Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# di tempat kuliah yang baru #


__ADS_3

hari ini sisil kuliah di tempat yang baru, ia merasa bahagia sekali karena di kampus ini orangnya ramah-tamah.


selesai kuliah sisil ke kantor suaminya, sampai di sana sisil langsung masuk ke ruangan ramon, tetapi ia tak menemukan ramon di ruangan itu, sisil akhirnya duduk di sopa di ruangan itu sambil cetingan dengan luna sahabatnya.


beberapa menit kemudian ramon akhirnya masuk keruangan itu, ia sangat senang melihat isterinya sudah di ruangannya.


''hay sayang....maaf ya, kau harus menunggu lama!'' sapa ramon sambil mengecup kening sisil.


''gak apa-apa kakak, aku juga baru sampai!'' jawab sisil.


''bagaimana kuliah di kampus yang baru?'' tanya ramon, sambil ia duduk di samping sisil.


''menyenangkan, di sana orang-orangnya ramah-tamah!'' jawab sisil sambil memeluk suaminya.


''awas ya, kalau kau genit lagi di sana! aku tak akan menyuruh mu kuliah lagi!'' peringatan ramon kepada sisil.


''iya.....lagian di kampus yang lama, aku juga gak genit, kakak saja yang mudah cemburu!'' jelas sisil.


''aku bukan mudah cemburu tapi kenyataan kau genit!'' bantah Ramon.


''sudah, sudah, lebih baik kita makan yuk, aku sudah lapar!'' ajak sisil, ia sengaja mengalihkan pembicaraan, karena ia malas berdebat dengan suaminya yang tak akan mau kalah.


''baiklah, kita makan di luar, apa makan di sini saja?'' tanya ramon lagi.


''makan di luar saja, yok sayang!'' jawab sisil.


ramon mengajak sisil makan di restoran terdekat di kantornya, setelah mereka sampai di sana mereka di layankan dengan baik.


saat mereka lagi asik menyantap makanan yang mereka pesan, tiba-tiba saja ada teman ramon yang bernama Alex mau bergabung bersama mereka.


''hay teman! wah lagi asik makan nih, boleh dong gabung?'' tanya alex.


''oh.....teryata kau, boleh saja tapi ijin dulu sama bidadari ku?'' jawab ramon, ia masih menyantap makanannya di atas piring.


''hay nona cantik, bolehkah aku ikut makan bersama kalian?'' tanya alex kepada sisil sambil matanya menatap dengan liar.


''boleh!'' jawab sisil sedikit cuek.

__ADS_1


ramon yang melihat Alex menatap sisil seperti itu, ia langsung menegur temannya itu.


''itu mata mintak di congkel apa? sudah tau isteri orang masih saja berani meliriknya!'' marah ramon sambil matanya menatap tajam kearah alex..


''kenapa kau mudah cemburu begitu sobat!'' aku tadi kan cuma mau mintak ijin, masa gak lihat ke orangnya!'' bantah alex ia langsung duduk di kursi sebelah ramon.


''sayang cepatan ya makannya, nampaknya ada lalat yang ganggu untuk acara makan siang kita!'' sindir ramon lagi kepada alex.


''ha...ha....ha! kau jangan mengatakan aku lalat sobat aku kan jadi gak enak!'' kata Alex ia tau ramon menyindirnya tadi, sambil ia menyantap makanan yang sudah di antar sama pelayan restoran yang ia pesan tadi.


''oh ya, bagaimana dirimu? apa masih suka dengan hobi celup sana, celup sini?'' tanya ramon kepada alex lagi.


''ya begitulah, aku belum dapat bidadari seperti isterimu, jika aku sudah dapat pasti gak lagi begitu, aku juga sudah bosan kepengen juga punya isteri seperti dirimu dan aldi.'' jawab Alex.


''begini saja, bagaimana kalau kami mencari calon istri untukmu?'' tanya ramon lagi.


''yang benar saja, kau punya isteri saja, karena kau memaksa anak gadis orang menikah dengan mu, aku gak yakin kalau kau bisa mencari calon isteri yang aku pinta!'' jawab Alex lagi ia dengan santai mengatakan itu sambil matanya tak berenti memandang sisil.


sedangkan sisil yang dari tadi hanya diam saja, cukup resah juga dengan tatapan Alex yang nakal itu.


setelah selesai makan ramon mengajak sisil untuk segera pulang kekantor lagi, ia sengaja meninggalkan alex temannya itu di restoran karena ia benci dengan tatapan mata alex kepada sisil tadi.


''sayang, aku mau mitting dulu ya, kalau kau bosan, lebih baik kau tidur saja di sopa ini, setelah mitting selesai kita pulang!'' saran ramon lagi.


''iya kakak!'' Jawab sisil singkat.


tetapi setelah beberapa menit, sisil bosan di dalam ruangan ramon, mau tidur ia belum ngantuk, sehingga ia keluar dari ruangan itu, saat ia melewati ruangan karyawan ia sempat mendengar ada karyawan yang menggosipkan bunga yang tidak di pecat melainkan di pindah di kantor cadangan.


mendengar itu sisil jadi emosi, ia harus bertanya dengan ramon nanti pikirnya lagi, sambil masuk lagi keruangan ramon.


setelah selesai mitting ramon langsung masuk ke ruangannya, ia melihat istrinya lagi cemberut.


''sayang kenapa wajah mu jadi cemberut begitu?'' tanya ramon.


''aku mau tanya sama kakak? beneran apa tidak, bunga sebenarnya tidak di pecat melainkan di pindah di kantor cadangan?'' tanya sisil langsung.


ramon yang mendengar itu ia langsung, panik sambil berkata dalam hati, ''mengapa dia tau? siapa yang membocorkan rahasia itu?'' tanya ramon dalam hatinya.

__ADS_1


melihat ramon hanya diam tak menjawab sisil akhirnya bertanya lagi, ''mengapa kakak diam saja? apa benar yang aku katakan?'' tanya sisil lagi ia jadi sedikit curiga dengan suaminya.


''ti..tidak sayang, bunga sudah di pecat!'' jawab ramon sedikit terbata-bata, ia masih menyembunyikan rahasia itu.


''beneran?'' selidik sisil lagi, karena ia sedikit ragu, melihat reaksi suaminya tadi saat menjawab.


''iya sayang......!''kata ramon lagi sambil memeluk sisil dari samping, agar isterinya itu tak curiga lagi dengannya.


''baiklah, awas saja kalau kakak bohong!'' kata sisil lagi.


ramon tak menjawab ia malah mengalihkan pembicaraan.


''sayang kita pulang saja yuk!'' ajak ramon.


''ayok'' jawab sisil singkat.


akhirnya mereka pulang kerumah, tapi ramon masih gelisah hatinya, ia takut sang isteri mengetahui kebohongan nya.


setelah sampai di rumah sisil langsung beristirahat di kamar sedangkan ramon ia lebih memilih untuk bekerja lagi di ruangan pribadi nya.


setelah beberapa jam sisil akhirnya mengikuti ramon di ruangan itu, yang pasti ia sudah rapi dan wangi.


ramon yang melihat istrinya masuk keruangan ia langsung menutupkan laptop nya.


''kakak ini sudah sore, apa kakak gak gerah dari tadi belum mandi?'' tanya sisil.


''gak, apalagi ada bidadari ku yang cantik di samping ku, aku merasa adem-ayem saja!'' kata ramon lagi sedikit menggombal sambil mencengir.


''ih....kakak, ayo sekarang mandi,'' kata sisil sedikit memaksa, ia sengaja tak merespon perkataan ramon karena malu.


''oke, oke!'' kakak mandi dulu, tapi kecup dulu dong!'' kata ramon sambil telunjuknya menekan di pipinya.


''gak mau, belum mandi,'' ucap sisil sambil membuang muka juteknya.


''dasar pelit!'' jawab ramon sambil berlalu ke kamar mandi.


setelah ramon mandi ia mengajak sisil makan , setelah itu mereka bersantai di ruangan keluarga.

__ADS_1


setelah beberapa jam akhirnya sisil ngantuk ia mengajak suaminya untuk tidur dan ramon mengikutinya.


__ADS_2