
di siang itu ramon dan sisil sibuk shopping, ia ingin tampil sempurna bersama dengan isterinya di acara besok siang.
setelah shopping ramon menemani sisil ke salon kecantikan setelah itu mereka pulang karena hari sudah sore dan pakaian yang mereka inginkan sudah dapat.
sisil senang sekali di ajak ramon shopping ia juga antusias akan berdandan sedikit memukau besok siang saat acara di kantor suaminya.
tak terasa waktu acara pesta telah tiba ramon dan sisil sudah sampai di hotel berbintang lima, karena acara itu di ada kan di sana, semua media menyoroti kedatangan mereka dan semua tamu undangan memandang ke arah sepasang suami-istri itu.
dengan senyum yang selalu terukir di wajah ramon ia melangkah bersama isterinya yang juga nampak bahagia walaupun sisil sedikit malu karena semua seakan menyita perhatian untuk mereka berdua.
dari semua tamu undangan yang ada di sana ada seseorang yang tidak di sukai kehadirannya oleh sisil yaitu bunga.
sisil terkejut melihat sosok bunga yang memandang kearah mereka dengan raut wajah yang masam.
sisil langsung saja menghampiri bunga saat ramon meninggalkan dirinya sebentar untuk menyapa rekan bisnisnya.
''hay.......apa kamu gak punya malu masih menghadiri acara perusahaan yang sudah memecat mu!'' sindir sisil kepada bunga saat ia sudah dekat dengan bunga.
''aku rasa kamu yang salah dan sebentar lagi akan malu!'' jawab bunga sedikit menyudutkan sisil, agar sisil terpengaruh akan kata-kata nya.
mendengar hal itu sisil jadi emosi, ''maksud mu apa? kenapa aku yang salah? jelas-jelas kau yang salah masih menghadiri acara ini, yang tidak sangkut paut nya dengan mu!'' kata sisil lagi dengan keras!''
''aku menghadiri acara ini karena ini acara kantor tempat ku bekerja!'' jawab bunga lantang dan tegas.
semua mata tertuju pada kedua wanita yang berdebat itu, termasuk ramon ia jadi emosi melihat sisil dan bunga berdebat dan ia menghampiri mereka tetapi belum sampai ia dekat dengan mereka ia mendengar sisil berkata.
''tidak mungkin, kau telah di pecat oleh suami ku, mungkin kau memang ingin menjadi pelakor, dasar wanita murahan tidak tau malu!'' kata sisil lagi sambil ia mendorong bunga.
__ADS_1
bunga yang di kata seperti itu ia ikut emosi juga, ''kau yang merebut ia dari ku bocah sialan!'' kata bunga sambil menarik rambut sisil.
''hentikan sisil..........!'' teriak ramon dengan keras sampai menggema di ruangan itu.
membuat semua tamu terkejut.
''kenapa harus di hentikan? kakak takut semua terbongkar, teryata semua itu palsu, teryata kakak membohongi ku, kakak tidak memecat bunga!'' kata sisil lagi ia langsung memarahi ramon.
ramon sangat emosi, karena tamu undangan melihat mereka bertengkar padahal acaranya baru akan di mulai.
''sisil sekarang juga kau pergi dari sini, aku muak melihat mu!'' kata ramon lagi dengan keras sambil ia melempar gelas yang ada di tangan nya ke arah tembok dan ia pergi menjauh dari tempat itu.
sisil yang mendengar usiran dari ramon ia sangat malu dan sedih, ia berlari keluar dari hotel itu sambil menangis.
setelah sisil tak ada di ruangan itu ramon jadi sedih ia merasa bersalah, dengan keadaan masih emosi ia menghampiri bunga dan berkata ''bunga kau ku pecat dari kantor ku carilah pekerjaan yang lain!'' kata ramon dengan tegas ia juga ikut keluar dari hotel.
luki yang melihat ramon hampir keluar dari hotel ia langsung mengejar ramon dan menghentikan langkah ramon.
''kau saja menggantikannya, aku pusing!'' kata ramon lagi ia langsung berlari ke parkiran dan masuk ke mobil, ia mengendarai mobil itu sendiri menuju kerumahnya tanpa sopir.
sedangkan bunga yang di pecat ramon di tengah-tengah tamu undangan ia sangat malu, ia juga langsung cabut dari acara itu.
saat sampai di rumah ramon langsung masuk mencari sisil ia masih emosi dan merasa bersalah juga karena sudah memarahi isterinya dan mengusir di depan tamu undangan tadi.
''sisil....! kau di mana?'' teriak ramon sambil ia berlari naik keatas menuju kamarnya.
tapi sebelum ia sampai di kamar, ada pelayan di rumah itu berkata, ''tuan nona sisil belum pulang!''
__ADS_1
''sisil belum pulang?'' ramon mengulangi kata-kata pelayan itu, seakan ia gak percaya.
ramon sibuk menghubungi sisil, tapi handphone sisil tak aktif sehingga ia menyuruh semua anak buahnya mencari sisil dan ia mencari sisil di kediaman orang tua sisil.
sementara sisil yang tadi menangis dan kecewa akan perilaku ramon kepadanya ia sekarang berada di warung bakso ibu lesna.
ia menceritakan semua masalah yang ia hadapi sekarang kepada ibu lesna dan ibu lesna menanggapi nya dengan simpati.
sisil memohon kepada ibu lesna agar memberi ia tempat untuk menginap dan ibu lesna dengan senang hati memberinya.
sisil memang sengaja tidak pulang kerumah papanya karena ia tau pasti ramon akan mencarinya di sana dan papanya pasti membujuknya kembali kepada ramon nanti, hal itulah yang paling sisil benci karena sisil masih kesal dan marah kepada ramon.
sedangkan ramon yang sudah mencari sisil di rumah orang tuanya, tapi ia tak menemukan sisil juga di sana hingga akhirnya ia sangat pusing dan merasa bersalah.
''sayang kau di mana? maafkan diriku, aku tau aku bersalah, aku mengusir mu di tempat acara tadi, tapi bukan mengusir mu untuk selamanya dari hidupku,'' sesal ramon dalam hatinya.
sampai tengah malam ia masih mencari sisil di mana saja di tempat isterinya sering kunjungi termasuk di rumah semua teman sisil tapi ia tak menemukan juga sisil di sana.
hari sudah menunjukkan jam 2 dini hari hingga akhirnya ramon dan anak buahnya pulang ke kediamannya dan pencarian sisil berlanjut besok.
sampai di rumah ramon istirahat di kamarnya langsung ia tak berselera makan sejak pulang dari acara tadi sampai dinihari, pakaiannya juga belum berganti dan ia belum membersihkan diri, walaupun pelayan nya menegur dia untuk makan, tapi ramon benar-benar tak berselera, ia sangat kacau sekali saat ini.
ia hanya termenung menyendiri di kamar, ia sangat merasa bersalah dan menyesal sudah memperlakukan istrinya seperti itu, ia menangis dalam diam, sampai akhirnya ia tertidur.
sedangkan sisil ia tertidur dengan pulas walaupun tadi sempat merasa bersedih.
keesokan paginya ramon merasa bangun dengan keadaan berbeda, ia tak mendapatkan isterinya si sampingnya, hingga ia berteriak saat ia menyadari akan semua yang terjadi.
__ADS_1
''sisil........!''
''ahk......!'' teriak ramon menggema di kamarnya sambil meninju tembok yang ada di kamarnya berulang kali, ia sangat takut sisil pergi selamanya dari sisinya.