Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# ramon mencuri hati sisil lagi #


__ADS_3

sudah hampir lima hari sisil di sekap ramon di villanya, selama lima hari itu ramon terus pulang ke villanya walaupun jarak perusahaan nya dengan villa itu jauh itu di karena kan ada sisil di villa itu, hanya makan bersama, mengobrol, dan saling bertengkar dengan sisil ramon merasa sangat bahagia.


seperti di pagi ini, ramon membawa kan sarapan untuk sisil dan dirinya di dalam kamar tempat sisil di kurung.


"sayang ayo sarapan, ini aku bawakan sarapan sepesial untuk mu, ini aku yang memasak nya sendiri loh untuk kita berdua!" kata ramon mengajak sisil sarapan, ramon memang bisa memasak makanan karena ia dahulu hidup mandiri, dan banyak kekurangan materi, sehingga sekarang pun bila ia ingin memasak makanan untuk dirinya atau orang yang ia anggap spesial, ia tak perlu minta pelayan nya untuk memasak.


sisil akhirnya menuruti perkataan ramon, ia langsung berdiri dari ranjang tempat tidur dan bergegas duduk di sofa, sedangkan ramon menata sarapan pagi untuk mereka di meja di hadapan sisil.


mereka makan sarapan nya dengan santai, dan sesekali ramon menyuapi sisil dengan makanan yang ada di piringnya, dan sisil nampak nya tak keberatan.


setelah sarapan ramon mengajak sisil berkeliling di sekitar villa, ia tidak mau jika sisil nanti akan stress jika di kurung terus di kamar.


"sayang....ayo kita keluar!" ajak ramon kepada sisil dan sisil mengikuti saja, perkataan ramon, karena ia sudah malas berdebat terus sama ramon, ia juga kesal kepada papanya dan revan karena tak kunjung membantunya kabur dari villa ramon.


sisil sedikit kagum akan villa ramon yang di belakang nya penuh dengan bunga, ada bunga mawar putih dan ada bunga mawar merah, yang ditanam dengan lahan yang luas, bunga-bunga tersebut disejajarkan dengan warnanya tersendiri di belah menjadi dua bagian dan tengah-tengahnya jalan, sisil senang sekali berada di antara bunga-bunga tersebut.


"bolehkah aku berfoto di sini kakak?" tanya sisil kepada ramon saat ia sudah berada di taman itu!"


"boleh!" jawab ramon.


mereka akhirnya ber selvi di antara bunga-bunga tersebut lewat ponselnya ramon, sesekali ramon mengajak mereka berfoto bersama, dengan gayanya ia memeluk sisil dari samping dan sisil tak menolak nya.


"kakak... bagaimana kalau kita jalan-jalan keluar dari villa ini, aku bosan bila di villa ini terus!" kata sisil saat mereka sudah duduk-duduk di bangku yang ada di taman tersebut.

__ADS_1


"aku akan mengajak mu jalan-jalan kemana pun kau mau, asal kan, kau mau jadi istriku lagi!" jawab ramon dengan santai sambil tersenyum dengan sisil.


"baiklah beri aku waktu untuk memikirnya!" kata sisil lagi, hati nya sedikit tersentuh atas perlakuan baik ramon, walaupun ia di sekap ramon tapi yang ia lihat ramon tidak berlaku kurang ajar, mungkin benar ramon hanya gak mau ia di miliki lelaki lain saja, itu yang sisil rasakan.


saat malam datang ramon akhirnya mengajak sisil jalan-jalan dan makan malam di luar, ia tak mau membuat sisil sedih ataupun tertekan, ia mengajak sisil berjalan-jalan ke taman yang pernah ia datangi bersama sisil.


"sayang.......ayo kita jalan malam ini, di taman yang biasa kita datangi!" ajak ramon kepada sisil.


"beneran kakak mau ajak aku jalan-jalan?" tanya sisil seakan tak percaya.


"ia, mau jalan-jalan dahulu, atau makan malam dahulu!" jawab ramon sambil mengangguk.


sisil dan ramon akhirnya berjalan-jalan di taman, sesampai si sana sisil jadi terharu karena di taman itu ramon pernah memperlakukan dia dengan mesra, dan sekarang ramon kembali melakukan nya.


"sayang........aku beneran cinta nya cuma sama kamu, aku mohon kau mau ya jadi istriku lagi, aku janji tidak akan berbuat kasar lagi, tidak akan mengekang lagi, aku akan membuat mu bahagia!" bisik ramon di kuping sisil.


sisil yang di perlakukan seperti itu hati nya jadi tersentuh, dan ramon berhasil mencuri hati sisil lagi.


"baiklah aku bersedia menjadi istri kakak lagi, ini kesempatan terakhir yang aku berikan kepada kakak, jika nanti aku sudah menikah dengan kakak, tetapi kakak tidak berubah, jangan salah kan aku, jika aku ninggalin kakak!" jawab sisil dengan lantang.


ramon benar-benar bagagia, mendengar jawaban dari Sisil, ia langsung menggendong sisil, dan berputar-putar tubuhnya sambil teriak, "sisil.......I Love you......!!!"


"sudah...... kakak turuni aku, nanti jatuh, gak malu apa di lihat banyak orang!" kata sisil berbisik, ia malu jadi pusat perhatian orang di sekitar taman tersebut.

__ADS_1


"kau benar-benar membuat aku tak percaya malam ini, akhirnya kau mau juga menerima aku lagi jadi suami mu, aku janji tak akan membuat kau kecewa lagi sayang!!" kata ramon sambil menurunkan sisil dari gendongan nya.


"janji?"


"ia....ayang!" kata ramon lagi sambil mengecup kening sisil.


setelah itu mereka pergi makan malam di restoran terdekat di taman itu, ramon sangat lahap memakan makanan yang di suguhkan oleh pelayan restoran tersebut, itu di karenakan ia sangat bahagia, karena bentar lagi jadi suami sisil lagi.


"sayang aku akan mengabari papa, bahwa kita akan menikah, bagaimana besok kita menikah!" kata ramon lagi di sela-sela pembicaraan mereka saat makan malam di restoran tersebut.


"baiklah, aku tau, kakak menculik ku, itu semua sudah kompromi dengan papa kan, tapi aku maafkan karena papa mungkin mempunyai tujuan tertentu!" jawab sisil, ia sedikit kecewa mendengar ramon ingin memberi tahukan pada papanya dengan sangat cepat, ia yakin papanya memang bekerja sama dengan ramon untuk menjauhkan ia dengan revan, sambil menyudahi makan malam nya.


"sayang..... bukan begitu, sesuatu yang baik kan memang harus di kasih tau dengan cepat, ia kakak akan jujur, bahwa kakak dengan papa mu, memang bekerja sama untuk menjauhkan kau dengan revan, tapi itu semua karena papa dan kakak tau bahwa revan bukan lelaki yang baik, ia hanya ingin membuat mu terluka, dia itu seorang Casanova, yang tak akan puas pada satu wanita!" jawab ramon dengan jujur dan sedikit panjang.


"aku tidak yakin, dia seperti itu, jika ia memang seperti itu, pasti ada waktunya ia akan berubah!" jawab sisil santai.


"apa memang, kau masih sangat mencintainya?" tanya ramon dengan sedikit cemas, karena ia takut sisil berubah pikiran karena tahu bahwa ia dan papa sisil bekerja sama untuk menjauhkan ia dari revan.


"tidak, sebenarnya aku tidak mencintai dia, selama ini, ia hanya tempat pelarian ku saja, walaupun ia lelaki tampan, dan lelaki yang asyik untuk di dekati!" jawab sisil dengan jujur.


ramon dapat tersenyum lagi, mendengar pengakuan sisil, hatinya jadi tenang, dan ia langsung mengabari berita bahagia itu pada papa sisil sambil menyudahi makan malamnya.


setelah itu mereka pulang ke villa lagi.

__ADS_1


__ADS_2