
hari berganti hari tak terasa sudah beberapa bulan, satu minggu lagi sisil akan libur semester.
''kakak minggu depan aku sudah libur semester,'' kata sisil sambil tersenyum.
''emang nya kenapa? kalau kamu liburan?'' tanya ramon kepada sisil sedikit cuek, ia tau sisil akan menagih janjinya, tapi ramon ingin pura-pura lupa akan janjinya itu.
''iih...masa lupa, dasar sudah om-om.'' kesal sisil.
ramon malah tersenyum kecil melihat istrinya kesal kepadanya.
''lupa apa?'' tanya nya lagi.
''masa kakak benar-benar gak ingat akan janji kakak!''
''janji yang mana?''
''janji ngajak jalan!''
''ia apa kakak ngajak jalan, emang jalan kemana?''
''ya sudah kalau gak ingat janji, malas sisil lihat kakak!'' sambil cemberut ia bergegas meninggalkan ramon sendiri, sisil akhirnya nya menenangkan hatinya di taman, di sana ia menanam bunga-bunga yang ia sukai sambil memaki-maki ramon dalam hati.
sedangkan ramon ia sengaja tak mengikuti sisil, ia memang senang membuat istrinya itu kesal, ia malah masuk ke ruangan kerjanya saat sisil meninggalkan nya tadi di kamar.
sesampai di ruangan kerjanya, ramon tertawa terbahak-bahak, tapi ia sudah mempersiapkan untuk liburan mereka.
jam sudah menunjukkan pukul lima sore tapi sisil belum juga masuk kerumahnya lagi, ia masih sibuk dengan acara menanam bunganya.
ramon yang sudah keluar dari ruangan kerjanya ia sudah mulai mencari isterinya itu yang sudah tak terlihat olehnya sejak tiga jam yang lalu.
''bik sisil di mana sekarang?'' tanya ramon kepada salah satu pelayan di rumahnya.
''masih di taman tuan, nona masih sibuk menanam bunga!'' jawab pelayan itu.
''apa ia menanam bunga? jadi tadi ia di taman menanam bunga, bukan duduk-duduk saja? aduh....aduh!'' ramon sedikit dongkol dengan sisil sambil ia melangkah untuk menemui isterinya itu di taman.
__ADS_1
sesampai di taman ia melihat sisil sibuk menggali lobang di tanah untuk menanam bunga, hal itu membuat ramon benar-benar jengkel jadinya, ia tak suka sekali melihat istrinya itu, kotor-kotoran seperti itu apalagi hari sudah sore seperti ini.
''ini bocah benar-benar gak bisa di kasih tau, aku sudah peringatkan bahwa ia gak boleh melakukan itu, tapi masih saja ia melanggarnya!'' marah ramon dalam hatinya sambil ia berlari menghampiri sisil.
sesampai di dekat sisil ia langsung mengambil bunga yang ada di tangan sisil untuk di tanam di tanah itu dan ia menjatuhkannya di bawah dekat kakinya dan menginjak-injak bunga itu sambil mulutnya komat kamit mengomeli sisil.
sisil yang melihat bunga nya di rampas dan di injak-injak oleh ramon ia sangat marah sekali terhadap ramon.
"mau nya kakak itu apa sih? aku gak mengerti kadang bersikap manis, kadang nyebelin setengah mati!" kata sisil dengan ketus.
ia langsung berlari meninggalkan ramon sendiri di taman itu dan masuk ke dalam kamar, sesampai di kamar ia menangis sejadi-jadinya.
ramon yang melihat sisil yang sudah masuk di dalam kamar ia akhirnya mengikuti isterinya itu, sesampai di kamar ramon jadi menyesal sudah marahin sisil, apalagi ia melihat sisil menangis.
"sayang......kakak tadi hanya gak suka kamu kotor-kotoran seperti itu, jika kau suka sama bunga yang ingin kamu tanam itu, kamu kan bisa menyuruh tukang kebun, untuk apa aku membayar gajinya tiap bulan jika kamu juga yang menanam bunga!" jelas ramon.
sisil masih cemberut ia benar-benar marah kepada suaminya itu.
"sayang ini sudah sore kamu gak mandi apa?" tanya ramon lagi.
ramon yang melihat sisil seperti itu, ia hanya bisa tersenyum saja.
hampir setengah jam akhirnya sisil selesai juga mandinya, ia keluar dari kamar dengan keadaan yang sudah wangi dan rapi.
sisil menuju ke meja makan, perutnya sudah lapar ingin segera melahap makanan, ia tak peduli dengan suaminya, ia masih marah dengan ramon sehingga ia duluan makan sendiri di meja makan.
sedangkan ramon yang sejak tadi berada di ruangan kerjanya ia masih sibuk dengan laptopnya itu, ia sibuk mengerjakan pekerjaan nya yang belum selesai, mana lagi ia akan berlibur keluar negeri bersama sisil.
jam sudah menunjukkan pukul 8 malam akhirnya ramon selesai juga dari pekerjaan nya, ia keluar dari ruangan kerjanya menuju ke kamar.
sesampai di dalam kamar ramon melihat sisil lagi bersantai di balkon sehingga ia menghampiri nya.
" sayang.........kita makan yuk!" ajak ramon.
tapi sisil diam saja, dia pura-pura tak mendengar, sehingga ramon mendekati nya dan menggapai tangan sisil dan membelainya dengan lembut.
__ADS_1
ramon berkata lagi, "sayang.........sudah dong jangan ngambek terus, kakak kan sudah mintak maaf tadi, kamu gak lapar apa?" tanya ramon ia masih membujuk isterinya.
"aku gak lapar!" jawab singkat sisil, ya jelas ia gak lapar karena ia baru sudah makan.
"gimana kalau kita makan di luar?" bujuk ramon lagi.
sisil jadi mikir akhirnya, bukan masalah makannya, tapi ia senang sekali jika suaminya itu mengajak ia keluar dari rumahnya itu karena ia tipe cewek yang gak betah di rumah terus, hingga akhirnya ia mengatakan.
" baiklah kalau makan di luar aku mau!" jawab sisil.
" ayo kita ganti pakaian dulu, nanti keburu malam sayang!" ajak ramon lagi.
setelah beberapa menit akhirnya ramon dan sisil sudah siap untuk pergi makan di luar, ramon sengaja mengendarai mobil nya sendiri ia tidak membawa sopirnya.
di tengah perjalanan sisil mengajak ramon makan nasi goreng di pinggir jalan, karena ia gak mau isterinya ngambek lagi akhirnya ramon menyetujui nya.
sambil menunggu pesanan nasi gorengnya sisil bermain hemponnya ia membuat postingan di media sosial nya yaitu ''makan nasi goreng romantis bersama suami tercinta!" itu isi postingan di media sosial nya, setelah itu ia mematikan hemponnya karena pesanan nasi goreng nya sudah sampai dan mereka langsung menikmatinya.
"teryata enak juga ya nasi goreng di pinggir jalan ini!" komentar ramon sambil mengunyah nasi goreng di mulutnya.
"iya dong! makanan di pinggir jalan ini enak-enak, kakak saja sering gengsi makan di pinggir jalan!" sindir sisil lagi.
"bukan gengsi tapi aku hanya gak ingin mengulang hidup dalam serba kekurangan!" jelas ramon.
sisil hanya mengerut dahinya mendengar perkataan ramon itu, ia jadi tak mengerti dengan apa ucapan suaminya itu sehingga ia bertanya lagi.
" maksud kakak itu apa? mengulang hidup dalam serba kekurangan, aku gak ngerti?" tanya sisil lagi.
"begini sayang, dahulu hidupku serba kekurangan, makan selalu di pinggir jalan, selalu kesedihan menerpa ku, jadi jika sekarang aku makan di pinggir jalan lagi, aku merasa sedih mengingat masa-masa sulit ku lagi!" jelas ramon lagi sedetail-detailnya kepada sisil.
" oh...... maaf kalau bikin kakak jadi sedih! aku kira kakak gengsi tadi makan di sini,'' sesal sisil.
"gak apa-apa, tapi sekarang sudah beda, jika dahulu kakak makannya sendiri, tapi sekarang sudah ada yang menemani!" ucap ramon lagi sambil tersenyum.
tak terasa akhirnya nasi di piring mereka sudah habis di lahap, ramon mengajak sisil pulang karena ia melihat suasana akan turun hujan.
__ADS_1