Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# mencari bakso untuk sisil #


__ADS_3

Pagi itu sisil sudah merengek kepada ramon untuk di belikan bakso buk lesna tempat ia bekerja dahulu, tapi ramon ingin pergi kerja.


"ayo..... kakak sudah janji malam tadi, belikan aku bakso buk lesna!" rengek sisil sambil cemberut.


"ia, tapikan aku mau kekantor sayang....gimana aku suruh pelayan saja ya!" jawab ramon.


"tidak mau.....aku maunya kakak yang belikan!"


"kalau gitu pulang dari kantor saja ya kakak belikan, gak lama mungkin siang sudah pulang, pagi ini ada meeting sayang!" kata ramon lagi.


"hiks.....hiks ..... hiks, kakak ingkar janji!" tangis sisil pecah jadinya, membuat ramon pusing menghadapi istri hamil nya ini.


Terpaksa ia, menelpon asisten pribadinya luki, untuk mengundurkan dahulu jadwal meeting nya.


"sudah.... sudah sayang, jangan nangis, ia kakak belikan sekarang!" kata ramon lagi sambil mencium kening sisil dan pergi mencari warung bakso buk lesna itu.


Setelah hampir satu jam, ramon mencari letak warung bakso buk lesna, tapi ia belum dapat juga, padahal ia sudah di beri tahu alamat nya kepada sisil tadi.


"aduh......di mana lagi letak warung bakso itu? Ini alamat nya sudah benar, tapi bukan buk lesna yang menjual bakso nya lagi, kalau aku belikan, pasti sisil gak tahu ia!" pikir ramon lagi.


Ramon akhirnya membeli bakso itu, walaupun bukan bakso buk lesna, karena ia sudah capek mencari alamat warung bakso buk lesna itu, warung bakso buk lesna itu sudah pindah, jadi yang menjual bakso di warung bekas buk lesna itu orang lain.


Setelah membeli bakso untuk sisil, ramon pulang, sesampai ia di rumah, ia melihat Tante monic mengobrol dengan sisil.


"sayang......kau tak pusing, ini bakso yang kau mau!" kata ramon sambil menunjuk kan bakso yang ia beli, dan pelayan mengambil bakso itu untuk di salin kedalam mangkuk.


"Tante tidak jalan-jalan? Maaf ya Tante aku tidak sempat menemani Tante untuk pergi ke suatu tempat!" sapa ramon pada Tante monic.


"gak apa-apa, Tante ngerti kamu sibuk, tapi Tante bisa kan ngajak istri mu jalan-jalan sekali saja, kalau kondisi istri mu sehat!" kata Tante monic lagi.


"ia tante, terserah sisil, kalau ia gak keberatan!" jawab ramon lagi.


Sedangkan sisil ia sibuk mengunyah bakso yang di beli ramon, ia tak menyimak apa perkataan ramon dengan Tante monic itu.


"sayang......kenapa rasa nya beda?kakak benar kan beli baksonya buk lesna, yang aku beri alamat tadi!" kata sisil pada ramon.


"i...ia, benar, masa aku mau menipu mu, enakkan baksonya?" jawab ramon gugup, karena sisil mulai curiga akan tipuan nya.

__ADS_1


"gak enak, kenapa bakso buk lesna rasanya berubah ya!" kata sisil lagi.


"tante coba cicipi ya baksonya!" kata Tante monic yang juga di belikan bakso dengan ramon.


"enak kok, mungkin karena kamu lagi hamil, jadi merasa gak enak memakan nya!" kata Tante monic lagi memberi pendapat nya.


Sisil cuma cemberut saja, setelah itu ia pergi masuk ke kamar, ia tahu bahwa ramon menipunya, tapi ia gak mau ribut depan Tante monic.


Ramon yang melihat sisil masuk ke kamar dengan wajah yang cemberut, ia mengikuti nya, ia tahu bahwa istrinya itu marah pada nya.


"sayang......kita jalan-jalan yuk, biar kamu tidak


terlalu suntuk di rumah saja!" ajak ramon kepada sisil saat di dalam kamar.


"sudahlah kak, gak usah sok membujuk, aku tau kakak membelikan aku bakso bukan bakso buk lesna!" jawab sisil masih tetap marah.


"baiklah aku jujur, aku memang tidak membeli bakso buk lesna sayang, itu di karena kan, buk lesna sudah pindah, dan alamat yang di berikan oleh mu itu warung ia yang dahulu, bukan yang sekarang, aku coba bertanya pada orang yang menggantikan buk lesna berjualan di sana tadi, tapi ia juga gak tahu, mangkanya aku beli saja bakso pada nya, aku minta maaf ya sayang!" jelas ramon sambil meminta maaf.


"gak segampang itu ya, aku memberi maaf pada kakak, harus ada hukuman nya!" jawab sisil, dengan raut wajah yang tak bersahabat pada ramon.


Ramon jadi tercengang mendengar nya, kenapa isteri nya ini jadi begini, hanya gara-gara bakso.


"enak saja bilang cuma bakso, ini keinginan anak kita yang di perut ku ini!" kata sisil lagi tak mau kalah berdebat dengan suaminya.


"baik lah kalau begitu, tapi hukumannya jangan berat-berat ya sayang!" kata ramon lagi.


"gak berat kok, cuma nyapu di sekeliling rumah ini!" jawab sisil.


"apa....? Tanya ramon dengan terkejut.


"nyapu, menyapu halaman, apakah anda mengerti tuan ramon Jay, hehe......!" kata sisil lagi.


"gak ah ....... masa nyapu, hilang dong harga diri ku, nanti malah di tertawa lagi sama pelayan!" jawab ramon.


"ya sudah kalau gak mau, hukumannya di ganti dengan jangan tidur dekat-dekat dengan ku, selama satu minggu!" kata sisil lagi.


"ya ampun sayang...... kau benar-benar mau menyiksa diriku!" rengek ramon dengan memasang wajah masam.

__ADS_1


"pilih yang mana, aku sudah malas berdebat!" kata sisil lagi.


"ia,ia,ia aku pilih nyapu saja!" jawab ramon lagi, ramon lebih memilih nyapu saja hukuman nya, dari pada harus tidur berjauhan dengan sisil, satu minggu, mana tahan, bisa sakit kepala tujuh hari, tujuh malam nanti ia.


"ya sudah, ayo laksanakan!" perintah sisil lagi.


"masa sekarang sayang....... masih capek!" keluh ramon.


"ayolah, jangan buat aku berubah hukuman nya nanti!"


"ia,ia,ia, nona sisil terhormat, akan aku laksanakan!" marah ramon


"kenapa, bumil begitu galak, apa cuma istri ku yang seperti itu!" pikir ramon dalam hatinya.


Akhirnya ramon menyapu halaman walaupun ia sangat malu di lihat para pelayan nya.


Sedangkan sisil ia sangat senang menghukum suaminya itu, biar ia kapok menurut sisil.


sisil terus memantau ramon menyapu, ia tak mau jika suaminya itu minta bantuan pada pelayan nya, meski sebenarnya halaman nya itu tidak terlalu kotor akan sampah.


Sedangkan Tante monic hanya memandang dari kejauhan saja, ia berpikir bahwa ramon sangat takut dengan istri.


"sudah dong sayang...... capek nih!"


"baiklah, besok lanjutkan!" kata sisil lagi


Akhirnya berakhir hukuman ramon hari ini, ia langsung mandi setelah nyapu dan istirahat.


hingga malam tiba, ramon masih terlelap dalam tidur nya, mungkin karena kecapekan dan itu membuat sisil jadi panik.


"kakak......ayo bangun makan dulu!" kata sisil sambil membangun ramon.


"ah....malas, badan ku capek semua, aku mau tidur saja!"


"tapi kakak belum makan!" kata sisil lagi.


"gak lapar!" Jawa ramon sambil melanjutkan tidur nya.

__ADS_1


"ya sudah, aku makan sendiri sajalah!" pikir sisil lagi sambil pergi untuk makan.


__ADS_2