Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# seharian bersama suami #


__ADS_3

ramon masuk ke kamar setelah berdebat bersama asisten pribadinya, ia melihat sisil duduk di sopa yang ada di kamar itu.


''kenapa gak jadi kuliah?'' tanya ramon.


sisil yang melihat ramon sudah berdiri di hadapan nya, ia langsung menatap ramon dengan tajam dan berkata, ''kakak kenapa ngomong seperti itu tadi, aku kan jadi sedih mendengarnya!'' kata sisil ia tak peduli akan pertanyaan ramon, dan ia langsung berlari memeluk ramon sambil menangis di dalam pelukan suaminya.


ramon yang melihat sisil yang sudah ada di pelukannya sambil menangis, ia jadi terharu, sebenarnya ia tadi cuma akting saja, ia cuma ingin isterinya itu mengikuti keinginan nya.


ramon tersenyum dan membelai punggung sisil, sambil berkata, ''yang kata kakak tadi benarkan? kau tak mencintai kakak, cinta kakak hanya bertepuk sebelah tangan,'' ramon sengaja menanyai itu, ia ingin tau jawaban isteri nya itu apa.


''kakak kenapa ngomong seperti itu, aku sangat sayang sama kakak dan aku...aku!'' kata sisil dengan sengaja tak melanjutkan kata-katanya karena ia sedikit malu untuk mengungkap kannya.


''aku,aku apa?'' tanya ramon lagi ia sedikit penasaran akan kelanjutan perkataan sisil itu.


ramon membelai rambut sisil dan mengangkat dagu sisil sedikit agar ia bisa melihat wajah isterinya itu secara dekat dan lantang.


'ramon berkata lagi, ''sayang......mengapa tak menjawab!'' sambil ia menatap mata sisil yang sedikit sendu dan indah di pandang mata.


''aku juga cinta kepada kakak!'' jawab sisil begitu pelan suaranya, hampir tak terdengar oleh ramon.


ramon malah tambah penasaran apa yang di kata sisil, tapi ia tak mendengarnya hingga ia bertanya lagi, ''coba ulangi sayang, aku tak mendengarnya, kau begitu pelan sekali bicara tadi!'' desak ramon.


''gak mau cukup sekali aku mengatakannya!'' kata sisil ia langsung berlari di atas ranjang dan tengkurap di kasur ia menyembunyikan wajahnya di atas bantal karena ia malu atas ucapannya tadi.


ramon yang melihat sisil naik keranjang di langsung mengikuti sisil, ia langsung memeluk sisil dari belakang dan niat hatinya ingin membalik tubuh sisil tapi sisil memberontak.


''sayang ayo katakan dengan keras, dan mengapa kau menyembunyikan wajah mu?'' tanya ramon.

__ADS_1


''gak mau!'' jawab sisil ia masih menyembunyikan wajahnya di atas bantal.


ramon akhirnya mendapat ide, ''baiklah kalau kau masih gak mau aku akan menggelitik mu sampai kau mau mengatakannya!'' ucap nya seiring tangan nya sudah bermain di daerah tubuh sisil yang riskan akan merasa kegelian.


''ampun kakak, jangan seperti ini, aku geli!'' kata sisil lagi sambil cekikikan menggeliat seperti cacing kepanasan.


''aku tidak berhenti sampai kau mengatakannya!'' kata ramon lagi sambil tangan nya masih menyerang tubuh sisil untuk menggelitik.


''oke, oke....!'' sisil menyerah akhirnya, ia membalikkan tubuhnya hingga ia menelentang menghadap ke arah ramon.


''ayo kata kan!'' pinta ramon lagi sambil ia menatap isterinya dengan intens.


''dasar suami pemaksa!'' ucap sisil lagi.


''bukan pemaksa, tapi aku penasaran, ayolah!'' pinta ramon.


dengan napas yang memburuh sisil akhirnya mengatakan, ''aku juga mencintai mu!'' setelah itu ia membuang wajahnya kesamping ia tak mau menatap wajah suaminya, karena ia malu, wajahnya sudah semerah tomat saat mengatakan itu.


''sayang........! apa yang ku dengar ini tak salah? tanya ramon lagi, ia masih tak percaya bahwa istrinya juga mencintainya saking bahagianya, sambil ia membelai lembut pipi isterinya dan mengecup kening sisil, pipi sisil dan berakhir di bibir isterinya.


sisil hanya menjawab dengan anggukan pertanyaan ramon tadi dengan sedikit malu.


''sayang......kalau begitu mari kita rayakan hari bahagia ini, dengan bercinta seharian!'' ucap ramon lagi sambil memeluk isterinya yang ada di bawahnya dan sesekali ia menggesekkan wajahnya di antara dua melon gembar milik sisil, ia seakan gemas dengan sisil.


''enak saja aku mau kita jalan-jalan kakak......untuk merayakan hari ini!'' rengek sisil.


''baiklah tapi temani kakak dulu mandi, oke sayang!'' sambil tersenyum nakal kepada sisil.

__ADS_1


''gak ah, aku kan sudah mandi kakak saja yang mandi sendiri!'' tolak sisil, ia tau pasti suaminya itu bukan hanya untuk ia menemani mandi, pasti akan terjadi sesuatu, yang bakalan lama mandinya nanti, dan sisil gak mau itu terjadi.


''kata nya cinta, masa cuma minta di temani mandi gak mau!'' kata ramon lagi sambil memasang wajah merajuknya.


''ia,ia ayo.....!'' jawab sisil lagi, ia malas melihat wajah cemberut suaminya itu.


''he....hehe....!'' akhirnya ramon kembali bahagia.


mereka akhirnya mandi bersama saling bersenda gurau, dan berakhir dengan bercinta, sehingga mereka dua kali mandi nya, sisil akhirnya cemberut setelah semuanya selesai, kini mereka sudah rapi memakai pakaian masing-masing.


''kalau kayak gini aku kan jadi capek, gak bisa jalan-jalan dong!'' kesal sisil sambil menyisir rambutnya.


''kita makan aja dahulu, setelah itu kita bobok, setelah kau gak capek lagi baru kita jalan-jalan!'' bujuk ramon.


''ia tapi bobok nya jangan bercinta lagi, nanti capeknya bertambah, bukan berkurang!'' pinta sisil, ia takut entar suaminya ngajak ia bercinta lagi, saat bobok nanti, ramon kan kalau bercinta ia tak tanggung-tanggung, bikin sisil jadi lemes baru ia menyudahinya.


''ha...ha....ha!'' gak janji sayang!'' tawa ramon, ia memang gak mau janji, kalau ia menginginkan lagi nanti gimana pikir ramon lagi, tapi ia juga kasian liat isterinya kecapean melayani ia tadi.


''uh....!'' sisil membuang napas nya kasar, sambil cemberut mendengar kata ramon itu, suaminya itu memang tak ada habis-habisnya tenaganya jika soal di atas ranjang, sisil ngaku kalah deh jika untuk soal itu.


mereka akhirnya makan, setelah itu mereka tidur, sisil gak mau melihat kearah ramon saat tidur, ia gak mau ramon nanti mengajak ia bercinta lagi.


''kenapa kamu membelakangi ku, sayang....tidurnya?'' tanya ramon ia langsung memeluk istrinya dari belakang.


''sudah gak usah banyak protes, aku sudah lelah, mau tidur!'' jawab sisil lagi, ia langsung memejamkan matanya.


''baiklah!'' kata ramon lagi, ia pun langsung memejamkan matanya juga.

__ADS_1


akhirnya sepasang suami-istri itu tidur, tak terasa waktu sudah menunjukkan jam dua siang, sisil dan ramon sudah terbangun dari mimpinya mereka sudah bersiap-siap untuk berjalan-jalan sesuai dengan kesepakatan tadi.


ramon mengajak sisil berjalan-jalan di taman dan setelah itu mereka makan di restoran terdekat yang ada di taman itu, setelah itu mereka pulang kerumah.


__ADS_2