
hari menunjukkan jam lima sore, ramon keluar dari ruangan nya untuk pulang ke rumah nya, ia melihat istrinya lagi bekerja jadi ia menunggu sisil di pintu utama di perusahaan nya itu.
tak berapa lama bunga lewat di hadapan ramon, ia sengaja menghampiri ramon dahulu untuk mengajak ramon pulang bareng, karena ia tahu di belakangnya tadi ada sisil yang juga mau pulang.
''tuan belum pulang ya? gimana kalau kita pulang bareng!'' ajak bunga kepada ramon sambil tersenyum.
ramon yang mendengar bunga mengajak dia pulang bareng, ia hanya tersenyum saja ke pada bunga, dan ia melihat sisil lewat di hadapannya tak menghiraukan dia, ramon langsung berkata kepada bunga ''kamu ini apa-apaan sih bunga aku tuh mau pulang sama isteriku,'' sambil ia berlari mengejar sisil di hadapannya dan tersenyum.
setelah ia sudah dekat sama sisil ia langsung saja menggendong isterinya menuju tempat parkiran mobilnya.
sisil yang mendapat perlakuan seperti itu dari ramon ia sedikit terkejut, dan memberontak.
''apa-apaan sih Kakak, turunkan aku, aku mau pulang sendiri, kata sisil kepada ramon sambil memukul dada bidang ramon.
tapi ramon tak menghiraukan sisil, ia langsung membawakan sisil ke dalam mobilnya.
sementara itu bunga yang melihat adegan mesra ramon kepada isterinya ia sangat jengkel sekali, ''awas saja ya kamu sisil, tunggu pembalasan ku, kau pikir kau lebih hebat dari ku, kita lihat saja nanti, aku akan rebut kembali ramon dari sisi mu,'' kata bunga dalam hatinya sambil tersenyum sinis.
ramon dan sisil tiba di rumahnya pukul enam sore, sisil langsung keluar lebih duluan dari ramon saat mobil yang membawa mereka sudah berenti di depan rumahnya.
sisil bergegas masuk ke dalam rumah ia langsung ke kamar mandi untuk bersih-bersih tubuhnya.
sedangkan ramon ia langsung masuk ke kamarnya dan beristirahat sejenak di balkon sambil menikmati keindahan alam di waktu sore.
tak berapa lama sisil sudah selesai mandi, ia sudah rapi dan wangi, sisil langsung saja memainkan hemponnya di ranjangnya.
tampak sisil sadari dari tadi ramon memperhatikannya, ramon langsung menghampiri sisil dan mengikuti sisil berbaring di ranjangnya.
''sayang mengapa kamu lebih senang menatap hempon mu dari pada aku suami mu?'' tanya ramon kepada sisil sambil membelai rambut sisil, tapi sisil diam saja.
''apa kamu masih marah sama aku?'' tanya ramon lagi, sisil masih diam saja, tapi saat ramon mulai tidur di pangkuannya sambil membelai kakinya hingga ke pahanya, membuat sisil bersuara.
''kakak.....!'' panggil sisil kepada ramon sedikit tinggi sambil melototi ramon.
''kenapa sayang?'' tanya ramon sambil tersenyum nakal.
''mandi sana ini sudah sore, entar keburu malam!'' ucap sisil lagi.
__ADS_1
''baik sayang, tapi beri dulu kis nya,'' ucap ramon, sambil memonyong kan bibirnya.
''gak mau,'' jawab sisil ia langsung menghindar dari ramon.
''ya sudah malas mandinya,'' kata ramon lagi sambil cemberut.
sisil akhirnya mendekat, yang langsung di peluk ramon dan mencium sisil penuh semangat.
''sudah sana mandi,'' kata sisil lagi setelah mereka melakukan kis.
''oke,'' jawab ramon sambil nyengir dan ia bergegas ke kamar mandi.
setelah ramon selesai mandi sisil mengajak ramon makan, mereka makan penuh lahap setelah itu mereka mengobrol di balkon.
''sayang besok kita akan pindah kerumah baru, kita gak usah ke kantor dulu ya, biar luki yang menyelesaikan semuanya untuk urusan kantor!'' ucap ramon kepada sisil.
''baiklah, berarti aku malam ini akan mengemas kan barang ku yang akan aku bawa ke rumah baru,'' kata sisil.
''tidak usah bawak barang yang banyak sayang, di rumah kita yang baru sudah aku persiapkan semuanya keperluan dirimu,'' kata ramon lagi.
hari berganti pagi, ramon dan sisil sibuk mengemas kan barang yang memang perlu ia bawa kerumah baru mereka.
setelah itu, mereka mulai melakukan perjalanan ke rumah yang baru.
tak terasa mobil yang mereka naikan sudah sampai di rumah yang baru.
semua pelayan yang ada di rumah mereka yang baru menyambut kedatangan pasangan suami isteri itu, ramon memang sudah menyiapkan semua nya, dari pelayan sampai barang-barang, dan keperluan sisil dan dirinya sudah semua ia persiapkan di rumah yang baru, jadi mereka tidak banyak membawa barang dari rumah yang lama.
ramon menyuruh sisil untuk membukak gerbang pintu utama rumah itu dan sisil melaksanakan nya.
saat sisil membukak pintu itu, sisil sangat terkejut karena di dalam rumah sudah ada keluarga nya dan sahabat-sahabatnya, serta teman-teman terdekat ramon.
ramon memang mengundang mereka semua, tampak memberi tahukan kepada sisil, ia memang sengaja melakukan itu untuk memberi kejutan kepada sisil sekalian untuk melakukan sukuran di rumah barunya.
acara sukuran dirumah baru ramon dan sisil berjalan dengan lancar, semua tamu nampak kagum dengan rumah itu, karena selain megah, dan moderen rumah itu seakan unik.
ramon dan sisil nampak sangat bahagia, saat acara itu di langsungkan, tampak mereka sadari ada seorang wanita tak suka dengan kebahagiaan mereka yaitu bunga, ia sangat muak, dengan kebahagiaan sisil dan ramon.
__ADS_1
apa lagi melihat ramon sangat memanjakan sisil.
setelah acara sukuran selesai dan semua tamu pulang sisil dan ramon istirahat di kolam renang.
jam sudah menunjukkan angka lima sore, ramon dan sisil masih senang berada di kolam renang.
saat sisil menceburkan dirinya
ke kolam renang dengan santai, ramon ikut menceburkan dirinya juga, ia mengejar sisil yang berenang di depan nya dan menangkap tubuh sisil.
sehingga membuat sisil terkejut, dan seketika itu pula mereka berenti berenang dan saling berdiri di dalam kolam renang.
ramon menatap sisil dengan intens sambil tangan nya melingkar di pinggang sisil dan perlahan mendekatkan bibirnya dengan bibir sisil, ia ******* bibir sisil dengan lembut.
sedangkan sisil saat menerima perlakuan ramon seperti itu, ia hanya mampu memejamkan matanya, dan merasakannya.
setelah adegan itu selesai ramon mengajak sisil untuk makan malam, di rumah mereka yang baru itu.
sisil sungguh terkejut dengan meja dan kursi yang ada di ruangan makan itu sehingga ia bertanya kepada ramon saat mereka menikmati makanan yang ada di meja makan itu.
''kakak mengapa kursinya banyak sekali dan meja makannya panjang sekali?'' tanya sisil.
''biar kalau kita punya anak banyak nanti kita gak repot lagi nanti ganti meja makannya!'' jawab ramon dengan santai.
sedangkan sisil yang mendengar jawaban ramon itu ia langsung tersedak.
''uhuk.......!''
''uhuk.......!''
ramon yang melihat sisil tersedak ia jadi kuatir dan bergegas mengambil minuman untuk memberi kepada sisil sambil berkata.
''sayang kalau makan itu pelan-pelan.''
sisil menerima minuman yang di beri ramon kepadanya dan meminumnya sambil berkata dalam hati, ''mana mungkin punya anak banyak, satu saja belum ada, lagian dia gak tau sekarang aku dalam masa mengikuti program kb he....he....!''
setelah makan mereka langsung tidur karena kecapean setelah acara tadi.
__ADS_1