
sisil benar-benar kecewa sama ramon ia tak menyangka ramon mengerjainya, sesampai ia di rumah, ia langsung masuk ke kamar sambil menangis, ia tak menghiraukan revan yang hanya bengong melihat ia masuk ke rumah tanpa sepatah kata, revan akhirnya langsung cabut dari rumah sisil.
sedangkan ramon yang di tinggal sisil tadi, ia jadi kesal karena belum lagi ia bisa mendapatkan sisil kembali ia sudah ketauan licik nya.
ramon akhirnya pulang kerumahnya dan ia menghubungi luki asisten pribadinya untuk datang kerumahnya.
setelah asisten luki tiba di rumah ramon ia mendengar ramon teriak-teriak seperti orang kesurupan saja.
"aaaaaaahhh........!" teriak ramon dengan berulang-ulang sambil membanting semua barang yang ada di kamarnya, ia sangat lelah dengan semua masalah ini, tapi ia tak mampu untuk melupakan masalah nya dengan sisil.
"tuan!" tegur asisten luki setelah sampai di kamar ramon dengan pelan, ia takut jadi sasaran amukan ramon, ia juga kasian dengan keadaan tuannya.
"luki bagaimana lagi caranya agar aku bisa mendapatkan sisil kembali, apakah harus aku melupakan sisil saja?" tanya ramon dengan luki sambil meninju- ninju dinding kamarnya.
"mungkin lebih baik tuan lupakan saja, masih banyak wanita yang lain tuan yang mau menjadi istri tuan!" kata asisten luki lagi.
"tapi aku merasa tidak yakin bisa melupakan sisil!" kata ramon lagi dengan sedih.
"tenang tuan, aku akan mencari wanita yang masih perawan, cantik dan seumuran dengan nona sisil gimana?" tanya luki.
"untuk apa? tanya ramon.
"untuk menggantikan nona sisil tuan!" jawab luki lagi.
"gak usah,aku gak mau, yang aku mau tetap sisil!" jawab ramon sedih.
"tuan belum mencoba nya, ayolah!" kata asisten luki lagi, masih berusaha membujuk ramon.
tak terasa hari beranjak malam, sisil masih saja memikirkan ramon ia duduk di teras depan rumahnya.
selang sepuluh menit ada mobil Fortuner warna hitam masuk ke pekarangan rumah sisil, mobil itu berhenti dan keluarlah seorang lelaki tampan ia adalah revan.
"assalamualaikum!" ucap revan dengan sopan, membuyarkan lamunan sisil.
"waalaikum salam!" jawab sisil, sambil tersenyum.
revan langsung menghampiri sisil ia langsung duduk di samping sisil.
"bagaimana nona apa masih sedih dengan kejadian sore tadi?" tanya revan.
__ADS_1
"huh.....!" sisil hanya menjawab dengan membuang nafas berat nya.
"aku benar-benar tidak mengerti dengan kelakuan mantan suamiku itu!" kata sisil lagi.
"aku rasa ia bisa melakukan lebih dari itu, jika kamu tidak tegas dan belum mencari penggantinya!" kata revan.
"mungkin, tapi aku...susah untuk mencari penggantinya!" ucap sisil lagi.
"kenapa kau mengatakan susah, kenapa tidak mencoba menerima cinta lelaki di samping kamu ini!" kata revan dengan lantang.
sisil langsung menoleh dan tersenyum malu mendengar perkataan revan.
"mas ini, aku tu serius bukan bercanda!"
"emang selama ini aku bercanda mencurahkan perasaan ku padamu, aku serius sisil, berilah kesempatan padaku untuk menjadi kekasih mu!" kata revan dengan tatapan berharap sambil meraih jemari sisil.
"mas....aku tuh merasa tidak cocok dengan mas, aku ini hanya wanita biasa sedangkan mas seorang ceo yang tampan lagi, apa lagi statusku sudah janda!" jawab sisil dengan serius.
"aku merasa cocok, lagian aku tidak pernah melihat status seseorang untuk mencintainya!" kata revan lagi dengan tatapan intens.
"beneran ntar boong!" jawab sisil dengan tersenyum malu.
sisil jadi terkesima dan ia mengganggu kan kepalanya sambil tersenyum malu menandakan ia menerima revan jadi pacarnya.
revan yang melihat anggukan dari sisil langsung meloncat bahagia sambil berucap.
"yes, yes, yes!"
akhirnya nya malam itu mereka resmi pacaran dan mereka berjalan-jalan di taman untuk merayakan hari jadinya.
sesampai di taman revan selalu menggandeng tangan sisil sambil menyelusuri lokasi taman itu.
sisil pun tersenyum bahagia sedikit hilang rasa kesalnya sama ramon.
"sayang kita duduk di sana yuk!" kata revan sambil menunjuk salah satu bangku yang ada di taman tersebut.
"yuk!" jawab sisil sambil melangkah bersama revan.
mereka akhirnya duduk di bangku tersebut sambil berpelukan mesra.
__ADS_1
"sayang aku bahagia banget!" kata revan sambil membelai rambut sisil.
"aku juga, aku harap kamu selalu setia padaku!" kata sisil.
"uhukk, uhukk.....uhukk!" revan jadi terbatuk-batuk, dengan perkataan sisil yang menginginkan ia untuk selalu setia, permintaan sisil itu sulit bagi revan karena ia sang Casanova yang selalu berganti-ganti wanita saat di ranjang, ia tak akan pernah bisa tuk setia.
"kamu kenapa sayang?" tanya sisil perhatian.
"enggak tenggorokan ku hanya gatal saja, kita cari minum yuk!" kata revan lagi mengalihkan pembicaraan.
"baiklah!" jawab sisil.
revan dan sisil akhirnya mencari restoran untuk minum dan sekalian makan.
mereka memasuki restoran mewah di sekitar taman tersebut dengan bergandeng mesra, tanpa mereka sadari ia selalu di pantau oleh seseorang.
seseorang itu adalah anak buah ramon yang memberi informasi langsung pada ramon apa saja yang di lakukan sisil dan revan.
ramon sangat marah ia tidak bisa membendung amarah nya ketika ia tahu kalau sisil sudah jadian sama revan.
ramon malam itu menghabiskan waktunya di sebuah bar yang terkenal di kota nya, ia minum alkohol yang banyak sehingga ia mabuk berat.
dengan keadaan mabuk ia memerintah kan anak buahnya untuk menculik sisil.
sisil yang baru sudah pulang dari jalan-jalan bersama revan, ia tak menyadari ada beberapa lelaki menguntit nya dari tadi.
saat sisil turun dari mobil revan dan revan langsung cabut dari rumah sisil dan saat itulah anak buah ramon bergerak, mereka langsung menyekap mulut sisil dan menarik sisil masuk ke mobil mereka membawanya ke tempat yang ramon perintah kan.
setelah sampai di tempat yang ramon perintah kan tadi, sisil langsung di gendong oleh salah satu anak buah ramon masuk ke sebuah villa karena sisil pingsan saat mereka menyekap mulut sisil dengan obat bius tadi, dia membawakan sisil di sebuah kamar yang ada di villa tersebut yang sudah ada ramon menanti nya.
ramon tersenyum bahagia karena anak buahnya berhasil menculik sisil.
"letakkan saja ia di sana!" perintah ramon kepada anak buahnya yang lagi menggendong sisil sambil menunjuk ke arah ranjang yang ada di ruangan itu.
"silakan kalian pergi!" kata ramon lagi.
anak buah ramon langsung keluar dari kamar tersebut meninggalkan ramon dan sisil saja berdua di kamar itu.
setelah anak buahnya keluar ramon tersenyum sambil menghampiri sisil.
__ADS_1
"kau sangat cantik, hahaha!" kata ramon kepada sisil dengan keadaan mabuk sambil membelai tubuh sisil.