
ramon jadi panik melihat sisil berlari seperti itu. ia mencoba mengejar sisil tapi ia tak dapat karena ia bertabrakan dengan karyawannya yang baru masuk ke pintu utama kantornya saat ia ingin keluar mengejar sisil.
ramon jadi kesal, ia sangat marah dengan karyawannya yang telah menabraknya itu, sehingga ia tak dapat mengejar sisil saat itu.
''kau buta apa? masa gak lihat diriku ingin keluar!'' marah ramon kepada karyawannya yang menabraknya.
''maaf tuan, aku tadi gak sengaja!'' ucap karyawannya kepada ramon dengan ketakutan melihat amarah ramon.
''sudah sana! kembali bekerja!'' perintah ramon kepada karyawannya itu.
ramon kembali masuk ke kantornya dan mengerjai pekerjaan yang belum selesai.
sedangkan bunga yang melihat kejadian tadi ia sangat bahagia, karena ia bisa membuat sisil sakit hati, tanpa ramon ketahui bahwa bunga memang sengaja tadi, pura-pura pingsan biar ramon menangkapnya dan memeluknya!
sisil benar-benar kecewa dengan ramon, ia langsung saja pergi dari kantor ramon dan sekarang ia ada di warung bakso ibu lesna.
''kamu kemana saja nak? baru sekarang nongol!''tanya ibu lesna kepada sisil saat ia memberi semangkuk bakso kepada sisil.
''maaf kan sisil bu baru sempat main kesini sekarang, sisil sekarang sudah nikah bu!'' jawab sisil sambil memakan baksonya.
''loh kamu nikah gak ngundang ibu nak? apa kamu lupa sama ibu? tanya ibu lesna lagi kepada sisil.
''sisil gak bisa ngundang ibu karena suami sisil yang ngurus semuanya, termasuk tamu undangan, bukan cuma ibu yang gak di undang, teman dekat sisil juga satu pun tak di undangnya!'' jawab sisil lagi sambil memainkan hemponnya kerena ada sebuah chat dari seseorang.
setelah sisil membuka chat itu teryata dari renal.
''sisil maaf kalau aku lancang, aku benar-benar suka sama kamu, walaupun aku tahu kamu sudah punya suami, aku sebenarnya ingin mengungkapkan perasaanku ini saat aku bisa mengajak kamu berjalan-jalan tadi, tapi teryata aku gak bisa mengajak kamu jalan gara-gara bodyguard suami mu itu tadi, mangkanya aku ngomong langsung tadi saat aku berlalu dari kamu.'' begitu lah isi dari chat renal, yang membuat sisil jadi bingung pasalnya baru kini ada cowok terang-terangan mengungkapkan perasaannya langsung kepada sisil.
akhirnya sisil membalas chat renal, ''maaf renal aku hanya menganggap kamu sahabatku tidak lebih, lagian aku sudah punya suami, lebih baik kau lupakan aku.'' balas sisil sambil menghabiskan bakso yang ia makan tadi.
sedangkan renal yang dari tadi menunggu balasan chat dari sisil jadi kecewa, setelah ia membaca balasan chat dari sisil.
renal masih berharap semoga ada keajaiban semoga sisil mau membalas cintanya.
__ADS_1
''aku tidak akan mundur sisil, sampai aku mendapatkan cinta mu!'' ucap renal dalam hatinya.
renal adalah cowok tampan dan kaya banyak wanita tergila-gila padanya, tapi baru dengan sisil lah ia jatuh cinta.
sementara itu ramon yang baru sudah meeting sama karyawannya bergegas mau pulang, jam sudah menunjukkan pukul lima sore.
didalam perjalanan pulang, ramon mendapat kabar dari bodyguard sisil yang ia perintah untuk mengikuti sisil memberi laporan tentang kejadian yang terjadi tadi saat sisil mau kekantor ramon dengan rinci, termasuk renal mengatakan suka dengan sisil.
ramon sangat marah setelah mendapat laporan seperti itu, ia tak sabar ingin cepat sampai kerumahnya dan memarahi sisil.
''pak cepat sedikit,'' perintah ramon kepada supirnya yang lagi mengendarai mobil tersebut.
''baik tuan,'' jawab supir itu dan langsung mempercepat laju kendaraannya.
sementara ramon yang duduk di belakang sibuk menghubungi sisil lewat hemponnya, tapi no yang di tuju selalu tidak aktif, sambil mengepal jari nya, ia sangat marah rasanya ingin ia memukul lelaki itu, yang berani mengatakan suka pada sisil secara langsung, di depan anak buah ramon.
setelah sampai di rumah ramon langsung bergegas masuk kedalam rumah mencari keberadaan sisil.
''belum tuan,'' jawab pelayan itu dengan sedikit takut karena ia melihat raut wajah ramon yang marah.
''kemana dia?'' tanya ramon dalam hatinya.
ramon sangat marah kepada sisil, ia membanting semua barang yang ada di ruangan tamu tempat ia berada sekarang sambil berteriak, ''ah...... ah......!''teriak ramon meluapkan emosinya, sedangkan semua pelayannya jadi takut melihat amarah ramon.
sedangkan sisil di warung bakso ibu lesna sedang asyik mengobrol, hemponnya memang mati dari tadi karena kehabisan baterai nya.
setelah hampir Maghrib sisil akhirnya pulang, ia tidak pulang kerumah suaminya, tetapi ia pulang kerumah papanya.
sesampai sisil di rumah papanya, sisil langsung curhat sama papanya soal ramon.
''papa kakak ramon itu selingkuh sama bunga, mantan pacarnya, aku tidak sanggup lagi jadi istrinya, apalagi ia itu sering mengekang sisil tuk bergaul di luaran, masa tadi teman sisil di gebuk sama orang suruhannya gara-gara menyetop mobil sisil hanya untuk bicara, itukan keterlaluan papa!'' curhat sisil sama papanya.
''nak sebaiknya kamu dengarkan dulu penjelasan dari suamimu, baru mengambil kesimpulan, soal ia mengekang kamu, itu tanda nya ia sangat sayang sama kamu, mungkin ia ingin menjaga mu 24 jam.'' saran papa riko kepada sisil.
__ADS_1
tak berapa lama terdengarlah pintu utama rumah papa sisil di ketok dari luar.
''tok....tok...tok!'' bunyi pintu di ketok dan setelah itu ada suara dari luar.
''assalammualaikum.....!'' suara dari luar terdengar oleh sisil dan papanya.
''waalaikumsalam.....!" jawab papa sisil dari dalam sambil melangkah untuk membuka pintu.
sedangkan sisil mendengar suara itu, ia sudah menebak pasti itu suara suaminya, ia langsung masuk ke kamar tamu.
setelah pintu utama berhasil di buka oleh papa sisil, nampak lah ramon yang lagi berdiri dengan raut wajah yang kusut.
''nak ramon, silakan masuk!'' sapa papa riko kepada menantunya itu.
ramon melangkah masuk kedalam rumah papa riko dan papa riko mengekor dari belakang.
papa riko mempersilakan ramon untuk duduk di ruangan tamu di rumahnya.
''papa ramon ingin bertanya, apa sisil ada di sini?'' tanya ramon kepada mertuanya secara langsung tanpa basa-basi lagi.
''ia sisil ada di sini, mungkin ia di dalam kamar sekarang,'' jawab papa riko, ia menebak bahwa sisil ada di kamar.
''oh..... syukur lah kalau begitu, tadi aku pusing mencarinya karena belum pulang kerumah, dan hemponnya tidak aktif lagi.'' jelas ramon kepada mertuanya.
''maaf ya ramon bila sisil sedikit merepotkan dirimu, maklum ia memang masih kecil belum sepantasnya untuk berumah tangga,'' ucap papa riko lagi.
''ia papa, ramon ngerti, ramon hanya kuatir tadi takut terjadi apa-apa sama sisil,'' jawab ramon lagi, ia belum bercerita rasa kesalnya sama papa riko.
''ya sudah silakan ke kamar kalau mau ketemu sisil.'' papa riko mempersilakan ramon ke kamar.
''baik papa, aku ke kamar dulu,'' kata ramon sambil melangkah menuju ke kamar tamu yang di tunjuk tadi sama papa riko.
ramon langsung saja ingin membuka pintu kamar itu tapi teryata pintu kamarnya di kunci dari dalam.
__ADS_1