
pagi menjelang mentari mulai bersinar membuat sisil terbangun dari mimpinya yang panjang, ia mulai membuka matanya dengan perlahan.
saat mata nya terbuka ia melihat sosok suaminya yang manja memeluk erat tubuhnya, sisil yang masih kesal sama ramon ia langsung menghempaskan tangan ramon pada tubuhnya sedikit kasar.
''ngapain ia meluk-meluk diriku, kemarin meluk bunga sekarang meluk aku,'' kesal sisil.
ramon yang merasakan tangan nya di buang sama seseorang jadi terbangun.
''sayang kau sudah bangun?'' tanya ramon sambil bermaksud ingin memeluk isterinya lagi, tapi sisil dengan cekatan menepis tangan ramon itu.
hal itu membuat ramon tercengang dan ia bertanya kembali ''ada apa dengan dirimu? aku hanya ingin memeluk dirimu masa gak boleh?'' kesal ramon.
''tidak usah peluk-peluk, aku ingin kita pisah kak!'' jawab sisil.
ramon jadi terkejut mendengar keinginan sisil, ia langsung berkata!
''kau ngomong apa? apa maksud mu ngomong seperti itu!'' tanya ramon lagi semangkin emosi.
''apa kurang jelas, aku pengen pisah dari kakak, kita akhiri semuanya!'' ucap sisil dengan lantang.
''apa salah ku, hingga kau mau pisah dari ku?'' tanya ramon lagi.
''lupa ingatan ya! baiklah aku akan jelaskan!''
''percuma saja aku jadi isteri kakak, tapi cinta kakak masih untuk bunga! buktinya kakak masih bermesraan dengannya di kantor kemaren'' kata sisil lagi, sambil cemberut.
''sayang mengapa kau berpikiran seperti itu, aku tak mencintai dia lagi, yang kemaren aku benar-benar bermaksud hanya ingin membantunya, bukan bermesraan!'' jawab ramon, sedikit lembut.
''sudah lah kak aku capek, kau bohongi! lebih baik kita pisah saja!'' kata sisil sedikit ngotot.
''dengar ya sisil, sampai kapan pun aku tidak mau pisah dengan mu! apapun alasannya, lebih baik sekarang kita pulang!'' kata ramon
dengan suara yang keras.
__ADS_1
''aku tidak mau, lagian mengapa kakak mempertahankan aku, sedangkan kakak tidak mencintai aku!'' kata sisil lagi, tak kalah kerasnya.
ramon yang mendengar itu, ia langsung terkejut dan terdiam sambil berkata daam hati, ''aku sangat mencintai mu dan menyayangi dirimu sisil, walaupun saat ini aku belum mengungkapkan semuanya padamu!'' dan menatap sisil dengan intens.
''kenapa kakak diam? karena apa yang aku katakan itu benar adanya, mangkanya saat ini kakak tidak bisa berkata apa-apa lagi!'' pertegas sisil, ia langsung masuk ke kamar mandi.
ramon tersenyum, saat sisil mengungkapkan kekesalannya!
''aku rasa istri ku yang cantik itu cemburu sama bunga!'' pikir ramon lagi dalam hatinya.
''maaf kan aku ya sayang, aku belum bisa mengungkapkan perasaanku sekarang pada mu, aku akan menuggu saat waktu yang tepat,'' kata ramon dalam hatinya, ia masih memikirkan apa kata sisil tadi.
sedangkan sisil yang ada di dalam kamar mandi, segera menuntaskan mandinya dengan cepat, karena ia hari ini ingin pergi kuliah dengan cepat.
selang beberapa detik ia keluar dari kamar mandi, ia melihat ramon masih berada di kamar itu dan bersantai di atas ranjang sambil menatap ke arahnya sekaligus tersenyum dengan nakal.
sisil langsung saja, ingin masuk ke ruangan ganti pakaian, seketika itu juga ramon meloncat dari ranjang dan berlari mengejar sisil, setelah ia sampai di dekat sisil ia langsung saja memeluk sisil dari belakang.
sisil yang merasa ramon memeluk nya dari belakang, ia langsung berontak, dan berkata dengan keras, ''lepaskan aku kakak, aku tak mau kau peluk!''
''ih....aku sudah bilang, aku mau pisah sama kakak!'' kata sisil sambil melepas pelukan ramon.
''aku heran ya sama kamu, yang seharusnya marah itu aku, bukan kamu!'' kata ramon sedikit kesal karena sisil masih saja mengatakan ingin berpisah darinya, sambil melepas sisil dalam pelukannya.
''emang aku salah apa?'' tanya sisil.
''kamu yang selingkuh bukan diriku, jangan kau kira aku tidak tahu apa-apa, lelaki itu sudah menyatakan suka pada mu, pasti itu sebabnya kau ingin pisah dariku, ia kan, jawab!'' kata ramon dengan keras dan lantang.
membuat sisil sedikit terkejut, ia langsung masuk keruangan ganti pakaian, ia tidak mau lagi melayani ramon berdebat.
sedangkan ramon keluar dari kamar itu, saat ia menuju keruangan keluarga, papa riko sudah duduk santai di sana.
papa riko mengajak ramon sarapan yang sudah di sediakan oleh pelayan di rumah itu dan ramon mengikuti ajakan papa riko.
__ADS_1
di meja makan ramon dan papa riko saling mengobrol dan menyantap makanan dengan lahap.
sedangkan sisil yang sudah rapi dan wangi keluar dari kamar itu, ia mengira suaminya sudah pulang kerumah nya, mangkanya sisil langsung saja ke ruangan makan untuk sarapan.
sesampai ia di sana, ia kecewa, teryata papanya dan suaminya sibuk mengobrol dengan santai dan menikmati makanan di atas meja.
melihat anaknya hadir di sana papa riko langsung mengajak sisil untuk sarapan mengikuti mereka, tapi sisil menolak ajakan papa nya, karena ia malas melihat suaminya masih ada di sana.
''sisil ayo sarapan dulu!'' ajak papa riko kepada sisil.
''gak usah pa, sisil sarapan diluar saja, lagian sudah telat,'' jawab sisil.
''kamu mau kemana, cepat-cepat begitu?'' tanya papa riko.
''mau kuliah lah pa, kebetulan pagi ini sisil ada ketemuan sama dosen,'' ucap sisil lagi.
''tapi nak, suami kamu lagi sarapan, sebaiknya kamu temani dia dahulu sampai selesai sarapan,'' perintah papa riko.
dengan berat hati, sisil akhirnya duduk juga menemani suaminya sarapan, sedangkan papa riko ia lebih dahulu menyelesaikan sarapannya, setelah itu ia langsung meninggalkan ruangan itu.
sedangkan ramon cuek saja mendengar perkataan sisil, ia sangat santai menikmati makanan di atas meja itu, ia tak berniat untuk menawarkan isterinya sarapan di pagi itu.
setelah sarapan ramon langsung pamit ke papa riko untuk mengajak sisil pulang kerumahnya.
sisil masih gak mau pulang, tapi ramon tetap memaksanya untuk pulang kerumah, setelah berdebat sekitar sepuluh menit akhirnya sisil ngikut juga, dengan bujuk papanya.
di dalam perjalanan pulang kerumahnya, sisil mengatakan bahwa ia mau pergi ke kampus, tapi ramon mencegahnya.
''aku mau pergi ke kampus, lebih baik kakak turunkan aku di sini saja!'' kata sisil.
''gak usah, lagian kau belum tahukan kampus mu sudah pindah, malam tadi aku sudah menyuruh luki untuk mengurus perpindahan tempat kuliah mu itu, aku tak mau kau satu kampus sama lelaki itu lagi!'' ucap ramon.
sisil sontak terkejut mengapa baru sekarang ramon memberi tahu akan hal itu, lagian kenapa tidak memberi tahu dia dahulu bukankah ia yang kuliah pikir sisil lagi.
__ADS_1
''kakak kenapa gak menanyakan kepada aku dahulu jika ingin memindahkan tempat kampus ku!'' marah sisil sambil cemberut.
''sudah kau tak usah banyak komentar!'' jawab ramon, sambil mempercepat laju kendaraannya.