
hari ini sisil mencoba meminta kepada ramon untuk bekerja di perusahaan suaminya itu.
saat sarapan pagi di meja makan sisil mulai ingin menyampaikan kepada ramon bahwa ia mau bekerja di perusahaan suami nya itu.
''kakak aku boleh tidak minta sesuatu kepada kakak?'' tanya sisil.
''kamu minta apa sayang, katakan saja pasti aku beri,'' jawab ramon sambil tersenyum.
''aku mau kerja di perusahaan kakak!'' jawab sisil dengan lantangnya.
''kamu mau kerja,'' ulangi ramon.
''tidak,tidak, kamu tidak boleh kerja,'' kata ramon lagi dengan tegas.
''kenapa tidak boleh? kalau kakak tidak mau aku bekerja di perusahaan kakak ya sudah, aku akan bekerja di perusahaan lain nanti,'' ucap sisil lagi.
''kamu masih kuliah sayang, kakak gak mau nanti kamu tidak fokus kuliahnya, dan nanti kamu capek jika bekerja, apa uang yang aku beri masih kurang? jika masih kurang akan ku tambahkan lagi!'' jawab ramon dengan lembut, ia benar-benar tak mau jika sisil bekerja, ia sangat menyayangi isterinya itu.
''aku rasa aku bisa membagi waktu kakak jika soal kuliah, bukan masalah uang yang kakak beri kurang kepada ku, tapi aku mau belajar bagaimana bekerja di perusahaan itu saja,'' kata sisil lagi.
''tidak sisil, kau boleh minta apa pun, tapi jangan bekerja,'' kata ramon lagi dengan sedikit tegas.
''ya sudah, aku akan tetap bekerja, tapi tidak di perusahaan kakak,''kata sisil lagi ia tetap pada kemauannya.
''haaah,''ramon membuang napasnya dalam-dalam.
''kenapa kau ini keras kepala sisil, ya baiklah nanti kakak pikir kan lagi, kakak pergi dahulu ya, ini sudah siang,'' ucap ramon lagi, ia menyudahi sarapan nya, dan langsung bergegas menuju ke parkiran mobil nya.
sisil pun mengantar ramon sampai ke parkiran.
ramon sudah mau masuk ke mobil nya, tapi langkah nya jadi berhenti ia melihat isteri nya dan dia akhirnya berbelok ke arah sisil, ''sayang.....kecup dulu!'' kata ramon dengan manja nya, sambil menekan-nekan jari telunjuknya di pipinya, agar sisil mengerti yang ia mau.
''malu ah, ada sopir,'' jawab sisil.
''kalau kau tidak mau, aku saja melakukannya,'' kata ramon lagi, ia langsung mengecup pipi kiri kanan sisil.
__ADS_1
sisil hanya bisa diam saja, akibat perlakuan ramon, pipinya sudah merah ia sangat malu karena ada pak sopirnya di situ.
setelah itu, ramon menjulurkan tangannya, agar sisil menyalaminya.
sisil meraih tangan suaminya itu, dan dia menciumi tangan suaminya.
''dah.......!''ucap ramon sambil melambaikan tangannya kepada sisil, dan ia melangkah masuk ke dalam mobil yang sudah dari tadi menunggu nya.
sisil pun membalas melambaikan tangannya ke pada ramon, hingga akhirnya mobil yang di naikan ramon pergi menghilang dari pandangan nya.
di dalam perjalan ramon ke kantornya dia memikirkan isterinya, ia merasa sudah bahagia hidup bersama sisil, walau sekarang bunga mau kembali bersama ia lagi.
sesampai ramon ke kantornya, ia curhat kepada asisten luki, ''bagaimana ini luki bunga mau menjalin hubungan lagi dengan ku, padahal aku sudah punya isteri,'' curhat ramon.
''tuan harus tegas kepada bunga, bahwa tuan sudah ada yang miliki, lagian tuan sama bunga sudah putus status nya, saat tuan menikah dengan nona sisil, jadi tuan gak salah, jika bunga ingin kembali kata kan saja tidak bisa,'' saran asisten luki.
''tapi aku kasihan dengan dia, yang masih mengharapkan diriku,'' kata ramon lagi.
sedangkan sisil hari ini ia kuliah sedikit terlambat, gara-gara ia tadi ketemuan dulu pada renal di kantin kampus.
''re.....aku sudah harus ke kelas, nanti aku terlambat,'' kata sisil pada renal.
''sebentar saja sisil, ada yang aku mau bicarakan ke pada mu,'' ajak renal sedikit memaksa.
sisil terpaksa mengikuti keinginan renal, karena nampaknya renal memang ada yang ingin di bicarakan.
setelah sampai di kantin, ''ayo re apa yang ingin kamu bicarakan?'' tanya sisil langsung, saat mereka sudah duduk di salah satu bangku di kantin itu.
''sebentar sisil, bagaimana kalau kita makan dahulu!'' kata renal lagi.
''re aku sudah terlambat, lain kali saja ya kita mengobrol lagi, aku benar-benar sudah terlambat,'' kata sisil lagi dan ia bergegas meninggalkan renal yang masih terpaku melihat kepergian sisil.
tampak mereka sadari ada sepasang mata mengintai mereka, dia adalah bodyguard yang di sewa ramon untuk sisil, tampak sepengetahuan sisil.
sepulang dari kampus, sisil ke kantor suami nya, ia mau menanyakan pekerjaan yang ia minta ke pada ramon dan ia juga mau melihat wanita yang bernama bunga itu lagi, yang sudah sedikit merubah ramon dari perhatiannya kepada sisil.
__ADS_1
saat sisil, mau masuk ke ruangan ramon ia berpapasan dengan bunga yang juga mau masuk ke ruangan ramon.
sisil langsung menyambar gagang pintu ruangan ramon, dan langsung mau masuk, sehingga bunga menegurnya.
''hey nona, kamu tau sopan santun apa tidak? asal masuk saja ke ruangan orang!'' tegur bunga, yang kesal melihat sisil sudah dapat duluan masuk ke ruangan ramon.
''bodoh amat, week....week.....!kata saja kamu iri karena aku dapat duluan masuk!'' jawab sisil langsung meninggal kan bunga di luar dari ruangan ramon.
sedangkan ramon sedikit terkejut, melihat sisil datang, dan ia menanyakan ke pada sisil mengapa ribut-ribut di depan ruangannya tadi.
''kamu kenapa sayang ribut-ribut di depan ruangan ku tadi?'' tanya ramon kepada sisil.
''itu tadi ada karyawan kakak, memarahi aku gara-gara aku tidak ketuk dahulu pintu saat masuk keruangan ini!'' jawab sisil.
''emangnya siapa yang berani marahi kamu sayang? dia gak tau apa bahwa kamu itu istriku yang sangat aku sayangi, biar aku marahi dia,'' kata ramon lagi sambil bergegas pergi ke arah pintu untuk melihat siapa yang berani memarahi isterinya.
setelah pintu terbuka, ia melihat bunga berdiri di depan pintu, dengan wajah datar nya.
ramon jadi serba salah, ia gak jadi marah pada karyawan yang sudah memarahi isterinya itu, sebab yang memarahi itu adalah bunga mantan kekasihnya dahulu.
sisil jadi curiga kenapa ramon mendadak takut, bila yang marahi sisil adalah bunga, ''jangan-jangan benar pendapat luna, bahwa suami nya itu mulai selingkuh dengan karyawannya, saat ia curhat dengan luna bahwa ramon sedikit berubah,'' pikir sisil dalam hatinya!
sisil langsung mengikuti ramon keluar dari ruangan itu, ''mengapa gak jadi memarahinya kakak?'' tanya sisil kepada ramon.
''bunga itu mungkin gak tau bahwa kamu itu isteri ku sayang!'' kata ramon lagi.
''sebaik nya kalian kenalan dahulu,'' kata ramon lagi.
''gak mau,'' jawab mereka serempak.
''kenapa kalian ngomong seperti itu?'' tanya ramon lagi kepada bunga dan sisil, ia heran mengapa bunga dan sisil jawaban nya sama.
''karena aku sudah tau, bahwa dia isteri mu,'' kata bunga lagi sambil berlalu dari sisil dan ramon.
sedangkan sisil juga malas berada di sisi ramon sekarang, ia malah pulang akhirnya.
__ADS_1