Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# bunga mulai beraksi #


__ADS_3

hari ini bunga mulai melancarkan misi nya.


ia mulai tak sabar ingin merebut ramon dari sisil, ''tok,tok,tok,'' bunyi pintu ruang ramon di ketuk dari luar.


''siapa?'' tanya ramon dari dalam.


''ini bunga tuan, apa aku boleh masuk?'' tanya bunga lari luar.


''boleh,'' jawab ramon dari dalam.


''ceklek, bunyi pintu di buka oleh bunga, dan ia melangkah mendekati ramon, ia tampil sedikit seksi, dan tersenyum kepada ramon.


dengan sedikit manja ia mencium pipi ramon, membuat ramon sedikit marah, ''apa-apaan ini bunga, aku tak mau kau melampaui batas, nanti jika ada yang lihat akan timbul gosip,'' marah ramon kepada bunga.


''kau memang berubah ramon, kau benar-benar sudah melupakan kenangan kita berdua, tapi aku tidak bisa melupakan mu, aku tau kau sekarang lelaki sukses, memang tidak pantas jika aku mengharapkan dirimu kembali,'' kata bunga di buat sedikit sedih, biar ramon tersentuh hatinya.


''bukan maksud aku begitu bunga, ini di kantor, jika ada orang yang masuk bagaimana!'' ucap ramon lagi, ia sedikit bingung mau ngomong apa, ia takut nanti salah ngomong lagi, hingga membuat mantan pacar nya ini bersedih.


''aku tau kau sangat bahagia sekarang, bersama isteri mu, sedangkan aku selalu mengharapkan diri mu kembali, aku selalu merindukan mu saat-saat kita berpisah, aku kembali ke negara ini ingin bersama mu kembali, tetapi apa yang aku dengar teryata kau sudah ada yang punya, hik.....hik....hik!'' bunga berakting sedih di hadapan ramon.


setelah berkata begitu, bunga lari ke luar dari ruangan ramon, dan ramon sempat memanggil dirinya, ''bunga tunggu!'' teriak ramon tapi bunga tak menghiraukan ramon, ia tetap ke luar dari ruangan ramon.


mendengar perkataan bunga itu, ramon jadi sedih, ia tak menyangka jika ia tega membuat wanita yang sangat ia cintai dahulu bersedih.


''ini memang bukan salah bunga, tapi ini salahku, jika saja aku sabar menunggu bunga kembali pasti kejadian nya tidak seperti ini!'' pikir ramon dalam hatinya.


jam sudah menunjukkan jam 5 sore, tapi ramon masih enggan untuk pulang, ia masih terpikirkan ucapan bunga tadi, ''bagaimana ini ya?'' tanya ramon dalam hati nya.


''apa ia, aku kembali lagi dengan bunga, agar ia tidak bersedih, tapi bagaimana dengan sisil, itu berarti aku akan selingkuh dari sisil, ah......!'' pikir ramon ia sangat pusing memikirkannya, tak ada jawaban yang benar dalam pemikiran nya.


''bagaimana kalau aku jadikan bunga isteri kedua ku, berarti aku tidak selingkuh dong, dari sisil,'' pikir ramon lagi.


''tapi bagaimana kalau sisil tak mau di poligami? kalau ia minta cerai gimana?'' tanya ramon dalam hati nya.

__ADS_1


setelah sekian lama ia memikirkan itu, tapi tak jua ada jawabannya, akhirnya ramon pulang ke rumah nya.


setelah sampai ke rumah ia di sambut oleh sisil, ''kakak kenapa pulangnya sedikit lambat?'' tanya sisil.


''macet tadi,'' bohong ramon.


ramon langsung ke kamar mandi, untuk bersih- bersih tubuhnya.


sisil sedikit bingung, kenapa ramon sedikit cuek, ke pada dirinya, padahal seingat sisil ia gak berbuat salah.


sisil menunggu ramon keluar dari kamar mandi, ia sudah mempersiapkan baju ganti buat suaminya itu.


tak berapa lama akhirnya ramon keluar dari kamar mandi, ia melirik sisil sambil melangkah mendekati sisil.


''ini kakak baju gantinya,'' kata sisil saat ramon sudah dekat dengan nya.


ramon meraih baju ganti yang di beri sisil, ia memakainya di kamar ganti setelah selesai, ia keluar dan ia melihat sisil masih berada di kamar.


''aku mau ke ruang kerja dahulu, kau silakan saja makan malam dahulu tak usah menunggu ku, dan ku harap kau juga tidak mengganggu ku untuk saat ini,'' kata ramon sambil berlalu dari kamar itu.


''aku kan sudah bilang kau harus ekstra merebut hatinya, kalau begitu kau harus tampil beda biar suami mu melirik mu lagi,'' saran luna.


''tampil beda gimana yang kau maksud? aku tak mengerti luna?'' tanya sisil.


''maksudku kau harus berdandan lebih cantik lagi, bila perlu kau harus bekerja juga di kantor suami mu itu, kau jangan mau kalah, sama bunga itu, aku yakin ia mulai menggoda suami mu,'' ucap luna lagi.


''apa bisa aku bekerja di sana? aku kan masih kuliah luna mana mungkin suamiku mengizinkan,'' kata sisil lagi.


''kau harus paksa dia, agar dia mengizinkan mu, apa kau mau suami mu nanti di rebut sama bunga itu!'' kata luna lagi.


''yang pastinya sih enggak, aku sudah nyaman dengan nya, sudah malam besok lagi kita curhatnya!'' kata sisil pada akhir curhatnya, sambil mematikan hemponnya.


setelah itu ia tertidur, karena matanya sudah mengantuk.

__ADS_1


sedangkan ramon yang ada di ruangan kerjanya, ia masih bingung memikirkan tentang bunga dan juga isterinya.


tak terasa jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam, dan akhirnya ramon keluar dari ruangan kerja nya ia menuju ke ruangan makan untuk makan malam.


sesampai ia di sana ia menanyakan ke pada pelayan, apa sisil sudah makan apa belum.


''bik sisil sudah makan apa belum?'' tanya ramon ke pada pelayan nya.


''belum tuan, dari tadi nona belum keluar dari kamar,'' jawab pelayan ramon.


ramon jadi terkejut mendengar bahwa isterinya belum makan, ''bik bawakan makan malam kami di kamar,'' ucap ramon sambil bergegas masuk ke kamarnya.


setelah sampai di dalam kamar ramon melihat sisil lagi tertidur pulas, ia jadi menyesal mengapa ia memperlakukan sisil seperti itu, ''sisil tidak bersalah mengapa aku begini? mengapa aku jadi tidak memperdulikan dia lagi!'' pikir ramon dalam hati nya.


''sayang, ayo bangun, kamu kan belum makan malam,'' kata ramon sambil menggoyang sedikit tubuh sisil, biar sisil bangun dari tidurnya.


tak berapa lama akhirnya sisil bangun juga, tapi ia malas, jika diajak makan karena hari sudah malam dan dia sudah sangat mengantuk.


''gak mau kakak, aku ngantuk kakak saja yang makan, lagian aku masih kenyang,'' jawab sisil dan ia kembali tidur.


ramon tak memaksa sisil untuk makan malam, karena yang salah dirinya, ia juga malas untuk makan malam pada akhirnya ia mengikuti sisil untuk tidur.


''jangan sayang, kau jangan pergi aku tak bisa hidup tampak mu, jangan........!'' teriak ramon saat ia bermimpi, sampai ia terbangun dari mimpi nya, dan sisil pun ikut terbangun mendengar teriak ramon dalam mimpinya itu.


setelah bangun ramon langsung menoleh ke arah sisil, ia langsung memeluk sisil dengan erat, walau keringat yang masih bercucuran di tubuhnya akibat mimpi yang ia alami.


''kakak kenapa?'' tanya sisil.


''aku mimpi buruk, aku bermimpi kau meninggal kan aku disaat aku menginginkan dirimu,'' cerita ramon.


''oh....., itu hanya mimpi kakak, jangan terlalu di pikirkan, lebih baik kita tidur lagi!'' kata sisil karena matanya masih mengantuk.


''baiklah,'' kata ramon sambil berbaring lagi di samping sisil, tapi ia masih belum bisa untuk tidur lagi, ia masih memikirkan mimpi itu.

__ADS_1


''semoga ini hanya mimpi, jika benar terjadi aku bisa gila!'' ucap ramon dalam hatinya.


setelah itu ia mencoba untuk tidur lagi dan melupakan mimpi itu, tak berapa lama akhirnya ia tertidur lagi.


__ADS_2