
"sisil....!" teriak salwa dengan kencang, ia sangat marah dengan sisil, dengan raut yang sangar ia menghampiri sisil, ia sangat cemburu dengan sisil yang bisa sedekat itu dengan ramon, ia sangat berharap bisa jadi kekasih ramon, tapi malah sisil yang dekat dengan ramon.
"ikut aku sekarang!" kata salwa lagi.
sisil akhirnya mengikuti salwa ke ruangan salwa.
sedangkan ramon, ia langsung kabur dari toko itu, ia takut gara-gara dia sisil jadi kena marah lagi.
setelah sampai di ruangan salwa, sisil langsung kena marah oleh salwa.
"kau benar-benar tak pantas bekerja di sini, apa kau tau batasan antara kau dengan atasan, tuan ramon itu sudah termasuk atasan mu, ia sudah menanam saham di toko ku ini, sekarang juga kau ku pecat, ni ambil gaji mu, dan pergi lah dari toko ku!" kata salwa sambil melempar amplop coklat berisi uang gaji sisil sebulan, ia rela memberi uang gaji sisil sebulan karena ia sudah tak mau melihat sisil ada di tokonya lagi, baginya sisil penghalang untuknya mendekati ramon.
"tapi mbak, bukan aku yang salah, tuan ramon yang menggangu ku lebih duluan, tolong mbak pikir kan lagi, aku masih butuh pekerjaan ini!" protes sisil pada salwa sambil memohon jangan di pecat.
"tidak, aku tidak terima alasan apapun, kau tetap ku pecat, pergi lah!" kata salwa lagi sambil menunjuk ke arah pintu.
sisil akhirnya harus menerima keputusan salwa, walau ia masih ingin bekerja di toko itu, dengan berat hati ia melangkah pergi keluar dari toko salwa menuju ke kantor ramon, entah apa yang membuat sisil ingin pergi kekantor ramon.
sesampai ia di kantor ramon, ia langsung ingin masuk ke ruangan ramon, ia ingin memarahi ramon, tetapi di cegah oleh sekretaris ramon.
"maaf anda siapa? jangan masuk ke ruangan tuan ramon sesuka hatimu!" kata sekretaris ramon kepada sisil, sekretaris ramon ini belum mengenal sisil ia baru bekerja beberapa hari ini.
"aku hanya ingin bertemu dengan tuan mu, aku ingin mengasih pelajaran kepada tuan mu!" teriak sisil dengan emosi.
sementara itu ramon yang ada di dalam ruangannya jadi keluar, ia ingin tahu mengapa ada keributan di depan ruangannya.
setelah ia keluar ia melihat sisil lagi berdebat dengan sekretaris nya, ia tersenyum dan melangkah mendekati sisil.
__ADS_1
"sayang......kau datang ingin menemui ku, mari ke ruangan ku!" kata ramon saat sudah di dekat sisil sambil tangan nya memberi kode kepada sekretaris nya untuk pergi.
sekretaris ramon akhirnya beranjak pergi.
"kakak aku benar-benar tidak mengerti ya, kau sudah mengganggu ku bekerja tadi, hingga akhirnya aku di pecat dan kau pergi tanpa membantuku menjelaskan semua nya kepada bos ku itu, sekarang seolah-olah tidak terjadi apa-apa, emang apa mau mu? membuat aku seperti ini!" teriak sisil dengan amarah yang menggebu.
"sayang jangan marah begitu, aku malah senang kau di pecat dari kerja mu, karena aku pengen kau kerja dengan ku, tidak akan aku memecat mu atau memarahi mu!" kata ramon sambil tersenyum.
sementara itu sekretaris ramon yang belum terlalu jauh melangkah akhirnya mendengar pembicaraan ramon dan sisil, ia jadi bingung kenapa ramon bersikap baik dan memanggil sayang sama wanita yang berdebat dengan nya itu.
"aku tidak mau bekerja di perusahaan mu dan ingat jangan mengganggu ku lagi!" kata sisil dengan tegas sambil ingin berlalu dari hadapan ramon tapi secepat kilat ramon menarik pergelangan tangan nya dan sisil jadi tak dapat melangkah pergi.
"lepaskan pergelangan tangan ku!" kata sisil lagi sambil melotot dengan ramon, tapi ramon tak menghiraukan ia malah tersenyum.
"kenapa kau keras kepala sekali, aku hanya ingin yang terbaik untuk mu, aku mohon sayang beri aku satu kali kesempatan lagi untuk jadi suami mu, akan ku buktikan aku akan berubah, aku tidak akan mengekang mu lagi, akan ku turuti semua keinginan mu!" kata ramon dengan sungguh-sungguh.
"aku rasa kita tidak cocok untuk berteman, kita selalu bertengkar, lebih baik kita.....!" belum lagi ramon selesai mengatakan sisil langsung memotong perkataan nya.
"dan kita juga tidak cocok untuk jadi suami istri lagi karena kita sering bertengkar dan beda pendapat!" kata sisil lagi langsung memotong perkataan ramon dan langsung kabur dari pandangan ramon, kali ini ramon tak mencegah sisil pergi, ia juga mau pergi rapat sama karyawan nya.
sisil akhirnya pulang kerumahnya setelah cabut dari perusahaan ramon.
sesampai di rumah ia melihat ada revan lagi berdiri di depan rumahnya.
"sisil...kau dari mana saja, aku menunggu mu dari tadi?" tanya revan kepada sisil.
"aku dari tempat teman, mas sendiri mau ngapain kesini?"tanya sisil balik, sisil memang memanggil revan dengan sebutan mas, karena revan orang jawa dan umur nya di atas sisil.
__ADS_1
"aku hanya ingin ngobrol saja sama kamu dan mau tanya mengapa kau sampai di pecat?" tanya revan lagi.
"oh......gak penting untuk di bahas!" kata sisil lagi sambil membukakan pintu rumahnya dan mengajak revan masuk kerumahnya.
selang beberapa menit papa sisil pulang ia melihat ada seorang lelaki di rumahnya dan sisil lagi mengobrol di ruangan tamu.
"papa....!"kata sisil, saat melihat papa nya masuk kerumahnya.
"hem....!" papa sisil hanya membalasnya dengan berdehem sambil melirik revan.
"ini kenalkan teman sisil pa!" kata sisil lagi dan revan langsung berdiri untuk menyalami papa sisil.
papa sisil hanya tersenyum setelah berkenalan dengan revan dan dia langsung pergi dari hadapan sisil dan revan menuju kamarnya.
sedangkan sisil dan revan masih sibuk mengobrol di ruangan tamu.
"besok bisa kan kalau kita jalan-jalan!" ajak revan kepada sisil.
"boleh juga, tapi boleh gak kalau aku ngajak teman aku?" tanya sisil kepada revan.
"boleh, aku juga ngajak teman aku!" jawab revan.
"ya sudah ya, aku pulang dulu, jangan sedih lagi, masalah kerja gampang lah, kau bisa bekerja di perusahaan ku, bila kau mau!" kata revan lagi sambil berpamitan pulang.
setelah revan pulang sisil masuk ke kamarnya, ia langsung tidur, ia sangat letih hari ini, bukan saja letih tubuhnya tetapi juga letih pikirannya.
selang sepuluh menit, papa sisil mengintip sisil tidur, ia jadi kepikiran dengan teman lelaki sisil tadi, tapi ia tak ingin bertanya kepada sisil karena ia sedikit tak suka dengan lelaki tersebut.
__ADS_1
ia akan mencari tahu sendiri siapa lelaki itu sebenarnya, ia takut kelaki itu akan membawa sisil ke pengaruh hal-hal yang buruk.