Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# terungkap siapa dalang pembuat video rekayasa sisil #


__ADS_3

setelah pulang dari rumah sisil, ramon langsung ke tempat rumah kosong tempat penyiksaan orang yang sudah bersalah padanya.


"tab....tab.....tab!" bunyi sepatu ramon memasuki rumah kosong itu.


ia melihat ada beberapa anak buah nya berjaga-jaga di dalam rumah itu.


ketika melihat ramon datang anak buahnya langsung menyambut ramon dengan sopan.


"malam tuan, apa tuan mau langsung melihat orangnya?" tanya Zico kepada ramon salah satu anak buah ramon.


"ya!" jawab singkat ramon, ia sangat penasaran siapa yang merusak rumah tangga nya tersebut.


ramon langsung di antar anak buahnya ke ruangan penyekapan orang yang membuat video rekayasa itu.


sesampai ia di ruangan itu, ia melihat ada dua orang di ruangan tersebut seorang wanita dan seorang lelaki, dan setelah ramon melihat wajah nya, ramon sangat terkejut, karena ia sangat kenal siapa wanita itu, tapi ia tidak kenal dengan lelaki itu.


"kamu?" tanya ramon pada bunga dengan ekspresi tak percaya.

__ADS_1


"mas.......bantu aku, ini semua bukan salah aku!" kata bunga pada ramon dengan wajah sedih, ia masih berakting di depan ramon.


"anak buah ku tak akan pernah salah menangkap!" jawab ramon dengan ekspresi marah pada bunga.


"ini hanya salah paham mas!" kata bunga lagi mencoba mengelabui ramon.


"salah paham apa maksud mu?" tanya ramon pada bunga sambil menarik rambut bunga kebelakang.


"sakit mas....jangan begini, aku melakukan itu karena aku masih cinta pada mu, aku hanya ingin menjadi istri mu mas!" kata bunga memelas berharap ramon melepaskan rambutnya karena ia merasa sakit di tarik rambutnya pada ramon.


sedangkan bunga yang mendengar perkataan ramon ia hanya bisa bersedih.


"ramon tolong lepaskan aku, jika memang kau jijik melihat aku sekarang, aku tak akan mengganggu mu lagi, aku mohon maaf kan lah diriku!" teriak bunga, namun ramon tak memperdulikan dia.


anak buah ramon langsung mendatangi ramon saat ramon memanggil mereka.


"ada apa tuan?"tanya salah satu anak buah ramon.

__ADS_1


"jual ia ke tempat pelacuran dan buat usaha keluarganya bangkrut!" kata ramon lagi.


"tidak ramon, jangan lakukan itu, aku bersedia menjadi apapun tapi jangan jual aku di tempat itu!" kata bunga saat ia mendengar ramon memerintah anak buahnya untuk menjual nya.


"kenapa? itu adalah tempat yang cocok buatmu sekarang!" kata ramon lagi dengan tegas


"asal kau tau ya ramon, aku melakukan ini, karena aku merasa tidak adil, saat kau miskin kau jadi pacarku dan saat kau kaya kau jadi suami orang lain, itu mangkanya aku melakukan berbagai cara agar kau bercerai, agar aku bisa menjadi istri mu!" kata bunga lagi, ia jadi emosi karena ramon tak mau memaafkan nya.


"itu semua sudah takdir, lagian aku rasa kaya ataupun miskin tak sangkut pautnya dengan cinta, aku dulu mencintai mu, tapi keluarga mu tak merestui kita, hingga akhirnya kita terpisah, asal kau tahu aku masih menunggumu saat aku sudah kaya waktu itu, tapi kau tak kunjung datang hingga akhirnya aku menikahi sisil dan aku jatuh cinta sama sisil, seharusnya kau memahami bahwa kita memang tak di takdir kan bersama, bukan malah menghancurkan keluarga ku, kata maaf mu tak ku terima, kau harus jalani hukuman dariku!" kata ramon lagi sedikit panjang lebar dan setelah itu ia perlahan melangkah keluar dari ruangan itu, tapi belum sempat ramon berlalu dari ruangan itu, ia mendengar bunga teriak lagi.


"asal kau tau ya ramon aku meninggalkanmu waktu itu karena kehendak aku sendiri bukan karena paksaan orang tua ku, karena kau miskin waktu itu!" teriak bunga lagi sambil tertawa terbahak-bahak.


"dasar perempuan gila!" kata ramon lagi, ia sangat menyesal sudah menangisi bunga waktu itu, dan ramon melanjuti langkahnya.


"tuan bagaimana dengan yang satu lagi?" tanya anak buah ramon saat ramon mau pergi dari rumah itu.


"masukkan juga di tempat itu!" kata ramon lagi, sambil cabut dari rumah itu, ramon tidak terlalu memberi hukuman berat pada lelaki itu karena ia tahu lelaki itu hanya membantu bunga.

__ADS_1


__ADS_2