Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
#ramon menyesal bercerai dengan sisil #


__ADS_3

hari berganti hari tak terasa sudah satu minggu sisil dan ramon bercerai, tidak butuh waktu yang lama akhirnya surat perceraian sisil dan ramon langsung di setujui pengadilan agama dan mereka sudah menandatanganinya.


semua masalah perceraian sudah selesai tapi papa sisil masih belum terima kalau ramon mengatakan hancurnya rumah tangga nya dan sisil itu karena sisil selingkuh.


hari ini papa sisil dan asisten luki pergi ke ahlinya untuk membuktikan bahwa video sisil itu benar atau salah.


tanpa ramon duga bahwa hasil dari pembuktian itu, mengatakan video sisil itu rekayasa.


"luki aku masih ragu tentang pembuktian itu, sekarang antarkan aku ke tempat ahli pembuktian vidio itu!" kata ramon, ia ingin mendengar langsung dari ahlinya tentang video sisil itu.


setelah ramon mendatangi ke tempat ahli video itu, ramon benar-benar terkejut dengan hasilnya, ia merasa sangat bersalah karena sudah menuduh sisil dengan bukti yang palsu.


ramon hanya bisa menyesali semua keputusan nya itu, ia merasa benar-benar hancur saat bercerai dengan sisil atas kesalahan yang tidak pernah sisil perbuat kan.


hari ini pagi-pagi sekali ramon pergi ke rumah papa sisil, ia mau meminta maaf kepada sisil dan papa sisil.


"tok.....tok....tok!"bunyi pintu gerbang rumah sisil di ketuk dari luar.


"siapa ya pa, pagi-pagi begini bertamu?tanya sisil kepada papa nya sambil berjalan kearah pintu dan membuka pintu itu.


"papa tidak tahu, mungkin tetangga kita kali!" jawab papa sisil asal.


sisil hanya berdiri dan mematung di ambang pintu saat pintu gerbang itu ia buka, karena ia melihat ramon berdiri dengan raut wajah kacau, begitu juga ramon ia hanya menatap sisil dengan perasaan yang rindu mendalam dan perasaan menyesal.


"sisil mengapa tamu nya tidak di ajak masuk!"kata ayah sisil sambil berjalan ke arah sisil dari ruangan tamu, ia penasaran siapa yang bertamu pagi-pagi begini.

__ADS_1


setelah melihat ramon yang bertamu papa sisil langsung memasang wajah masam.


"mau ngapain lagi kamu ke sini? apa mau ngambil rumah ini?kami tidak keberatan jika kamu mau mengambilnya kembali!" kata papa sisil.


ramon mendengar perkataan papa sisil ia langsung berlutut di hadapan papa sisil dan memohon maaf.


"papa aku minta maaf, aku sudah salah mengambil keputusan menceraikan sisil, padahal sisil tidak bersalah, karena video rekayasa itu aku jadi menuduh sisil yang tidak-tidak, aku mau jadi suami sisil lagi, aku mau papa menikahi aku sama sisil lagi,hiks...hiks.....!kata ramon meminta maaf pada papa sisil sambil menangis.


"berdiri ramon, aku sudah memaafkan mu, tapi jika kamu ingin menjadi suami sisil lagi aku tidak bisa memaksa sisil lagi untuk menikah dengan mu, semua keputusan ada padanya!" kata papa sisil tegas.


ramon akhirnya berdiri ia langsung memeluk papa sisil sambil berkata, "terima kasih, papa sudah memaafkan ku, maaf aku sudah mengecewakan papa!"


"sudah sekarang ayo masuk dahulu, tidak enak dilihat tetangga nanti!" kata papa sisil lagi.


"sisil aku minta maaf, aku tau kau pasti sangat marah padaku, aku memang sangat bersalah padamu, tapi aku mohon sudilah kiranya kau jadi istri ku kembali, mau kan kau jadi istri ku lagi? tanya ramon kepada sisil sambil meminta maaf kepada sisil dan ia meraih jemari sisil dengan tatapan yang rindu ia tak melepas tatapan nya kepada sisil walau sisil membuang wajahnya kesamping.


sisil hanya berdiam tak bergeming, ia masih sangat kecewa dengan ramon, ia tak mau menatap ramon tapi ia tak melepaskan genggaman tangan ramon.


"aku sudah memaafkan kakak, tapi maaf aku tidak bisa menjadi istri kakak lagi!"kata sisil tegas sambil menangis dan ia langsung berlari masuk ke kamarnya.


"aku mohon sisil, aku tidak bisa hidup tanpa dirimu, hiks....hiks......!" teriak ramon sambil menangis, melihat sisil yang pergi melepaskan genggaman jari nya.


papa sisil akhirnya berkata, "ramon sebaiknya biarkan dulu sisil menenangkan hatinya, jangan kau memaksa sisil tuk jadi istri mu lagi!" kata papa sisil.


"baiklah pa, aku pulang dahulu tapi aku tidak akan menyerah untuk meminta sisil jadi istri ku lagi!" kata ramon dengan lemas sambil melangkah keluar dari rumah sisil.

__ADS_1


sedangkan sisil yang ada di kamar ia menangis tiada henti-hentinya, ia sangat sedih akan hancur rumah tangga nya, ia juga masih sakit hati di perlakukan ramon seperti waktu itu, tapi ia mencoba tidak terlihat rapuh oleh semua orang termasuk papanya.


setelah melihat ramon pergi dari rumahnya, sisil keluar dari kamarnya dan ia bersiap akan mencari kerja sambil berkumpul bersama temannya.


"sisil kamu mau kemana nak?"tanya papa sisil.


"aku mau cari kerja pa, bosan di rumah!"jawab sisil.


"sisil ayo duduk sini dahulu!" kata papa sisil lagi.


sisil langsung duduk di dekat papanya dan berkata, "ada apa pa?" tanya sisil.


"sisil papa minta maaf selama ini papa tak pernah memperhatikan mu, selama papa menikah dengan mama melli kamu jadi kurang papa kasih kan uang, papa tidak tahu dari mana kamu mendapat uang untuk jajan selama sekolah dahulu, tapi papa harap kamu sekarang tidak usah bekerja lagi, walau kamu sudah di cerai oleh ramon tapi kamu masih ada papa, kamu tahu sekarang usaha papa semangkin maju, jadi sekarang kamu mau minta berapa uang akan papa kasih!" kata papa sisil.


"maaf pa, aku masih mampu cari uang sendiri, lagian walau aku sudah jadi janda sekarang, kakak ramon masih mengirimkan aku uang, tapi aku tidak memakainya, aku mau punya penghasilan sendiri saja pa, selamat ya kalau usaha papa maju!" jawab sisil.


"bagaimana dengan kuliah mu sisil dan bagaimana tanggapan mu tentang ramon mau meminta mu menjadi isterinya lagi?" tanya papa sisil lagi.


"aku akan tetap kuliah papa sambil bekerja, tapi jika untuk menjadi isteri kakak ramon lagi aku belum memikirkan nya, aku masih kepengen sendiri sekarang, mau bebas pa!" jawab sisil.


"baiklah kalau begitu, jika soal biaya kuliah mu, kau tak usah pikirkan biar papa yang membayarkan nya, tapi jika kau masih kepengen sendiri jangan lama-lama nak, tidak bagus jadi janda lama-lama, jika kamu tidak mau jadi istri ramon lagi setidaknya kamu membuka hati mu untuk lelaki lain!" ucap papa sisil dengan sedikit lembut.


"baik pa, akan sisil pikirkan, sisil pergi dahulu pa, doakan sisil semoga dapat kerja!" pamit sisil sambil melangkah keluar dari rumahnya.


sisil memilih untuk naik angkot pergi untuk cari kerja, padahal papanya memberi dia sebuah motor, tapi dia tidak mau, dengan alasan ingin mandiri.

__ADS_1


__ADS_2