
sisil malam ini sedikit galau karena ramon tak main kerumahnya, ia merasa ramon sudah menjauhi nya.
ia berharap ramon nelpon nya atau main kerumahnya, tetapi kenyataannya sebaliknya, ramon tak menghubungi nya hingga tengah malam, dan tak terasa akhirnya sisil tertidur.
saat pagi menjelang sisil membuka matanya ia sedikit malas-malasan di kasur dan ia juga masih kepikiran ramon.
sisil akhirnya menyadari bahwa ia masih mencintai ramon meski ramon sudah membuat ia kecewa.
sisil teringat saat-saat bersama ramon ia selalu di manjakan oleh ramon walau ramon orangnya pengekang dan pemarah.
tanpa sisil sadari air matanya jatuh menetes karena merindukan saat-saat seperti itu dan seketika pintu kamarnya di ketuk dari luar.
"tok....tok....tok!" bunyi pintu kamar sisil di ketok dari luar.
"sisil.....ada nak ramon menunggu mu di luar!" teriak papa sisil dari luar pintu kamar sisil.
"ya pa!" jawab sisil dari dalam, ia sangat bahagia sekali akhirnya ramon datang.
sisil langsung saja bergegas keluar ingin bertemu sama ramon tanpa peduli akan keadaan nya yang masih kusut karena belum mandi.
saat ia sudah di depan ramon, sisil sedikit malu-malu kucing dan salah tingkah, ingin rasanya ia langsung memeluk ramon.
sedangkan ramon melihat sisil yang masih kusut, ia jadi kaget, meskipun dahulu pernah melihat sisil belum mandi, tapi hari sudah siang pikir ramon tapi kenapa sisil masih kusut.
"kau belum mandi ya?" tanya ramon kepada sisil sambil mengendus ke tubuh sisil dan ia menutup hidungnya sendiri.
"sudah dong!" bohong sisil sambil menjauhi ramon, karena ia malu ketauan belum mandi.
"gak usah bohong, aku tau kamu belum mandi,terlihat dari wajahmu yang masih kusut, ih janda jorok!" kata ramon lagi.
"ya sudah pergi sana, ngapain ingin menemui ku!" kata sisil lagi dengan kesal sambil berlari masuk dalam kamar.
setelah ia masuk dalam kamarnya ia langsung bergegas mandi.
sedangkan ramon yang di tinggal sisil, ia hanya tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalanya.
setelah lima menit papa sisil menemani ramon untuk mengobrol, kebetulan hari ini hari weekend jadi papa nya sisil ada di rumah.
__ADS_1
mereka sibuk membicarakan bisnis mereka,di ruangan tamu. sedangkan sisil setelah sudah mandi dan rapi ia keluar dari kamar, ia berniat mencari kerja lagi.
tapi saat ia melewati ruangan tamu ia langsung berpamitan kepada ayah nya dan ramon saat melihat sisil pamitan ia pun ikut pamitan.
ramon mengikuti sisil keluar dari rumahnya, sampai naik ke angkot.
"kakak mengapa ngikutin aku?" tanya sisil saat sudah di dalam angkot.
"siapa yang ngikutin kamu, geer jadi orang!" kata ramon sambil membuang napas panjang nya, karena ia merasa kepanasan di dalam angkot.
sisil hanya tersenyum melihat tingkah ramon kepanasan, dalam hati nya berkata, " rasain siapa suruh ngikutin aku, kepanasan kan sekarang, di angkot mana ada ace.
sisil turun dari angkot saat ia sudah sampai di tempat tujuan nya yaitu perusahaan revan, ia berencana melamar kerja di sana.
sedangkan ramon masih mengikuti sisil, ia berjalan di belakang sisil, tapi saat ia dan sisil mau masuk ke kantor revan, ada seseorang memanggil nya.
"mas ramon..... tunggu!" teriak bunga sambil bergegas ke arah ramon.
setelah sampai di dekat ramon, bunga langsung mencium pipi ramon, ia sengaja melakukan itu biar sisil sakit hati.
"kau kenapa mencium ku di depan umum, aku sudah bilang, jangan melampaui batas!" kata ramon dengan tegas.
namun bunga tak peduli, ia langsung bergelayut manja di lengan ramon.
"mas jangan gitu ngomong nya, aku tu rindu saat-saat kita bermesraan, lagian kan mas sekarang sudah tak punya istri lagi, jadi bebas dong untuk bermesraan!" kata bunga lagi.
sedangkan sisil yang melihat adegan itu, ia langsung cabut dari tempat itu, ia berjalan cepat-cepat masuk kekantor revan.
setelah beberapa menit ramon melirik kearah sisil tadi, tapi sisil sudah tak ada lagi.
" kemana dia kabur!" pikir ramon sambil pergi dari lokasi tersebut, dan bunga jadi mengikuti nya.
setelah sampai di dalam kantor revan, sisil langsung di sambut oleh revan, karena sisil tadi memberi tahu kan revan bahwa ia akan menemui revan di kantor.
revan sangat bahagia menyambut sisil, walaupun sisil sedikit cemberut di hadapannya sekarang karena melihat tingkah bunga tadi.
"akhirnya kau mau juga main ke kantor ku, ayo keruangan ku saja!" ajak revan ke sisil.
__ADS_1
"ia mas, soalnya aku mau melamar kerja di perusahaan mu ini!" kata sisil sambil melangkah mengikuti revan.
setelah mereka sampai di dalam ruangan revan, sisil langsung di ajak revan duduk di sofa yang ada di ruangan nya itu dan mereka mengobrol tentang pekerjaan apa yang cocok untuk sisil.
"kau mau di tempat kan di mana di perusahaan ku ini?" tanya revan ke sisil.
"terserah sama mas saja, mau menempatkan aku dimana!" jawab sisil.
"kalau kau jawab nya begitu, akan ku tempat kan kau di hatiku!" jawab revan sambil tersenyum manis di depan sisil.
"mas ini gimana, aku serius!" kata sisil.
"aku juga serius, aku tidak bohong, aku benar-benar ingin kau selalu di hatiku, soalnya aku selalu kepikiran dengan mu akhir-akhir ini!" kata revan sambil duduk di dekat sisil dan meraih jemari sisil.
"maksud mas itu apa? aku kesini mau melamar kerja!" kata sisil lagi, ia sedikit malu saat revan berkata begitu.
"aku cinta sama kamu, aku serius, aku belum pernah ketemu sama cewek seperti mu, kau itu berbeda dari wanita-wanita yang ku kenal!" kata revan lagi sedikit tegas.
namun sisil ia hanya diam saja, mendengar pernyataan revan kepada nya.
"jika masalah kerja, bagaimana jika kau jadi sekretaris ku saja!" kata revan lagi, ia masih menatap sisil dengan penuh cinta.
"sekretaris, bukankah mas sudah ada sekretaris nya?" kata sisil, menanggapi perkataan revan.
"ia, tapi gak apa-apa dua!" kata revan lagi
"boleh juga, aku akan mencoba nya!" jawab sisil.
"kalau masalah perasaan ku ini bagaimana?" tanya revan lagi kepada sisil, ia memang bersungguh-sungguh mencintai sisil.
"aku belum bisa menjawab nya!" jawab sisil lagi.
"apa kau masih mencintai mantan suami mu?" tanya revan kepada sisil.
namun sisil enggan menjawab nya, ia hanya tersenyum, membuat revan penasaran dengan sisil.
"ya sudah kalau kau belum mau menjawab, tapi aku sungguh-sungguh dengan perkataan aku tadi!" revan sedikit kecewa karena sisil belum mau menjawab pertanyaan nya, yang tentang cinta.
__ADS_1