
"jangan marah-marah nanti gak laku jadi janda!" canda ramon sambil tersenyum.
perkataan ramon benar-benar membuat sisil emosi ia langsung menanggalkan sendalnya dan mau memukul ramon, namun ramon langsung kabur dan tertawa terbahak-bahak, ia menuju pulang ke rumahnya.
sesampai di rumahnya ramon kembali sedih, baginya kebahagiaan nya hanya bersama dengan sisil, ingin ia culik sisil dan membawa nya kembali kerumahnya, tetapi itu tak mungkin, itu hanya ada dalam khayalannya.
ramon menuju ke kamarnya, sesampai di kamar ia langsung masuk ke kamar mandi untuk bersih-bersih setelah itu ia keruangan kerjanya, di sana ia menghabiskan waktu malamnya dengan menyelesaikan kerjanya sampai ia tertidur, ramon sekarang tak mau tidur di kamarnya lagi karena ia selalu teringat dengan sisil jika ia tidur dikamar, mangkanya ia memilih menghabiskan waktu malamnya di ruangan kerjanya sampai ia tertidur.
sedangkan sisil setelah ia bosan duduk-duduk di teras rumahnya, ia langsung masuk ke kamar, ia juga tidak bisa melupakan ramon dengan secepatnya.
"kenapa aku masih saja teringat dengan kakak, padahal ia sudah membuat ku sakit hati!"pikir Sisil dalam hatinya sambil berbaring di ranjangnya, tanpa ia sadari air mata nya mengalir di pipi, saat ia teringat dengan ramon pada masa-masa mereka berdua bahagia.
"apa aku terima saja ia mau kembali padaku? tapi kan seharusnya aku bahagia cerai dari dia, aku bisa bebas, tidak di kekang lagi, tapi mengapa aku merasa sekarang ada yang kurang dalam hidup ku, jika aku jauh dari dia!" pikir sisil lagi dalam hatinya.
hampir jam sepuluh malam akhirnya sisil tertidur.
keesokan paginya, sisil sudah bersiap akan pergi kerja, ini adalah hari pertama sisil bekerja di toko pakaian, ia pagi-pagi sudah keluar dari rumahnya untuk pergi kerja.
sisil menumpang angkot yang lewat di depan rumahnya untuk pergi kerja tetapi selalu angkot itu penuh, akhirnya sisil harus menunggu lama angkot yang lewat lagi untuk pergi kerja.
selang tiga puluh menit, mobil ramon berhenti tepat di depannya, ramon mengajak sisil naik di mobilnya tetapi sisil tidak mau.
"ayolah aku antar, kamu mau kemana?" ajak ramon kepada sisil.
"gak usah, aku gak mau merepotkan orang, aku akan menunggu angkot yang lewat saja, lebih baik kakak pergi kerja ntar terlambat!" jawab sisil.
"kenapa kamu menganggap aku orang lain, asal kau tau perasaan ku pada mu tak berubah hanya status kita saja berubah, aku tidak akan terlambat, walaupun aku terlambat tidak ada yang memarahi ku, ayo lah jangan keras kepala!" kata ramon lagi.
tapi sisil tak menggubris perkataan nya,sisil masih menunggu angkot, setelah beberapa menit lewatlah angkot, sisil langsung menyetopnya dan kebetulan angkot itu masih ada tempat duduk yang kosong dan sisil naik di angkot itu meninggal kan ramon yang kebingungan melihatnya.
__ADS_1
tetapi ramon mempunyai ide untuk mengikuti sisil, ia mau tau sisil pergi kemana pagi-pagi begini.
tak terasa angkot yang di tumpangi sisil sudah sampai di tempat tujuan sisil dan sisil menyetopnya untuk berhenti.
sisil turun dari angkot menuju ke toko tempat ia bekerja, ia bersyukur karena ia datang tepat waktu tidak terlambat, tanpa sisil sadari ia di buntuti ramon dari belakang.
"pagi mbak?" sapa sisil kepada bosnya sang pemilik toko.
"pagi juga, bagaimana kamu sudah siap kerja?" tanya bos sisil.
" ia mbak aku sudah siap!" kata sisil lagi, sisil memanggil bos nya dengan sebutan mbak, karena bosnya masih muda.
"rina tolong kamu kasih tau bagaimana kerjanya!" panggil bos sisil kepada karyawan nya yang sudah senior untuk menunjuk tugas kerja sisil.
setelah tahu apa saja tugas kerja nya, sisil langsung cekatan mengerjakan nya.
selang dua puluh menit ramon masuk ke toko baju tempat sisil kerja, ia di sambut langsung oleh bos sisil, sedangkan sisil ia tak mengetahui nya karena ia sibuk bekerja.
ramon hanya tersenyum saja, matanya sibuk mencari sosok sisil.
"apa yang tuan ramon butuhkan silakan katakan saja, nanti ada pelayan toko yang mengambilnya, jika tuan ramon mencari baju cowok di sebelah kiri tuan!" kata bos sisil lagi.
ramon melangkah ke arah sebelah kiri yang di saran kan bos sisil, sambil berkata.
"aku mau wanita itu yang melayaniku untuk mencari baju di sini!"kata ramon lagi sambil menunjuk kearah sisil.
"oh itu, dia adalah karyawan baru di toko ini tuan!" kata bos sisil lagi sambil pergi kearah sisil.
"sisil tolong kamu layani lelaki itu dengan baik, jangan sampai ia kecewa setelah keluar dari toko kita!" perintah bos sisil lagi kepada sisil.
__ADS_1
"baik mbak!" jawab sisil sambil melangkah kearah ramon.
setelah ia dekat dengan ramon sisil jadi terkejut, ia kira siapa yang akan ia layani, teryata mantan suaminya yang harus ia layani.
"maaf tuan, anda mencari baju yang seperti apa? nanti biar aku yang cari?" tanya sisil kepada ramon dengan pura-pura tak mengenali ramon.
ramon ingin tertawa melihat mantan istri nya berakting tapi ia tahan.
"aku mau kemeja itu!" kata ramon sambil menunjuk kearah baju kemeja yang terpasang di patung.
sisil dengan cekatan mengambilnya, dan ia langsung memberi sedikit dekat dengan ramon sambil berbisik kepada ramon.
"cepatlah keluar dari toko ini, jangan membututi ku!" bisik sisil di kuping ramon.
ramon hanya cuek saja mendengar bisikan sisil, ia malah ingin mengajak bos sisil kerja sama.
biar ia bisa terus memantau sisil bekerja.
selang beberapa menit datang lah seorang cowok tampan yang membuat sisil jadi berpindah arah pandang, ia sibuk memandang lelaki itu, sampai-sampai ia tak mendengar ramon memanggilnya, hal itu tak luput dari pantauan bos nya sehingga sisil di tegur oleh bosnya.
"sisil....apa yang kau lihat, tuan ramon memanggilmu!" teriak bos sisil ia sangat marah sisil tak melayani ramon dengan baik.
sedangkan ramon ia sangat membenci lelaki yang bisa membuat sisil mengalihkan pandangannya, ia akan mencari tahu siapa lelaki itu.
sisil jadi malu hari pertama kerja sudah membuat kesalahan dan ia juga sangat jengkel kepada ramon, gara-gara ramon bos nya marah kepada nya.
setelah ia kena marah kini sisil merasa bahagia soalnya cowok yang ia pandang itu sekarang mendekati dirinya sedangkan ramon setelah melihat sisil kena marah tadi ia langsung pergi.
"hay...... boleh kenalan? aku belum pernah melihat dirimu disini selama ini, kamu karyawan baru ya?" tanya cowok itu sambil mengulurkan tangannya kepada sisil, cowok itu bernama revan.
__ADS_1
"ia aku karyawan baru disini, nama ku sisil!" jawab sisil sambil menerima uluran tangan revan, mereka asyik mengobrol kebetulan sudah jam istirahat.
sisil dan revan cepat akrabnya, mereka sudah saling tukar no hp dan pulangnya sisil di antar oleh revan, sisil tak keberatan di antar revan karena mereka pulang memang satu arah.