
Ramon menangis melihat istrinya tak sadarkan diri, ia benar-benar tak mengerti mengapa ini bisa terjadi.
"sayang...... sadarlah, jangan buat aku panik, bentar lagi kita sampai di rumah sakit!" ucap ramon pada sisil saat dalam pelukannya sambil ia mengelus pipi istri nya itu.
Saat sudah sampai rumah sakit sisil langsung di rawat dengan baik, ramon langsung meminta ruangan VIp, dia mau yang terbaik buat istri nya, dia tak peduli akan biaya nya.
Setelah di rawat oleh dokter, sisil akhirnya sadar dan ramon merasa lega, tapi ia tidak akan diam saja, untuk kasus ini, ia akan bertindak secepatnya dan akan membuat jera yang sudah mengusik keselamatan istri nya dan calon anaknya.
"sayang......kau telah sadar, aku benar-benar minta maaf Karena lalai menjaga mu, hingga kau jadi begini!" sesal ramon saat sisil sudah sadar, ia benar-benar merasa menyesal mengijinkan sisil ikut berjalan dengan Tante monic nya, hingga hampir membuat sisil keguguran.
"gak kak, ini bukan salah kakak, tapi aku merasa bingung kenapa tante membawa aku kesana dan membiarkan aku di peluk oleh renal seperti itu?" tanya sisil pada ramon.
Ramon juga akhirnya berpikir, mengapa Tante monic meninggal kan istri nya sendiri di sana dan Tante monic sekarang menghilang.
"aku juga gak tau sayang, tapi tenang saja orang suruhan ku akan menyelidiki semua masalah ini!" jawab ramon.
Ramon memang menyuruh orang suruhan Nya untuk menyelidiki masalah ini sampai selesai dan ia tak mengijinkan orang lain untuk menjenguk sisil, selain dirinya dan papa sisil.
"sayang.......kau makan dulu, biar kakak yang suapi ya!" kata ramon lagi setelah beberapa jam.
Ramon langsung mengambil makanan untuk istri nya dan menyuapi sisil penuh semangat.
Sementara itu di kediaman teman Tante monic yaitu rumah wina, suasana di sana seakan lebih kacau saat sisil pergi di bawa oleh ramon, karena ada seorang lelaki berteriak-teriak memanggil nama sisil, ia adalah renal.
Renal mengamuk melihat sisil di bawa oleh ramon, ia ingin pergi mengikuti sisil yang di bawa ramon tapi di cegah oleh mamanya dan ia di kurung di ruangan kosong.
"sisil ...... sisil.......aku sangat mencintaimu, lepaskan diriku, aku mau ketemu sisil.....!" teriak renal seperti orang kesetanan.
Jika sudah begitu, mama renal akan memanggil dokter pribadinya yang khusus menangani penyakit anak nya dan dokter itu memberi obat penenang kepada renal hingga rena tenang.
__ADS_1
Sedangkan Tante monic sendiri ia sekarang lari, kerumah bibinya ke arah Jogja, tapi ia tahu, ia tak akan bisa lari dari kejaran ramon atas perbuatannya itu, karena ia tahu ramon tak akan berhenti sebelum ia mendapatkan apa yang ia mau.
Satu minggu kemudian sisil sudah boleh keluar dari rumah sakit, ia sudah sehat dan dokter mengijinkan sisil pulang.
"kak......hari ini aku beneran jadi pulang kan?" tanya sisil pada ramon, karena ia sudah bosan di rumah sakit ini.
"ia sayang.....tapi ingat kamu jangan kemana-kemana dulu!" jawab ramon.
"papa.....mana kak kok dari tadi belum datang, katanya mau jemput sisil!" kata sisil manja.
"tenang sayang, mungkin papa lagi sibuk, lagian kakak bisa jemput kamu sendiri, manja banget sama papa!" jawab ramon.
"biarin, ia papa aku we.....!" kata sisil lagi tak mau kala.
Setelah setengah jam, papa sisil datang dan sisil akhirnya pulang dari rumah sakit bersama papanya dan ramon.
satu Minggu kemudian, sisil benar-benar sudah sembuh tapi ia belum di ijinkan juga oleh ramon kemana-mana, seperti hari ini ia mau shopping bersama luna, dan melepaskan rindu nya pada sahabatnya itu tapi ramon tak mengijinkan nya untuk pergi.
"aku bosan kakak di rumah ini, boleh ya aku shopping bersama luna?" jawab sisil sekalian minta ijin sama ramon.
"kamu baru keluar dari rumah sakit sayang.....kakak gak mau ntar kamu sakit lagi!" kata ramon.
"kakak ingkar janji namanya itu, katanya jika aku menjadi istri kakak lagi, kakak gak akan melarang-larang aku lagi untuk ke mana-mana, tapi buktinya apa sekarang?" merajuk sisil sambil wajah nya di tekuk.
"bukan gitu, tapi kamu sekarang baru sehat, lagian kakak kuatir akan keselamatan kamu dan bayi kita dalam perut mu itu, bagaimana kita nyantai aja di rumah, sore nanti kita jalan-jalan!" jawab ramon lagi.
"males, lagian jalan sama kakak membosankan!" sisil masih ngotot untuk keluar bersama luna.
"oh.....berarti sudah bosan sama suami sendiri, pengen keluar sama luna itu mau cari calon suami baru, ok kalau gitu, kakak juga mau cari istri baru kalau gitu!" ucap ramon lagi.
__ADS_1
Sisil yang mendengar itu ia langsung menatap ramon sambil berkata
"gak masalah, yang penting aku mau keluar hari ini!" kata sisil lagi, walaupun di hati nya sakit mendengar perkataan suaminya itu.
"aku bilang tidak, ya tidak ya sisil, kau jangan buat aku marah, atau....!" belum lagi ramon selesai mengatakan sesuatu sisil langsung memotong pembicaraannya.
"atau apa? Mau menikah lagi,mau cari istri lagi, mau cari istri yang banyak silakan, aku tak peduli, satu hal yang harus kakak tau kakak gak pernah berubah selalu mengekang diri ku, hiks..... hiks..... hiks!"potong sisil sambil menangis.
Ramon akhirnya hanya bisa membuang nafas berat nya, melihat tingkah sisil.
"baiklah sayang......kamu boleh shopping sama luna, tapi aku ikut, tidak ada bantahan!!" kata ramon lagi dengan tegas.
Sisil akhirnya tersenyum, ia memang merindukan sahabat nya itu, yang sudah lama tak ia jumpai.
"baiklah, suami ku sayang muahk.......!"sisil akhirnya kembali ceria sambil mencium pipi ramon.
"ah........susah sekali menghadapi bumil yang satu ini!" pikir ramon dalam hati.
Ramon dan sisil beserta luna akhirnya shopping di mall terbesar di kota nya.
sisil berjalan bersama luna dan ramon mengekor dari belakang, tidak terlalu banyak yang di beli sisil dan luna, mereka hanya menghabiskan waktu masuk ke toko satu ke toko yang lain dan setelah itu mereka makan, selesai makan mereka ngerumpi.
Ramon jadi bete karena dua wanita itu asyik ngerumpi dan ia di cuekin.
"nasib-nasib di cuekin istri sendiri!" kata ramon lagi sambil memainkan ponselnya.
Setelah itu mereka pulang, di perjalanan pulang sisil dan ramon melihat ada seorang lelaki yang membututi mobil mereka, ramon tak takut sama sekali tetapi ia tetap waspada.
"sayang.......pasang sabuk pengaman nya, aku sedikit ngebut ya!" kata ramon ia tak mau jika sisil tau ada seseorang mengikuti mereka.
__ADS_1
saat mau masuk ke rumah mereka ramon melihat tak ada lagi orang itu mengikuti mereka, ia akhirnya sedikit tenang tapi ia ekstra waspada terhadap keselamatan nya dan terutama istri nya.