
sayang......kita mulai ya acara kangen-kangenan nya!" ucap ramon penuh nafsu sambil membaringkan sisil di ranjang nya.
sisil hanya tersenyum saja mendengar kata ramon, ia pun juga sudah kangen dengan belaian ramon.
melihat senyum indah di bibir istrinya tambah membuat ramon mabuk kepayang.
ia segera melakukan serangan-serangan nafsu nya di tubuh istrinya yang tercinta, hingga membuat sisil tak berdaya akan kelakuan ramon, tidak cukup satu ronde bagi ramon jika menyangkut soal ranjang pasti ia minta berulang-ulang hingga sisil menyerah tak berdaya menghadapi nafsunya.
"kakak..... sudah dong, capek nih, masih banyak waktu untuk kita melakukan nya, kenapa aku di gempur terus!" protes sisil pada ramon, karena ia sudah lelah menghadapi nafsu suami nya itu.
"hehe.... hehehe!" ramon hanya cekikikan saja mendengar protes sisil.
"ngantuk ah....mau tidur!" kata sisil lagi.
"baiklah untuk saat ini sayang.....ayo kita tidur, maaf ya membuat mu sedikit capek, maklumi saja kita kan sudah hampir delapan bulan berpisah, selama itu aku tak pernah melakukan adegan ranjang, kalau aku kangen sama goyangan mu paling aku bermain solo di kamar mandi!" jelas ramon kepada sisil sambil berbaring di samping isterinya itu.
"sayang.......eh sudah tidur dia!" panggil ramon sambil melihat ke arah sisil dan teryata sisil sudah tidur, hingga akhirnya ramon mengikuti sisil tidur sambil memeluk sisil dengan erat.
keesokan paginya, sisil merasa badannya capek semua karena melayani nafsu suaminya yang tinggi, hingga akhirnya ia menggerutu.
"kenapa mesti mainnya lama sekali sih, aku kan jadi capek!" gerutu sisil di pagi itu sambil pergi ke kamar mandi.
sedangkan ramon masih tidur dengan nyenyak, karena ia sangat tenang dan bahagia sisil jadi istri nya lagi.
selesai mandi sisil langsung ke ruangan ganti pakaian setelah itu ia bercermin di depan kaca untuk melihat penampilan nya, setelah itu ia pergi ke ruangan dapur, ia ingin memasak sarapan untuk ia dan suaminya.
saat sisil lagi asik memasak, ramon datang menghampiri nya dengan gaya yang sudah kren dan wangi, ramon langsung memeluk sisil dari belakang sehingga membuat sisil jadi terkejut.
"aak.......kakak, kenapa langsung memeluk begitu, aku kan jadi terkejut!" kata sisil, sambil mengaduk-aduk masakan di dalam wajannya.
"abisnya isteri ku ini sangatlah gemes sekali, jadi aku kepengen memeluk nya terus!" jawab ramon sambil mencium pipi sisil dari samping.
__ADS_1
"kakak tidak marah aku memasak?" tanya sisil lagi dan ia membalikkan badannya kearah ramon.
"tidak sayang......kau boleh melakukan apapun yang kau suka, tetapi jangan sampai mengabaikan suamimu ini!" jawab ramon lagi dan tangan nya membelai rambut sisil dengan penuh kasih sayang.
"baik suami ku tercinta!" ucap sisil.
setelah itu mereka sarapan dengan tenang dan selesai sarapan ramon mengajak sisil pulang ke rumahnya, karena ia sudah janji sama sisil akan membawa sisil pulang lagi ke rumah mereka, karena sisil sudah bosan di villa.
sesampai di rumah semua pelayan yang bekerja di rumah mereka menyambut kedatangan sisil dan ramon dengan berbaris dengan rapi di depan pintu gerbang.
"selamat pulang nona dan tuan, semoga bahagia selalu dan tak terpisahkan lagi!" ucap kepala pelayan ramon yang bernama ita, saat ramon dan sisil melangkah masuk kerumahnya.
"terimakasih bik, atas doa nya!" jawab sisil sedangkan ramon hanya tersenyum saja.
setelah itu mereka pamit masuk kedalam sedangkan pelayan nya sibuk mempersiapkan menu makanan yang akan di sajikan pada tuan dan nona nya.
"selamat datang isteri ku tercinta ke istana mu yang selalu merindukan kehadiran mu!" kata ramon sambil memeluk sisil dari belakang dengan erat saat Mereka sudah sampai di dalam kamar.
*****
tak terasa sudah satu minggu sisil menjadi istri ramon lagi, ramon mengajak sisil untuk liburan ke luar negeri lagi, sekarang pilihan tempat liburannya ke negeri Paris.
mereka menghabiskan waktu mereka di negara itu, dengan bahagia, walaupun ada sedikit keinginan sisil yang tak di penuhi oleh ramon yaitu memakan pil KB lagi, karena ramon sudah tak ingin menunda lagi dalam memiliki momongan.
"sayang.......sudah dong, kau harus siap sekarang untuk hamil, jangan lagi memakan pil ini!" kata ramon sambil merampas pil itu dari tangan sisil, selama pernikahan mereka yang pertama, saat sisil diam-diam memakan pil KB itu, ia bukan nya tidak tahu, tapi ia masih toleransi pada sisil karena ia tahu sisil belum siap.
tapi untuk sekarang ia tidak mau menundanya lagi, karena ia sudah kepengen banget punya anak, ia iri melihat teman-teman seusianya sudah punya anak yang banyak, sedangkan ia belum, jadi ia tak mengijinkan lagi sisil untuk memakan pil KB itu, sisil harus siap punya anak untuk sekarang.
"tapi kak....aku belum siap!" jawab sisil.
"sampai kapan sayang....aku iri sama teman-teman ku yang sudah punya anak semua, sedangkan aku belum punya!" kata ramon lagi.
__ADS_1
"aku.....aku sebenarnya juga kepengen tapi aku ngeri bila melihat ibuk-ibuk yang akan melahirkan, dan aku merasa takut jika aku hamil dan melahirkan!" jelas sisil.
"ya ampun sayang......jaman sekarang sudah canggih, jika kamu tidak bisa melahirkan secara normal kan bisa secara operasi, lagian aku tidak menuntut kamu melahirkan secara normal!" bujuk ramon.
"iya, ya....tapi sekarang kita jalan lagi yuk!" ajak sisil.
"oke!" jawab ramon sambil mengecup dahi sisil.
setelah sekitar dua minggu mereka berjalan-jalan di negeri Paris tersebut akhirnya pulang ke negeri asal.
sisil merasa letih setelah menempuh perjalanan jauh, mangka dari itu sesampai di rumah ia langsung istirahat di kamarnya.
"sayang.....kau kenapa?" tanya ramon dengan perhatian.
"capek aja kak!" jawab sisil
"sini kakak pijit!" kata ramon lagi sambil mendekatkan dirinya kepada sisil dan mulai memijit tubuh sisil.
sisil merasa bahagia karena ramon sangat sayang pada nya.
"sayang.......kau masih ingin kuliah apa tidak?" tanya ramon sambil melihat ke arah wajah sisil.
"hem........teryata sudah tidur, pantaslah tidak menjawab!" gumam ramon sambil menyelimuti sisil, dan pergi keluar.
ramon akhirnya pergi ke ruangan kerjanya untuk mengecek kerjaan nya yang ia tinggal beberapa hari ini.
sesampai di ruangan kerja ia mendapat telepon dari seseorang yang ia anggap sebagai keluarga nya, ia adalah Tante monic.
Tante monic adalah orang yang membantu ramon saat di tinggal oleh kedua orang tuanya karena meninggal dunia, ia sekarang tinggal di luar negeri bersama dengan keluarga nya.
.
__ADS_1