Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# mengungkap kan rasa cinta #


__ADS_3

ramon langsung menghentikan laju mobilnya, saat ia sudah sampai di depan rumahnya.


''ayo sayang kita masuk,'' ajak ramon kepada sisil, yang dari tadi masih saja cemberut.


''kakak gak bisa seenaknya saja memindahkan kampusku!'' teriak sisil sambil melangkah mengejar ramon masuk kedalam rumah.


ramon tak menghiraukan teriakan sisil ia malah bergegas masuk kedalam kamar, setelah sampai di dalam kamar ramon duduk di sopa yang ada dikamar itu sambil memainkan hemponnya.


setelah sekian lama ramon menunggu sisil masuk kedalam kamar ia jadi jenuh, sambil berkata dalam hati, ''dimana dia? kenapa belum masuk juga?'' sambil melangkah keluar dari kamar untuk mencari sosok sisil.


sedangkan sisil yang sekarang ada di kolam renang sibuk memperagakan gaya renangnya kepada dua pembantu ramon yang ia ajak tadi untuk menemani dia berenang, sisil memang tak mau mengikuti ramon masuk kedalam kamar, karena ramon tadi tak memperdulikan kata-katanya!


hampir lima belas menit, ramon mencari keberadaan sisil barulah ia mengetahui keberadaan isterinya itu, saat ia mau ke dapur ia bertemu dengan pelayannya dan ramon langsung saja menanyakan keberadaan sisil kepada pelayannya itu, dan pelayannya itu memberi tahu keberadaan sisil sekarang kepada ramon.


tampak banyak bicara ramon langsung bergegas menuju ketempat kolam renang.


ia ingin membicarakan sesuatu kepada sisil, di dalam kamar tadi, tapi sisil tak mengikuti dia kekamar.


sampai ia di kolam renang ia melihat isterinya itu lagi duduk-duduk santai di tepi kolam, dan ramon langsung menghampiri sisil.


''mengapa tidak mengikuti aku tadi ke kamar?'' tanya ramon dari belakang.


sisil yang mendengar ada suara dari belakang ia langsung saja menoleh, seketika itu juga ia melihat suaminya yang berdiri tegap di belakangnya sambil tangannya memainkan hemponnya.


''males,'' jawab sisil singkat, ia masih marah sama ramon.


''kenapa males?'' tanya ramon lagi sedikit garing.


''pengen sendiri!'' jawab sisil lagi.

__ADS_1


''kenapa pengen sendiri?'' tanya ramon lagi sambil menahan tawa, ia tahu isterinya itu jengkel kepadanya saat ini, tapi itu membuat ia jadi suka, ia suka melihat wajah isterinya yang cemberut itu.


sisil tak tahan lagi, ingin meluapkan rasa kesalnya kepada ramon ia langsung menarik ramon ke tepi kolam renang dan mendorongnya masuk ke kolam renang itu, tapi ramon dengan cekatan ia menarik tangan sisil saat sisil mendorongnya masuk ke kolam, hingga akhirnya mereka berdua masuk ke kolam itu.


''daam!'' bunyi air kolam renang saat keduanya jatuh dalam kolam renang, seiring dengan suara sisil berteriak.


''mengapa kakak menarik ku, lepaskan aku!'' teriak sisil sambil melepaskan tangannya dari ramon dan berenang ke tepi kolam.


ramon melihat isterinya berenang ke tepi ia pun mengikutinya.


^^^sisil duduk di tepi kolam renang dan kakinya menjuntai di dalam kolam renang, ramon mendekati sisil ia berdiri menghadap ke sisil dan tangannya menggenggam penuh hangat.^^^


^^^sambil berkata "dengarkan Kakak sekali ini saja pasang pendengaran kamu dengan baik kakak tidak mengulangi lagi perkataan kakak cukup sekali saja kakak bicara, mulai hari ini kakak akan jujur pada mu bahwa kakak mencintai mu, kau jangan lagi berpikiran bahwa kakak mencintai wanita lain, karena virus cinta mu sisil, sudah menyebar di hati dan pikiran kakak, yang ada sekarang kakak hanya ingin hidup bahagia bersama dengan mu!"^^^


ungkapan ramon penuh cinta yang mendalam dan dia langsung memeluk sisil dengan erat seakan tak ingin terpisahkan.


"i iya aku dengar apa yang kakak kata kan" jawab sisil sedikit gugup.


"jadi apa jawaban mu jika kau sudah dengar apa yang ku katakan tadi? desak ramon lagi.


"em em, aku pikir pikir dulu jawabannya!" jawab sisil lagi masi berusaha menyimpan rasa gugupnya dan ia melepaskan diri dari ramon sambil beranjak pergi dari kolam itu.


ramon sedikit bingung dengan jawaban sisil tapi ia tak mencegah sisil pergi meninggalkan dirinya, ramon akhirnya langsung saja meminta kepada pelayan baju renang karena ia berniat akan berenang saja sekarang untuk menghilangkan rasa gusarnya pada sisil.


sedangkan sisil ia langsung ke kamar mandi, setelah itu santai di taman bunga yang ada di belakang rumah itu.


selang dua puluh menit keduanya masuk ke kamar, dan ramon sudah berada duluan di kamar itu, ia melihat sisil masuk ia langsung saja menanyakan kembali akan hal tadi.


''sayang aku bingung dengan jawaban mu, mengapa kau ingin berpikir lagi, apa kau masih ragu akan cinta ku?'' tanya ramon lagi.

__ADS_1


''iya!'' jawab sisil sambil menyisir rambutnya di hadapan cermin.


''kenapa kau ragu?'' tanya ramon lagi.


''aku ingin kakak membuktikan dahulu rasa cinta kakak itu ke padaku!'' jawab sisil lagi.


''bagaimana caranya, membuktikannya?'' tanya ramon dengan bingung.


''caranya kakak cukup pecat bunga dari kantor kakak!'' jawab sisil dengan tegas sambil duduk di sopa dan memainkan hemponnya.


''tidak ada cara lain apa?'' tanya ramon lagi.


''tidak!'' jawab sisil singkat.


''aku tidak mungkin memecat bunga tanpa kesalahan sayang!'' ucap ramon lagi.


''berarti kakak cuma bohong cinta sama aku!'' kata sisil lagi!''


''bukan begitu, aku bisa di anggap atasan semena-mena terhadap bawahan, memecat bawahan tanpa kesalahan.'' jelas ramon lagi.'


''oh, berarti aku yang harus makan hati terus dengan melihat kalian bersama terus, bisa jadi kalian akan balikan lagi, ketahuilah cinta bisa datang dengan terus bersama, apalagi kalian pernah menjalin hubungan bukan sesaat!'' jelas balik sisil yang membuat ramon terdiam.


''baiklah aku pikir dahulu!'' jawab ramon lagi sedikit ragu.


''berarti ku anggap kakak masih mikir-mikir mencintaiku!'' ucap sisil ia langsung berbaring di ranjang untuk tidur.


sedangkan ramon pergi ke ruangan kerjanya, ia berpikir di sana bagaimana caranya agar ia memecat bunga tapi tak menyinggung perasaan gadis itu, tapi di sisi lain ramon mendapat ide, ''oh ya aku pindah kan saja bunga di perusahaan cabang ku, sisil gak bakalan tahu!'' pikir ramon lagi.


setelah mendapat ide itu barulah ramon masuk lagi ke kamarnya, saat sampai di kamar ia melihat sisil sudah terlelap dalam tidurnya, ia pun akhirnya ikut berbaring di samping sisil sekilas ia tersenyum memandang wajah isterinya itu dan berkata dalam hati, ''semoga rencana ku berhasil dan cinta ku di terima oleh mu,'' setelah itu ia mengecup kening istrinya dan memeluknya sambil memejamkan matanya untuk tidur.

__ADS_1


__ADS_2