
setelah berganti pakaian sisil membawa kan minuman untuk ramon di ruangan tamu.
mereka mengobrol di sana, ramon merasa ini kesempatan bagi nya buat menarik perhatian sisil lagi.
"sayang........aku akan mengemis cinta pada mu saat ini, aku mohon beri aku kesempatan sekali lagi untuk menjadi suami mu, aku tau kesalahan ku banyak sekali pada mu, tapi aku mohon terimalah cinta ku kembali!" kata ramon sambil duduk berdekatan dengan sisil dan meraih jemarinya, ramon menatap sisil penuh rasa harap.
"aku belum bisa menjawab nya sekarang, aku pikir-pikir dulu!" jawab sisil, ia gak enak hati melihat ramon mengemis cinta padanya, sebenarnya sisil saat ini ingin sekali berlari kedalam pelukan ramon, ia juga sangat merindukan menjadi isterinya ramon, tapi itu ia urungkan karena ia masih bimbang dengan perasaan nya.
"baiklah.....aku akan tetap menunggu jawaban mu!" kata ramon dengan lesu, tapi ia tetap akan mengejar cinta sisil kembali, apa pun jawaban sisil nanti.
selang 10 menit terdengar kaca jendela rumah sisil di lempari orang dengan batu, sisil jadi terkejut.
"prang......!" terdengar kaca jendela rumah sisil di lempari batu, sisil terkejut dan langsung berlari kearah tersebut, ia melihat kaca jendela nya jadi retak akibat lemparan itu, ia jadi tambah takut.
sedangkan ramon yang di belakang sisil, mengikuti sisil dari tadi hanya tenang-tenang saja.
"kakak.....aku takut, pasti ini kerja dua lelaki tadi!" kata sisil langsung berlari ke pelukan ramon.
__ADS_1
"tenang saja ada aku disini!" kata ramon menenangkan hati sisil sambil membalas pelukan sisil dengan erat dan tersenyum bahagia.
"kerja bagus anak buah ku, masalah kaca jendela, nanti akan aku ganti!" kata ramon dalam hatinya, ramon benar-benar licik, ia menyuruh anak buahnya melemparkan batu ke kaca jendela sisil agar sisil takut dan tak mau jauh dari dia hingga dia mendapatkan pelukan sisil.
"bagaimana kalau orang itu datang kembali, apa aku telepon polisi saja, ya kak?" tanya sisil lagi masih dalam pelukan ramon.
"gak usah, aku akan menjaga mu sampai papa pulang!" jawab ramon sambil mengelus rambut sisil.
sisil jadi terlena dengan belaian ramon, mereka saling menatap dan dikit lagi bibir ramon mau menempel di bibir sisil, seketika ada bunyi panggilan telepon dari ponsel ramon.
"ting tung ting tung!"
"hallo, ada apa?" tanya ramon pada asisten luki lewat ponselnya sambil mengikuti sisil duduk kembali di ruangan tamu.
"tuan aku sudah mendapatkan informasi tentang siapa orang yang membuat video rekayasa itu dari orang yang aku suruh menyelidiki nya!" kata asisten luki lewat ponselnya.
ramon tak jadi marah sama asisten luki karena informasi dari luki itu penting baginya.
__ADS_1
"baik lah kau suruh saja bodyguard ku beberapa orang untuk menangkap orang itu dan bawak ia ketempat penyiksaan seperti biasa!" jawab ramon lagi sambil mematikan ponselnya.
sementara sisil ia pergi ke dapur untuk membuat makanan untuk ia dan ramon, tapi sisil sedikit kecewa karena bahan makanan nya habis hanya tersisa mie instan dua bungkus.
sedangkan ramon yang sudah mematikan hemponnya ia mengikuti sisil ke dapur, ramon melihat sisil lagi memasak sedikit terpesona, walaupun lagi memasak sisil masih tetap cantik, dulu saat sisil jadi istri nya ia takut jika sisil memasak tak bisa tampil cantik, teryata pemikiran nya salah selama ini.
"kau lagi memasak apa?" tanya ramon pada sisil.
"hanya memasak mie instan, kakak suka gak makan mie instan?" tanya balik sisil.
"dulu sih suka, tapi semenjak aku banyak uang, aku tak pernah makan mie instan lagi, lagian kan itu makanan tidak sehat untuk di konsumsi!" jawab ramon.
"tapi maaf sekarang di rumah ku lagi habis bahan makanan cuma tersisa mie instan, lagian kan sekali-kali boleh dong makannya, kalau setiap hari ia gak boleh!" ucap sisil lagi.
"baiklah jika kamu yang memasak nya, aku mau memakannya!" kata ramon lagi.
setelah mie instan kuah itu masak sisil dan ramon makan bersama, ramon merasa sangat bahagia walaupun hanya makan mie instan, itu karena sisil menemani ia makan.
__ADS_1
"semoga saja kita selalu bersama seperti ini!" doa ramon dalam hatinya.