
pagi-pagi sekali sisil sudah bangun, ia hari ini akan berjalan-jalan bersama teman-temannya.
sedangkan ramon masih menarik selimut di atas ranjang, ia seakan malas untuk bangun apalagi ia melihat sisil sudah berdandan cantik di depan cermin.
''emang sepagi ini kalian akan berjalan-jalan?'' tanya ramon kepada sisil.
''ia tuan!'' jawab singkat sisil.
''pulangnya jam berapa?'' tanya ramon lagi.
''gak tau!'' jawab sisil lagi.
''kalau begitu gak usah jalan-jalan!'' tegas ramon.
sisil yang lagi berdandan di depan cermin membelakangi ramon akhirnya memutar badannya, ''kenapa gitu tuan?'' tanya sisil.
''kamukan gak tau kapan pulang nya, jadi gak usah jalan-jalan.'' jelas ramon lagi.
''gak bisa, aku sudah berdandan cantik kayak gini masa gak jadi jalan.'' kata sisil lagi.
''uh.....!'' cibir ramon lagi.
''ngaca tuh, cantik apaan body aja rata, siapa yang bilang kamu cantik!'' cela ramon lagi.
''iih......nyebelin banget ini cowok, geram sisil dalam hatinya.
''siapa bilang body ku rata, body ku ini ideal tau, semua teman ku bilang aku cantik, tuan ramon jelek!'' jawab kesal sisil.
''ha......ha.....ha......!'' ramon tertawa.
''aku sudah melihat nya, mau dari dalam atau dari luar, mau kau berpakaian atau bertelanjang bulat kayak kemaren nona!'' kata ramon lagi, ia senang sekali melihat sisil kesal.
sisil yang mendengar perkataan ramon itu, ia sangat kesal sekalian malu, karena ramon sudah melihat tubuhnya yang bertelanjang tampak busana sedikitpun waktu malam pertama itu, ia menghampiri ramon dan memukul-mukul ramon dengan tangan nya.
''nih rasain kamu tuan jelek, dasar lelaki otak mesum.'' kata sisil lagi sangat emosi sambil tak berhenti memukul ramon dengan tangan nya, tapi selalu di tangkis sama ramon.
sedangkan ramon hanya tertawa saja melihat isterinya emosi, dan ia turun dari ranjang dan bergegas ke kamar mandi, sambil berkata ''sudah ya isteri ku yang bodynya datar aku mau mandi dulu.''
sisil gak memperdulikan ramon lagi ia langsung menghubungi temannya lewat handphone.
''hallo?'' luna jadi gak kita jalan-jalannya?'' tanya sisil lewat handphone jeleknya.
__ADS_1
''jadi, kamu mau di jemput apa datang langsung ke pantai?'' tanya luna.
''jemput aja, aku malas di antar sama sopir.'' jawab sisil.
''oke, 15 menit lagi aku dan teman-teman akan jemput kamu di rumah mu, oh ya kirim alamat rumah mu ya.''
''oke!'' kata sisil ia langsung memutuskan panggilan hemponnya, setelah itu sisil langsung keluar kamar menuju keruang makan untuk sarapan pagi, ia hanya memakan roti, dan susu sambil berdiri, takut gak tekejar nanti kawan nya sampai!
ramon yang sudah rapi keluar dari kamar, ia juga menuju ke ruang makan untuk sarapan, ia melihat sisil makan sambil berdiri, membuat dia marah, ''hey bocah kamu gak bisa makan duduk dulu apa?'' kata ramon, memang pasangan pengantin baru ini belum pernah makan bersama setelah ia menikah, baru kali ini ia makan bersama.
''takut gak tekejar tuan, bentar lagi teman ku jemput!'' kata sisil lagi.
''duduk, makan dengan rapi, aku gak suka kamu makan sambil berdiri seperti itu, kalau gak mau aku benar-benar gak akan mengijinkan kan kamu berjalan-jalan.'' perintah ramon dengan tegas.
dengan sedikit cemberut akhirnya sisil duduk sambil mengunyah sisa roti nya.
ramon juga duduk di hadapan meja makan dan menyantap sarapannya.
tak berapa lama teman sisil sudah sampai untuk menjemput sisil, sedangkan sisil masih di meja makan, menemani ramon untuk sarapan.
''nona sisil, teman nona sudah sampai,'' kata salah satu pelayan di rumah itu, memberi tahu kepada sisil.
mendengar kata pelayan itu, sisil langsung berdiri, bermaksud ingin menemui teman nya, tapi ia langsung di tahan oleh ramon.
sisil yang mendengar kata ramon itu akhirnya duduk kembali, walaupun dengan wajah cemberut.
setelah ramon selesai sarapan sisil dan ramon menemui teman sisil di ruangan tamu.
teman-teman sisil saat melihat ramon mereka sangat mengaguminya.
''maaf ya teman-teman sedikit terlambat, aku tadi sarapan dulu, apa kalian sudah sarapan?'' kata sisil kepada ketiga teman nya, dan ia langsung duduk di samping teman-temannya, dan juga di ikuti sama ramon.
''gak apa-apa sil, kami sudah semua sarapan,'' kata mereka serempak.
''kalian teman-teman istriku ya, maaf aku gak punya waktu banyak untuk menemani kalian mengobrol, aku cuma mau bilang, jika kalian mau mengajak isteri ku jalan-jalan jangan terlalu lama, hanya ku berikan waktu 4 jam,'' kata ramon sambil berdiri dan pergi meninggalkan mereka menuju ke parkiran mobilnya untuk pergi ke kantor.
''ya tuan,'' kata mereka serempak, dan mata mereka tak berhenti melihat ramon yang sudah beranjak meninggalkan mereka, seakan terhipnotis oleh ketampanan ramon.
sisil yang melihat teman nya yang seperti itu, ia sedikit jengkel, ''ada apa sih kalian ini? segitu nya melihat suami aku,'' tanya sisil.
''waduh sisil suami mu tampan sekali,'' kata teman sisil yang bernama siska.
__ADS_1
''ia sisil, aku kalau punya suami seperti itu pasti aku mau mengikuti dia kemanapun dia pergi,'' kata teman sisil yang bernama ratu.
''sudah-sudah jadi gak kita pergi jalan-jalannya?'' tanya sisil sedikit kesal.
''jadi nona sisil!'' kata mereka serempak.
sisil dan teman-temannya akhir nya sampai juga di pantai, mereka bercanda-canda, dan bercerita-cerita tentang pasangannya masing-masing, sambil bermain air laut yang ada di tepi pantai itu, begitu juga dengan sisil ia menceritakan tentang suami nya yang tak boleh ia cintai karena cinta suaminya hanya untuk mantan kekasihnya, ke pada teman-temannya.
''sayang sekali sisil jika suami mu itu tak bisa kau cintai, jangan-jangan nanti dia akan clbk sama mantan kekasihnya, jika mantannya itu kembali lagi.'' kata luna menanggapi cerita sisil.
''gak apa-apa, aku malah senang kalau ia kembali lagi sama mantannya itu, semoga ia bisa menceraikan aku nantinya jika itu terjadi, dan aku bebas bisa mencari cinta sejati ku,'' jawab sisil sambil berkhayal.
''iih....kamu ini kenapa bodoh sisil, masa kamu mau menyia-nyiakan suami tampan kaya, dan keren seperti tuan ramon.'' kata teman sisil yang satunya lagi yang bernama siska.
''ya bagaimana lagi? ia gak mau aku cintai,'' jawab sisil semau nya.
''ya usaha sisil,'' jawab mereka serempak.
sisil hanya menjawab'' oke!''
setelah itu mereka pulang ke rumah masing-masing.
sisil sehabis pulang jalan-jalan, ia mengurung diri di kamar, sambil merenungi apa kata teman-temannya di pantai tadi.
''apa ia aku bisa membuat tuan ramon jatuh cinta? entar aku kecewa jika ia tak bisa aku taklukkan.'' pikir sisil lagi.
selang beberapa menit kemudian pintu kamarnya terbuka masuklah ramon yang baru pulang kerja.
ia melihat sisil termenung seperti itu, membuat ia mau menggoda isterinya.
''hay bocah mengapa bengong begitu, apa kamu kesambet setan pantai tadi?'' tanya ramon kepada isterinya.
sisil diam saja, ia malah berpikir bagaimana caranya membuat suaminya jatuh cinta kepadanya.
''aneh ni bocah, biasanya gak pernah ia diam seperti ini,'' kata ramon dalam hatinya.
ramon menghampiri sisil, ia meletakkan telapak tangannya di kening sisil, sambil berkata ''kamu sakit apa?'' tanya ramon.
sisil tak berkutik malah ia memandang wajah suaminya, dan berkata dalam hati, ''benar kata teman-teman wajahnya tampan sekali, sayang dong kalau aku merelakan dia di miliki wanita lain, tapi bagaimana caranya ya biar tuan ramon jatuh cinta kepada ku?''
melihat sisil hanya diam, dan tidak ada tanda-tanda sakit, akhirnya ramon meninggalkannya, ia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
__ADS_1
sedangkan sisil sibuk berkhayal jika ia akan membuat ramon jatuh cinta, dan tampak ia sadari akhirnya ia tertidur.
ramon yang melihat isterinya sudah tertidur, ia juga naik di atas ranjang dan tidur di samping sisil, sambil memeluk sisil dari belakang, ia merasa nyaman jika tidur memeluk isterinya.