
keesokan harinya sisil masih dalam keadaan ketakutan ia sedikit trauma atas kejadian yang menimpa dirinya, saat ia tidur ia masih memimpikan akan kejadian itu dan saat ia bangun ia menangis ketakutan.
ramon yang melihat istrinya seperti itu ia sangat sedih, ia merasa lalai menjaga sisil walaupun sisil belum dapat di perkosa rian.
mengingat akan lelaki yang bernama rian membuat ramon murka, ia sangat membenci lelaki itu.
''hallo luki? apa kau sudah mengerjakan apa yang aku perintahkan!'' tanya ramon kepada luki saat ia menelpon asisten nya itu.
''sudah tuan, semuanya sudah beres, perusahaan rian akan bangkrut dalam waktu dekat ini!'' jawab Luki.
''bagus!'' kata ramon lagi ia langsung memutuskan sambungan ponselnya secara sepihak.
''sayang......!kau sudah bangun?'' sapa ramon kepada sisil yang baru membuka matanya, di pagi itu.
''hik....hik.....hik, tolong aku....tolong!'' hanya itu yang terlontar dari mulut sisil, ia tak menghiraukan pertanyaan ramon.
''sayang.........! kau sudah aman sekarang, ada aku yang menjagamu, lelaki bajingan itu sudah membusuk di dalam penjara, jadi kau jangan takut lagi ya! kata ramon sambil memeluk sisil dengan perasaan yang sedih.
setelah hampir lima hari akhirnya sisil kembali ceria, ia sudah tak sedih lagi, karena ramon terus berada di sisinya dan menghiburnya.
sisil sudah bisa beraktivitas seperti biasanya, saat siang ini ia kekantor suaminya setelah pulang dari kampus nya.
''siang kakak.........!''ucap sisil sembari tersenyum kearah ramon saat membuka pintu ruangan ramon.
''siang juga sayang.......!'' jawab ramon seketika saat mendengar suara isterinya itu.
sisil langsung mendekat kearahnya ramon dan langsung memeluk tubuh ramon dengan manja walau masih di halangi oleh kursi kerja ramon.
__ADS_1
ramon yang mendapatkan perlakuan seperti itu, ia langsung menarik tubuh isterinya itu ke pangkuannya dan memeluknya dengan erat, ia jadi gemas melihat tingkah isteri kecilnya itu.
''kau kangen ya sayang?'' tanya ramon sambil mengecup tengkuk leher sisil dengan lembut, membuat sisil kegelian dan mendesah setelah itu ia membalikkan tubuh sisil di hadapannya.
''enggak, cuma lagi pengen manja aja, emang gak boleh......?''jawab sisil dengan manjanya dan memainkan jemarinya yang lentik itu di dada ramon.
''kau nakal ya sekarang! mengganggu suamimu kerja, apa mau kau ku bikin gak bisa berjalan hah?'' bisik ramon di kuping sisil dengan birahi yang menggelora, membuat sisil seketika merinding mendengarnya.
''gak mau! kalau begitu pulang saja aku, jika kakak merasa terganggu!'' jawab sisil ia lantas ingin berdiri dari pangkuan ramon tapi dengan cepat ramon menarik kembali sisil kedalam pangkuannya.
''enak saja kau mau pergi setelah mengganggu ku, tidak akan kubiarkan!'' ucap ramon lagi.
setelah itu mereka saling berpelukan dan bercumbu mesra, walaupun birahinya sudah memuncak tapi ramon masih dapat mengendalikan nya, karena sisil juga gak mau bercinta di siang hari apalagi di dalam kantor.
tepat pukul lima sore ramon mengajak sisil pulang, di tengah perjalanan ramon mengajak sisil jalan-jalan dahulu ke mall.
sisil langsung saja setuju dengan dengan ajakan ramon itu, mereka berdua bergandengan mesra memasuki mall besar di kotanya.
sesampai di rumah ramon dan sisil langsung masuk ke kamarnya, ramon langsung memeluk sisil dengan erat saat mereka sampai di kamar, ia nampaknya sudah tidak tahan lagi untuk menunda bercinta dengan istri kecilnya itu, karena di kantor tadi mereka sudah pemanasan dan di dalam bioskop tadi juga mereka sempat bercumbu mesra untung mereka duduk di pojok belakang, jadi tidak terlihat aksinya kepada penonton bioskop lainnya.
"kakak.......aku gerah, mau mandi!" rengek sisil di dalam pelukan ramon.
"nanti saja mandinya sayang.......aku sudah gak tahan lagi, lagian cuma sebentar gak lama!" jawab ramon dan ia mulai ******* bibir sisil yang seksi dengan rakusnya, membuat sisil jadi kelabakan untuk mengimbangi nya.
setelah itu ia melepas ciumannya dan mengendong sisil kearah ranjang, sisil hanya pasrah saja, percuma ia berontak jika suaminya itu sudah tak tahan lagi untuk bercinta, pasti ia tak bisa lari dari serangan suaminya yang menggebu itu.
"kakak......ah...ah....!" ******* sisil yang tak tertahan lagi, saat ramon mulai bermain jarinya di area sensitifnya, membuat sisil merasa kegelian bak cacing kepanasan.
__ADS_1
"kenapa sayang.....?" tanya ramon sambil tersenyum ia suka melihat istrinya mulai terangsang oleh kelakuannya.
"enak?" tanya ramon lagi, masih dengan wajah yang di sertakan dengan senyuman nakalnya.
sisil hanya mengangguk menanggapi pertanyaan ramon, setelah memberi rangsangan itu, ramon sudah tak tahan lagi untuk menghujam adik kecilnya ke milik sisil.
setelah mereka puas bercinta, mereka langsung mandi bareng, di dalam kamar mandi ramon masih nakal tangannya menggerayangi tubuh isterinya membuat sisil melototi matanya.
''kakak.......!''
''sudah dong, aku sudah letih, mau cepat selesai mandinya, mau cepat tidur!'' marah sisil.
namun ramon hanya nyengir kuda saja, menanggapi marahnya sisil.
hampir 2 jam mereka baru selesai mandinya, itu semua karena ramon nakal dengan aksi nya tadi.
selesai mandi dan sudah rapi, ramon keruangan kerjanya, sedangkan sisil, ia langsung tidur karena ia sudah letih, karena serangan ramon tadi.
di dalam ruangan kerjanya, ramon menghubungi asisten pribadinya lewat ponselnya, ia memerintah kan asistennya untuk menambahkan bodyguard untuk istrinya karena ia tidak mau lagi terulang kembali kejadian pelecehan terhadap istrinya.
ramon juga membatasi pergaulan sisil, walaupun sisil keberatan, tapi ramon tetap tak peduli ia memberi waktu sisil berjalan-jalan bersama temannya cuma satu kali dalam satu bulan.
sisil juga tak di ijinkan untuk jalan-jalan sendiri, sepulang dari kuliah sisil harus kekantor suaminya jika ramon ada di kantor, jika tidak ada sisil langsung di antar ke rumahnya oleh supir pribadinya.
hampir jam sepuluh malam barulah ramon masuk ke kamarnya untuk tidur, sesampai di dalam kamar ia melihat istrinya sudah terlelap dalam tidurnya, hal itu membuat ramon tersenyum.
ramon naik ke ranjang dan mendekati tumbuh isterinya, ia membelai pipi mulus isterinya itu dengan lembut sambil berkata, ''kau letih ya sayang, maaf ya aku sering memaksa mu, habisnya aku tak tahan bila di dekatmu, dan kau juga menggoda ku tadi!'' ucap ramon dan ia mengecup kening sisil dan membelai rambut sisil dengan lembut.
__ADS_1
setelah itu barulah ia berbaring disamping isterinya, ramon tersenyum sendiri jika ia ingat saat-saat mereka baru menikah, banyak kejadian yang menggelitik hatinya, dari sisil yang jutek sampai mereka mengungkapkan rasa cinta.
hampir tiga puluh menit ramon mengingat akan momen-momen kebahagiaan pernikahan nya, setelah itu ia menarik tubuh sisil kedalam pelukannya sambil tertidur.