Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# hari pertama sisil kerja #


__ADS_3

sisil sengaja mendiami ramon ia kesal sama ramon yang tak memberi tahu bahwa bunga adalah mantannya ramon, malah ia di kasih tahu sama bunga itu tadi.


''teryata bunga mantan pacarnya, pantesan waktu itu kakak gak berani marahin dia, jangan-jangan ia mau balikan sama bunga itu di belakang ku,'' pikir sisil dalam hati nya.


tak berapa lama ramon masuk ke kamar, ia tak menemukan isterinya.


''kemana dia,'' ucap ramon dalam hati sambil mata nya mencari keberadaan sisil, saat ramon melirik ke balkon ia melihat bahwa sisil lagi berdiri di sana membelakanginya.


ramon langsung menghampiri sisil, dan setelah sampai di dekat sisil ia langsung memeluk sisil dari belakang sambil berkata


''sayang ayo kita makan, sudah lapar nih, tadi gak jadi makannya!''


sisil hanya diam saja ia tak mau bicara sama ramon, tapi tak melepas pelukan ramon.


ramon jadi pusing sendiri, karena di diami sisil, hingga akhirnya ia bicara, ''sayang kau marah ya, karena bunga tadi mengatakan bahwa ia adalah mantan pacarku? bunga memang mantan pacar ku dahulu, tapi sekarang kami tak punya hubungan apa-apa, kami hanya berteman sekarang,'' jelas ramon kepada sisil.


tapi sisil masih diam saja, hingga akhirnya ramon pergi keluar kamar lagi, ia menuju ke meja makan untuk mengambil makan siangnya bersama sisil dan membawakan ke kamar.


setelah sampai di kamar, ramon melihat sisil berbaring di ranjang sambil memainkan hemponnya.


''sayang ayo kita makan, nanti kamu sakit jika tidak makan!'' ajak ramon lagi.


tapi sisil masih diam seribu bahasa.


''ya sudah kalau kamu tak mau makan, entar sakit jangan merepotkan aku, karena aku sudah makan mau jalan sama bunga,'' kesal ramon kepada sisil yang mendiami dia terus.


sisil yang mendengar bahwa ramon akan berjalan sama bunga ia tambah marah, ia melempar bantal ke arah ramon terus.


tapi secepat kilat ramon menangkisnya, sambil berkata, ''sayang kamu kenapa? aku hanya bercanda, mangkanya jangan diami aku seperti ini, aku jadi pusing melihat mu berdiam seperti itu,'' ucap ramon sambil menggaruk kepalanya yang tak gatal.


''pergi saja sana berjalan sama bunga, aku juga mau jalan sama renal,'' jawab sisil sambil bergegas meninggalkan ramon menuju ke balkon lagi.


ramon yang mendengar itu ia sangat marah, karena sisil sudah berani menyebut nama lelaki lain di hadapannya.


''sisil, kau benar-benar buat aku marah ya, berani nya kau menyebut nama lelaki itu di hadapan ku, hah!'' bentak ramon sambil membanting semua makanan yang sudah ia ambil tadi untuk sisil dan dirinya, dan setelah itu ia keluar dari kamar sambil menutup pintu dengan keras.


sisil yang mendapat bentakan dari ramon jadi terkejut dan takut, tapi ia tetap mengabaikan ramon.


''tadi ia sendiri yang mulai duluan mengatakan ingin jalan sama mantannya, setelah ia dengar aku mau jalan sama renal, malah marah-marah seperti itu, ih menyebalkan!'' ucap sisil dalam hatinya sambil menghubungi luna temannya.

__ADS_1


ia menceritakan semua permasalahan nya dengan luna.


hingga akhirnya luna memberi saran kepada sisil, untuk jangan menyerah mengejar cinta ramon.


sedangkan ramon yang ada di ruangan kerjanya, ia sangat marah sama sisil, yang sengaja menyebut nama lelaki lain di hadapannya.


''kenapa jadi begini, aku benci sisil kau mengatakan ingin jalan sama renal, ahh.......!teriak ramon dari ruangan itu sambil menendang semua barang yang ada di ruangan itu.


setelah itu ramon berpikir lagi, ''ini semua gara-gara bunga, ngapain ia ngomong suatu hal yang gak penting kepada sisil.''


akhirnya ramon masuk lagi ke kamarnya setelah emosinya sedikit reda.


setelah ia sampai di dalam kamar ia melihat sisil sudah terlelap tidur di ranjang, ramon akhirnya ikut berbaring di samping sisil, hingga akhirnya mereka sama-sama tertidur.


waktu berlalu tak terasa hari sudah pagi, namun sisil belum juga bangun sedangkan ramon pagi-pagi sudah pergi ke kantor karena ia ada meeting hari ini.


''ini jam berapa ya, gumam sisil saat ia baru bangun,'' sambil mengambil hemponnya yang ada di sampingnya.


saat sisil membuka handphone nya, ia melihat jam sudah menunjukkan jam tujuh lewat lima menit, sehingga membuat sisil terkejut.


''waduh......aku sudah telat, hari ini kan hari pertama aku masuk kerja,'' kata sisil dalam hatinya sambil ia berlari masuk ke kamar mandi, untuk membersihkan tubuhnya.


setelah ia sudah rapi dengan setelah baju kerjanya ia langsung bergegas kekantor suaminya.


tak berapa lama ramon masuk keruangan itu, ia melihat sisil sudah ada di ruangannya, ia langsung saja berjalan ke arah kursi kebesarannya melewati sisil dengan gaya cueknya.


setelah ia sudah sampai di dekat kursi, ia tersenyum sendiri, sambil sedikit melirik sisil.


sisil yang melihat ramon mendiamkan dirinya, akhirnya ia jadi canggung di ruangan itu, ia mulai berdiri dan akan keluar dari ruangan ramon.


tapi saat ia mulai melangkah menuju ke arah pintu, asisten luki masuk ingin memberi dokumen kepada ramon.


di saat itu ramon mulai membuka suaranya, ''asisten luki tolong kamu berikan pekerjaan yang cocok untuk dirinya,'' sambil menunjuk ke arah sisil.


Sisil yang mendengar itu, ia jadi berhenti tuk berjalan keluar, sedangkan asisten luki jadi sedikit bingung, ''kenapa tuannya gak langsung ngomong sendiri kepada isterinya, tentang pekerjaan yang cocok untuk sisil,'' pikir asisten luki.


''apa mereka musuhan,'' tebak asisten luki lagi dalam hatinya.


setelah itu asisten luki mengajak sisil keluar dari ruangan ramon ia memberi tahu kepada sisil tentang pekerjaan yang cocok untuk sisil.

__ADS_1


''nona anda bekerja sebagai sekretaris cadangan di perusahaan ini, dan ini tempat ruangan anda,'' kata asisten luki kepada sisil sambil menunjuk kursi yang ada di luar ruangan ramon.


sisil hanya mengangguk kan kepalanya saat menjawab perkataan asisten luki.


''jika ada yang anda kurang ketahui anda bisa bertanya kepada bella, dia adalah sekretaris yang lama di perusahaan ini,'' ucap asisten luki lagi sambil menunjuk kearah bella.


sedangkan bella mengangguk dan tersenyum kepada sisil saat asisten luki menjelaskan kepada sisil tentang pekerjaannya.


sedangkan ramon yang ada di ruangannya, ia sedikit gusar saat ia melihat asisten luki sedikit lama berbicara kepada isterinya, saat ia mengintai lewat cctv-nya.


setelah itu ramon memanggil sekretaris nya bernama bella, untuk masuk keruangan nya, lewat telepon yang ada di ruangan nya.


setelah bella masuk keruangan ramon, bella di kasih perintah sama ramon untuk memberi pekerjaan yang banyak kepada sisil, ia ingin mengerjai isterinya lewat sekretarisnya itu.


setelah selesai memberi perintah itu, ramon mulai lagi mengintai sisil lewat cctv-nya, yang sudah terhubung di ruangan tempat sisil bekerja.


ramon memandang isterinya tak henti-hentinya sambil tersenyum, dan ia berkata ''ada untungnya juga jika kamu bekerja di kantor ku sayang, jadi aku tak pusing lagi memikirkan kamu jika jauh dari pandangan ku.


sementara itu sisil yang sudah di kasih tugas beberapa pekerjaan yang harus ia kerjakan oleh sekretaris bella, ia mulai mengerjakan nya penuh semangat.


saat sisil mulai mengerjakan nya, datang lah dua karyawan wanita melewati sisil sambil berkata, ''enak yah, jika perusahaan ini milik suami sendiri, kita bisa bekerja di tempatkan bagian atas, meski pendidikan kita cuma tamat SMA saat ini,'' sindiran mereka kepada sisil.


sisil hanya diam saja dia tak peduli dengan apa yang mereka katakan.


sedangkan ramon ia sangat marah melihat isterinya nya di sindir seperti itu sama karyawannya saat ia mengintai peristiwa itu lewat cctv-nya.


ramon langsung keluar dari ruangannya untuk melabrak karyawan yang sudah lancang berkata seperti itu sama isterinya.


''hey kalian, jika sudah bosan bekerja cepat angkat kaki dari perusahaan ku,'' kata ramon dengan nada tinggi.


karyawan yang di marah oleh ramon itu, langsung meminta maaf kepada ramon.


''tuan maafkan kami, tolong jangan pecat kami, kata kedua karyawan itu.


sedangkan sisil yang melihat itu ia hanya diam saja, ia tak menyangka walaupun ramon lagi marah sama dia tapi ramon tetap melindungi dia dari sindiran-sindiran karyawan yang tak senang padanya.


''kalian tahu dia siapa? tanya ramon kepada karyawan nya sambil menunjuk kearah sisil.


''tahu tuan, dia adalah istri tuan,'' jawab karyawan itu.

__ADS_1


''jika kalian tahu, mengapa kalian masih berani menyindir isteri ku, terserah aku mau meletakkan dia di bagian mana, sekarang kalian minta maaf lah kepada dia, jika dia memaafkan, kalian masih boleh bekerja di sini tapi jika tidak kalian harus angkat kaki dari perusahaan ku, kata ramon lagi sambil berlalu dari ruangan itu.


setelah itu kedua karyawan itu meminta maaf kepada sisil, dan memohon agar mereka tak di pecat, dan sisil akhirnya memaafkan mereka.


__ADS_2