Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
#revan mulai mendekati sisil#


__ADS_3

keesokan paginya seperti biasa sisil mau berangkat kerja dengan menunggu angkot di depan rumah nya, tiba-tiba saja revan muncul di depan sisil dengan mengendarai mobil mewah nya, revan bermaksud untuk mengantarkan sisil bekerja kebetulan juga ia mau pergi ke toko kakaknya itu.


sisil sempat menolak ajakan revan karena ia gak mau jadi bahan gosip ditempat ia bekerja.


tapi revan orangnya tak mudah untuk di tolak, revan masih merayu sisil agar sisil berangkat kerja nya barengan sama dia.


"kita kan satu tempat tujuan kenapa kamu gak mau barengan sama aku perginya?" tanya revan sama sisil.


"gak enak saja di lihat karyawan yang lain!" jawab sisil.


"apa hubungannya dengan mereka, aku bukan pacar mereka? jadi gak ada alasan buat kamu gak enak sama mereka, ayolah naik!" kata revan lagi.


sisil jadi terpaksa mengikuti ajakan revan, tapi saat dirinya mau masuk mobil revan, langkah nya terhenti karena ia mendengar ada suara seseorang yang ia kenali.


"stop, kau tak bisa memaksa wanita untuk kau ajak naik mobil rosokan mu ini!" kata ramon dengan wajah yang menyeramkan menatap tajam kearah revan.


"aku tak memaksa, aku hanya mengajaknya karena kami satu tempat tujuan, dan kau siapa nya sisil, berani berkata seperti itu?" jawab revan, ia tak mau kalah bila masalah wanita karena ia sang Casanova.


"kau tak tau diriku, aku adalah calon suaminya!" jawab ramon dengan lantang sambil menarik sisil ke arah yang jauh dari mobil revan dan masuk ke mobil nya, walau sisil sempat menolak,


sedangkan revan setelah mendengar ramon adalah calon suami sisil ia akhirnya mengalah, tapi ia tak akan menyerah untuk mendekati sisil.


"kakak apa-apaan sih, ribut-ribut gak jelas, aku malu sama revan, ngomong calon suami lagi!" omel sisil kepada ramon saat di dalam mobil sambil cemberut.


namun remon tak peduli, ia hanya tersenyum dan langsung mengendarai mobilnya menuju ke tempat kerja sisil.

__ADS_1


"emang salah jika kakak ngomong kakak calon suami kamu?" tanya revan setelah lima menit kepada sisil.


sisil hanya diam dan membuang muka kearah pintu mobil, ia menuruti ramon kali ini karena ia tak mau ribut -ribut di depan rumahnya.


"sayang aku minta maaf atas kejadian malam tadi, aku akui aku memang bersalah sudah memeluk mu pada hal kita bukan suami isteri lagi, tapi asal kau tau,aku sangat rindu ingin memeluk mu!"ungkap ramon kepada sisil dengan wajah yang sedih, sambil menghentikan mobilnya ke pinggir jalan.


sisil sempat menoleh ke arah ramon tapi setelah melihat raut wajah ramon yang sedih ia jadi gak enak hati jadinya hingga akhirnya ia membuang wajah ke samping.


"aku sudah memaafkan kakak, tapi saat ini lebih baik kakak lupakan aku, dan bukalah hati kakak untuk wanita yang lain." jawab sisil sedikit pelan, sebenarnya ia tak tega untuk berkata seperti itu, tapi itu yang terbaik untu mereka berdua pikir sisil lagi.


"aku sudah kata kan aku tak bisa melupakan dirimu dari hidup ku, memang ada beberapa wanita yang pernah ada mengisi hatiku tapi jika berpisah aku masih mampu tuk menjalani hariku tanpa dirinya, tapi berbeda dengan dirimu, setelah aku berpisah dengan mu sisil aku merasa aku tak bisa menjalani aktivitas ku sehari-hari, wajahmu kenangan kita itu selalu ada di ingatan ku di setiap langkah ku, aku mohon jangan katakan lagi aku harus melupakan dirimu karena hanya dirimu yang satu-satunya yang akan menjadi istriku, walau kita sempat bercerai, tapi tolong kau pikir kan lagi, yang terbaik untuk kita berdua!"kata ramon lagi dengan panjang lebar.


"baiklah setelah aku pikir-pikir lebih baik kita berteman saja sekarang!" jawab sisil lagi.


hingga akhirnya ia berkata, "baiklah!" karena ramon merasa itu awal yang baik untuk hubungan nya dengan sisil. "siapa tau jika sudah berteman jadi pacar dan setelah itu jadi suami istri lagi," itu khayalan ramon saat berpikir tentang berteman dengan sisil.


tak terasa mobil ramon sudah berhenti di depan toko tempat sisil kerja, keduanya langsung masuk kedalam toko tersebut.


semua karyawan toko dan termasuk bos sisil jadi terkejut ia tak menyangka jika sisil bisa sedekat itu dengan ramon.


sedangkan revan ia benci melihat incaran nya dekat dengan cowok lain, dan cowok itu bukan orang sembarangan, siapa yang tidak tahu tuan ramon di kota tersebut ia adalah pengusaha terkaya, tampan dan banyak di perebutkan oleh cewek-cewek berkelas tapi ramon tak pernah peduli akan hal itu, baginya ia akan berjuang pada suatu wanita yang sangat ia cintai sekarang.


revan akhirnya cabut dari toko itu setelah urusan nya beres dengan salwa kakaknya.


"pagi tuan ramon, kok bisa barengan sama sisil?" tanya salwa pada ramon.

__ADS_1


"kebetulan tadi aku lihat dia nunggu angkot, jadi aku ajak aja dia bareng!" jawab ramon.


setelah itu ramon dan salwa pergi duduk berdua di meja khusus tempat bos sisil, mereka sibuk merencanakan kerja sama.


ramon sudah menetapkan ia akan menanamkan sahamnya pada toko salwa, dengan keuntungan yang besar yang akan ia dapatkan nanti dan beserta bonusnya.


sedangkan sisil ia sudah bergelut dengan kerjanya, ia tidak pernah mengeluh, ia sangat menyukai pekerjaan nya, hanya saja ia sedikit terganggu dengan kehadiran ramon di tempat kerja nya.


setelah hampir tiga jam, akhirnya Ramon pergi mengintip sisil bekerja, ia mengintip dari deretan-deretan baju yang ada di dekat sisil, ia melihat sisil yang lagi melamun hingga ia melempar sisil dengan kertas yang sudah di remas-remas nya berbentuk bola.


sisil jadi terkejut karena ada orang yang melempar nya dengan kertas tapi tak terlihat, karena ramon sesudah ia melempar sisil ia sembunyi di deretan baju-baju yang ada di dekat sisil.


"siapa yang melempar ku!"kata sisil dalam hati.


lima menit kemudian ia kena lempar lagi dengan kertas, sisil jadi emosi, hingga akhirnya ia mempunyai taktik, ia pura-pura memalingkan wajahnya, saat lima menit kemudian ia kena lemparan lagi kertas ia langsung cepat memalingkan wajahnya hingga ia bisa melihat siapa yang melemparnya.


ramon hanya nyengir kuda saja saat ia ketauan melempar sisil sambil garut-garut kepalanya.


tapi sisil ia sangat emosi karena ramon sudah mengganggu nya, ia langsung saja menghampiri ramon dan mencubit ramon.


"nih rasakan karena sudah mengganggu ku!" kata sisil saat mencubit ramon.


"aduh .....aduh....sayang ampun!" kata ramon saat sisil mencubit nya, ia sebenarnya tidak merasakan sakit saat di cubit sisil, ia malah geli.


tanpa mereka sadari ada sepasang mata melihat tingkah mereka.

__ADS_1


__ADS_2