Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
#resmi bercerai#


__ADS_3

sisil benar-benar tak menyangka, rumah tangganya, berakhir hari ini.


ia sangat sedih, ia benar-benar terluka di fitnah seperti ini, dengan bercucuran air mata


sisil membereskan pakaian nya di koper, ia bersiap-siap untuk keluar dari rumah itu.


selesai bersiap, sisil langsung menarik koper nya keluar dari kamar, sampai di ruangan tamu, ia melihat pelayan di rumah itu berjejer, mereka sedih melihat sisil mau keluar dari rumahnya, mereka juga sedih melihat rumah tangga majikannya berakhir seperti ini.


"non....jangan pergi, non tidak bersalah mungkin tuan lagi emosi saja!"kata salah satu pelayan sisil.


"tidak bik, hari ini kami resmi bercerai, ia sudah menalak ku, tidak ada gunanya aku disini lagi, aku pergi semuanya!" kata sisil dengan sedih.


"iya nona sisil, semoga nona sisil menemukan kebahagian setelah kejadian ini!" kata pelayan yang lainnya.


Sisil hanya mengangguk, dan langsung pergi.


sementara itu di sebuah bar terlihat


ramon yang lagi kacau, ia lagi mabuk di sebuah bar di kota tersebut, ia meracau, sambil meminum minuman alkohol.


"sisil isteri yang ****** ha.....ha.....ha!"racau ramon, ia masih betah di sana, hingga pada waktu siang, ia pulang dengan keadaan mabuk bersama sopirnya.


sesampai di rumah ia mencari sisil, tetapi ia tak menemukan nya.


hingga ia bertanya pada pelayan dan pelayan mengatakan bahwa sisil sudah pergi dari rumah.


ramon jadi termenung sambil tertawa terbahak-bahak dan setelah itu ia menangis sambil berjalan menuju kamarnya.


sesampai di kamar ramon ngamuk, ia membanting setiap benda yang dapat ia banting di kamar itu, kamar nya seperti kapal pecah saja sekarang setelah itu ia capek dan tertidur, semua pelayan nya jadi pusing, mereka tak berani tuk menegur ramon yang lagi kacau, hanya mampu melihat dan mendengar saja.


lain halnya dengan sisil, ia sekarang sudah sampai di rumah orang tuanya, di sana ia mengobrol bersama papa dan mama tiri beserta adik tirinya.

__ADS_1


ia menceritakan masalah yang ia hadapi sekarang, sehingga membuat papa sisil sedih dan marah terhadap ramon, ia tak menyangka ramon bisa berbuat seperti itu kepada sisil.


tapi beda dengan mama tiri sisil, ia malah menyalahkan sisil, dan membenarkan perkataan ramon.


"aku rasa memang anak mu begitu pa, sisil memang tidak mau menikah dengan ramon dahulu mangkanya ia selingkuh, mama tidak mau ya kalau sisil tinggal di sini!" kata mama tiri sisil dengan tegas dan memandang sinis terhadap sisil.


"cukup ma.....kau menyalah kan sisil, kalau kau tidak mau sisil tinggal di sini kau saja yang angkat kaki dari rumah ini!" teriak papa sisil.


mama melli sangat membenci sisil sekarang, ia di bentak oleh suaminya sendiri gara-gara tak mau memberi tumpangan kepada sisil.


ia langsung ke kamarnya dan ia mengemasi bajunya di koper, dan berniat meninggalkan suami nya.


tetapi sebelum ia pergi sisil berkata, "biar aku saja pa yang pergi, mama melli tidak salah!"kata sisil sambil menarik kopernya menuju ke pintu gerbang rumah papanya.


"tidak nak, papa sudah salah selama ini, papa mengorbankan masa depan mu demi menuruti keinginan dia, tapi apa balasan nya, ia tak tau malu, tidak mau menampung mu untuk tinggal di sini, ini kan rumah juga papa dapat karena menikahi kamu dengan ramon, jadi biarkan dia pergi!" kata papa sisil tegas.


"tapi pa....!"


"sudah biarkan dia pergi!" kata papa sisil lagi memotong perkataan sisil.


tak terasa hari mulai beranjak malam ramon


sudah terbangun dari tidurnya ia pun sudah rapi dan wangi, ia duduk termenung di depan meja makan, tak ada seleranya untuk makan ia masih terbayang akan sosok sisil yang selalu ada di sampingnya jika ia ada di rumah jarang sekali ia melewati malam tanpa kehadiran sisil.


ramon hanya mengaduk-aduk saja makanan yang ada di depan nya setelah itu ia masuk kedalam kamarnya lagi yang sudah terlihat rapi, karena di rapikan dengan pelayanan nya tadi.


sesampai di dalam kamar ia masih teringat akan kenangan-kenangannya bersama sisil, ia masih belum bisa menerima kenyataan bahwa sisil sudah pergi dari sisinya.


"kenapa kau tak jujur pada ku, jika kau meminta maaf atas kesalahan mu itu aku akan memaafkan mu sisil!"ucap ramon dalam hati nya sambil duduk bersandar di ranjang.


"kau lagi apa sekarang? apa kau baik-baik saja? aku sudah gila tadi aku hampir membunuh mu!" kata ramon lagi sambil memandang wajah sisil di hemponnya.

__ADS_1


ramon mencoba menghubungi sisil lewat hemponnya tapi tak ada jawaban, hampir 10 kali ramon menghubungi sisil tetap sama tak ada jawaban juga, akhirnya ramon menghubungi asisten luki.


"halo, apa kau sudah mengurus surat perceraian ku?" tanya ramon singkat lewat hemponnya.


"iya tuan!"jawab asisten luki lewat hemponnya.


"aku mau masalah ini cepat selesai, aku tidak mau bertele-tele!" kata ramon lagi, setelah itu ia langsung mematikan hemponnya.


ramon masih termenung dan terbayang akan sosok sisil di ranjang itu tanpa sadar akhirnya ia tertidur.


keesokan paginya, ramon terbangun dari mimpinya, dan ia langsung mandi setelah rapi ia langsung pergi ke kantor ia tak mau sarapan ia akan sarapan di kantor saja kata nya pada pelayan tadi di rumah.


walaupun ia malas ke kantor tapi ia mencoba bersemangat sendiri untuk kerja agar tidak larut dalam kesedihan.


tapi di tengah perjalanan ramon yang masih duduk di dalam mobil saat mobilnya berjalan ia tak sengaja melihat sosok wanita seperti sisil yang lagi bersemangat berjalan kaki di tepi jalan, berlawanan arah dengan nya.


"ap.....apa itu sisil pak?" tanya ramon kepada sopirnya, ia ragu akan penglihatan nya, pikirnya itu hanya orang yang mirip sama sisil, atau hanya khayalannya saja.


"itu betul nona sisil tuan!" jawab sopir ramon.


ramon dengan cepat menyuruh sopirnya menghentikan mobil, ia langsung keluar dari mobil dan berlari mengejar sisil yang lagi berjalan ke arah yang sudah ia lewati tadi.


setelah ia nampak akan sosok sisil ia langsung berteriak," sisil......!"


sisil menoleh kebelakang saat namanya ia dengar di panggil orang dan ia terkejut melihat ramon berlari kearah nya.


setelah ramon dekat dengan sosok sisil ia langsung ingin memeluk sisil, tapi langsung sisil menghindarinya.


"apa kau sudah lupa tuan ramon yang terhormat bahwa kita sudah resmi bercerai!" kata sisil dengan tegas.


ramon jadi bengong mendengar perkataan sisil dan ia juga tak memaksa untuk memeluk sisil, karena apa yang dikata sisil benar bahwa ia sudah menceraikan sisil hanya saja surat cerainya saja yang belum mereka tanda tangani.

__ADS_1


sisil langsung melangkah meninggalkan ramon yang masih terbengong, ia dengan perasaan yang sangat sakit akan perlakuan ramon terhadapnya waktu itu mencoba melanjutkan perjalanan nya dengan tegar.


.


__ADS_2