Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# Tante monic #


__ADS_3

"sayang......aku ke bandara dulu ya, mau jemput tante monic!" pamit ramon pada sisil di suatu pagi itu.


"ya!" jawab sisil ia sedikit lesu, walaupun mual nya sudah dikit berkurang.


"kau istirahat saja di dalam, kalau ada apa-apa, langsung telpon aku saja! Ucap ramon lagi sambil mencium kening sisil dan perut sisil, sekarang ramon setiap pamit pergi gaya nya pamitan seperti itu.


sisil hanya mengganggu saja, ia sedikit malas berdekatan dan mengobrol dengan ramon, entah itu bawaan hamil entah bukan ia tidak tahu.


Setelah acara pamit ramon segera menuju ke bandara ia juga sudah kangen dengan Tante monic nya.


tidak butuh waktu yang lama, akhirnya ramon sampai di bandara bersama sopir pribadi nya, teryata Tante monic sudah menunggu nya dari tadi, ramon sedikit telat menjemput tante nya.


"hallo ramon apa kabar, kau lama sekali tante sudah lama menunggu mu di sini!" sapa tante monic pada ramon saat bertemu.


"maaf Tante, aku tadi lagi pamitan dulu dengan istri ku tercinta!" jawab ramon.


"kau sudah menikah, tapi kau tak mengundang tante!" tanya monic


"iya tante, sekarang isteri ku lagi hamil, Tante jauh dan sibuk pasti gak bakalan hadir di pernikahan ku, walaupun aku mengundang!" jawab ramon.


"kau ini, emang aku tak menganggap mu sebagai keluarga lagi, apa? Jika kau mengundang pasti tante datang!" jawab monic lagi sambil melangkah mengikuti ramon untuk pulang.


di dalam perjalanan pulang kerumah ramon, Tante monic menelpon seseorang.


"hallo......wina, aku sudah di Indonesia nih, kamu apa kabar?" kata Tante monic di ponselnya.


"kabar ku baik, tapi kabar putraku tak baik, putra ku terkena depresi gara-gara seorang wanita!" jawab teman tante monic yang bernama wina di ponselnya.


"begitu kah, aku turut sedih mendengar nya, bagaimana besok kita ketemuan, biar kita puas mengobrol!" kata Tante monic lagi.


"ia,ia,ia, aku juga sudah kangen dengan mu!" jawab wina teman tante monic.


Ramon hanya diam saja sambil memainkan ponselnya, tak berapa lama mereka sampai di rumah ramon.


Ramon keluar dari mobilnya bersama dengan Tante monic, sesampai di dalam rumah ramon, tante monic langsung bertanya.


"isteri mu di mana?" tanya tante Monic.


"oh........ isteri ku di dalam kamar, ia kurang enak badan, maklum tante ia lagi hamil!" jawab ramon.


"begitu ya, tante kira tadi ia pergi kelayapan!"

__ADS_1


"isteri ku tidak begitu!"


"Tante istirahat dulu ya ramon!" pamit tante monic.


"ia tante silakan, kamar tante sudah di persiapkan oleh pelayan!" kata ramon lagi.


Tante monic akhirnya pergi beristirahat di antar oleh pelayan ke kamar nya.


Sedangkan ramon langsung ke kamar ia ingin melihat istrinya.


"sayang....... kamu lagi ngapain?" tanya ramon sambil mencari keberadaan istri nya.


"aku di sini kak......!" jawab sisil


ramon langsung pergi ke sumber suara yang ia dengar tadi.


"sayang.......kamu kenapa tidur di sini?" tanya ramon terkejut.


"emang kenapa, aku merasa lebih nyaman tidur di sini dari pada di ranjang!" jawab sisil yang lagi tidur di lantai balkon.


"ia tapi jangan tidur di lantai, gak baik buat bayi kita yang ada dalam perut mu!" marah ramon.


"bodoh aku mau tidur di sini, titik gak pake koma!" jawab sisil ngotot.


Sisil yang mendengar amarah ramon itu, ia langsung menangis.


"hiks.....hiks....hiks, kakak hanya bisa marah, marah saja, tapi aku yang merasakannya!"


Ramon yang melihat sisil menangis jadi tak tega, "sayang..... bukan gitu, kakak hanya tak mau terjadi apa-apa dengan mu!" bujuk ramon dengan sedikit lembut.


"ada apa dengan nya, dikit-dikit nangis, cengeng sekali apa karena lagi hamil!" pikir ramon dalam hatinya.


Sisil masih kesal sama ramon, wajah nya cemberut dan ia tak mau nurut perkataan ramon, ia masih tidur di lantai.


Ramon hanya geleng-geleng kepala, melihat tingkah isteri nya.


Setelah itu ia langsung pergi mandi, sedangkan sisil ia sibuk berbicara sama anak dalam perut nya.


"nak....lihat papa mu, ia memarahi mama, ia gak tahu apa-apa tapi marah-marah saja!"


"nak......kamu jangan seperti papa mu ya, yang sangat pengatur, posesif!" kata sisil lagi, sisil sekarang merasa ada teman mengobrol saat-saat ia sendiri, ia sudah gak takut untuk melahirkan lagi, malah ia ingin cepat melahirkan, agar ia cepat melihat wajah anak nya, sisil merasa sangat sayang pada anaknya sekarang.

__ADS_1


Setelah beberapa menit,Ramon yang sudah mandi dan rapih menghampiri istri nya lagi.


"sayang........kau tak mau menemui Tante monic? Ia menanya kan kamu tadi!" tanya ramon kepada sisil yang sudah pindah duduk di ranjang.


"mau, tapi Tante monic kan lagi istirahat!" jawab sisil.


"ia,yah.... kakak lupa!" kata ramon sambil duduk di samping isterinya.


"kakak gak keluar? Gak kemana-mana?" tanya sisil lagi.


"gak....aku mau menemani istri ku yang cantik ini!"jawab ramon sambil tangan nya merangkul tubuh sisil.


"ih..... ngapain sih, peluk-peluk!" kata sisil lagi seakan malas di dekati ramon.


"ya ampun sayang......masa peluk saja gak boleh, anak kita dalam perut mu itu kangen pada papa nya!" bujuk ramon, ia tak mengerti kenapa isteri nya itu gak mau ia dekati saat hamil sekarang.


"apa ia, aku rasa ia baik-baik saja dalam perut ku!" jawab sisil.


"sudah dong, kakak malas berdebat, kakak mau mencium nya!" kata ramon lagi sambil menyingkapi baju daster sisil dan langsung mencium perut sisil yang masih datar.


"nak.......kamu nanti jangan seperti mama mu ya, keras kepala!" canda ramon pada bayinya sambil mengelus perut sisil.


Sisil yang mendengar itu, ia langsung memasang wajah cemberut dan ramon hanya terkekeh melihat kelakuan istri nya.


Tak terasa hari beranjak malam, sisil dan ramon beserta Tante monic berkumpul di meja makan, Tante monic dan sisil sudah berkenalan tadi saat mereka nyantai di sore hari.


"sayang........ini kau makan harus banyak, dan juga lauk nya juga banyak, beserta sayur nya!" kata ramon sambil mengambil makanan untuk sisil.


"kakak aku gak suka sayurnya, aku mual jika makan sayur!" keluh sisil sambil mengambil makanan yang di sodor ramon pada nya.


"gak,gak,gak, kau harus makan sayur yang banyak agar anak kita sehat dalam perut mu itu!" bantah ramon.


"tapi.....aku gak suka!" sisil masih mengeluh.


Tante monic yang melihat suami istri itu berdebat soal makanan hanya tersenyum saja, ia merasa sangat senang melihat pasangan itu.


Akhirnya sisil tetap makan sayur walaupun sedikit karena ia malas lagi menentang keras perintah suaminya itu, karena ada tante monic jadi gak enak bila ia terus keras kepala, pikir sisil.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2