna, ia mencari keberadaan luna di tengah ramainya tamu undangan.
''sisil kau datang juga? aku kira kau tidak datang tadi, karena acaranya hampir saja sudah selesai!'' kata luna, saat ia bertemu sisil
''maaf.........!aku terlambat, ini saja aku untung bisa datang, soalnya suamiku tak mengizinkan aku untuk hadir di pesta ulang tahun mu, kau tau sendiri kan bagaimana sifat suamiku!'' jawab sisil sambil menyalami luna dan mengucapkan selamat ulang tahun kepada sahabat nya itu.
''kadonya mana?'' tanya luna sambil tersenyum malu-malu.
''kau ini, sudah dapat kado yang banyak dari teman mu yang lain, tapi masih juga nagi kado pada ku!'' jawab sisil sambil membuka tas nya, dan mengambil kotak kecil yang sudah di hiasi seperti kado dan memberikan kepada luna.
luna dengan bahagia menerima kado kecil yang diberikan sisil dan ia memberi topeng berbentuk kupu-kupu kepada sisil,dan sisil pun langsung memakainya.
sementara itu ramon yang tadi keluar dari rumahnya ia benar-benar marah kepada sisil, ia pergi ke sebuah bar terbesar di kota itu.
''tumben teman kita satu ini ingin gabung disini, semenjak nikah kamu gak pernah mau lagi kesini!'' sindir aldi salah satu teman ramon.
''ia, ya...!''kata alek juga merespon perkataan aldi.
''aku tau, pasti lagi ada masalah sama istrinya!'' tebak aldi.
''ha......ha......ha! tawa mereka berdua.
sedangkan ramon hanya diam saja sambil sesekali meneguk minuman alkohol di hadapannya yang sudah ia pesankan.
__ADS_1
melihat ramon diam saja, aldi menyindir lagi ramon, ''itu mangkanya alex, isteri itu harus dua, jika kita ada masalah sama istri pertama, kita bisa Heppi sama istri kedua!'' kata aldi lagi sambil matanya melirik ke ramon.
''kalau aku mending, gak punya isteri, bikin pusing kepala, kalau lagi kepengen, tinggal tunjuk saja, yang aku mau di tempat ini, pasti tak ada yang nolak, hehehe! ucap Alex.
setelah hampir satu jam ramon di bar itu, ia keluar dari tempat itu, ia tak peduli dengan temannya yang nampak kebingungan karena ramon pergi dan datang di bar itu tak berbicara sedikit pun, pergi menyelonong begitu saja.
ramon teryata mengikuti sisil ke rumah luna, karena ia dapat informasi dari pelayan nya di rumah bahwa sisil pergi ke pesta luna tersebut.
hampir tiga puluh menit ramon sudah sampai di rumah luna, ia langsung masuk kedalam rumah luna dengan tampilan nya yang memakai topeng yang di sediakan di acara itu, hingga akhirnya orang-orang yang ada di acara itu tak mengenali nya.
ramon sibuk mencari keberadaan istrinya itu di tengah keramaian tamu undangan, setelah hampir lima menit akhirnya ia menemukan orang yang ia cari, ia tak menghampiri isterinya itu, ia hanya mengawasi sisil dari jarak jauh.
setelah dua jam sisil berpamitan kepada luna, ia juga mau pergi ke suatu tempat yang sudah lama ia tak datangi.
''lun aku pamit dulu ya, lagian acaranya juga sudah selesai!'' ucap sisil.
''ia terima kasih ya, atas kehadiran nya, ya sudah aku masuk dulu ya sil, masih banyak kerabat ku di dalam soal nya sil, gak enak!'' kata luna lagi saat ia mengantar sisil keluar dari rumahnya.
''ia sudah, masuk la, itu sopirku juga sudah kemari!'' jawab sisil sambil pergi menuju kearah mobil nya, sedangkan luna masuk kedalam.
sisil langsung masuk kedalam mobilnya, ia langsung menyuruh sopirnya untuk menuju ke pasar, hal itu membuat sopirnya bingung.
''pak tolong langsung ke pasar A, ya!'' kata sisil kepada sopirnya.
''gak langsung pulang non, nanti tuan marah!'' jawab pak sopir.
''aku sudah bilang, gak usah takut sama suamiku, ia tak akan marah, aku yang tanggung jawab!'' kata sisil lagi.
__ADS_1
akhirnya sopir sisil menjalankan mobilnya, menuju ke pasar yang di katakan sisil tadi, tapi hatinya belum tenang bila tidak meminta ijin kepada ramon, tampak sisil ketahui, sopirnya memberi pesan lewat hemponnya kepada ramon untuk membawakan sisil ke pasar dan ramon mengijinkannya.
...----------------...