
ramon pulang kerja sekitar jam 10 malam dalam keadaan hujan lebat, sesampai ia di rumah sisil sudah tertidur pulas.
"bik apa sisil sudah makan malam?" tanya ramon kepada salah satu pelayan di rumah itu.
"sudah tuan, apa tuan mau makan malam juga? entar bibi siapin kalau tuan mau?" tanya bibi kepada ramon.
" gak usah bik, aku sudah makan tadi di kantor, jawab ramon ia langsung menuju ke kamarnya karena ia merasa sedikit kedinginan, mungkin karena cuaca lagi hujan.
ramon masuk ke kamarnya, ia melihat sisil sudah tertidur pulas, ia pun naik keatas ranjang langsung berbaring di samping sisil.
ramon melirik kearah sisil ia memandang wajah sisil, lalu ia tersenyum "wajah mu imut sekali, membuat aku gemas melihatnya," kata ramon dalam hati sambil mencubit pelan wajah sisil, tapi hal itu membuat Sisil menggeliat, matanya terbuka dan sisil terkejut melihat ramon ada di samping nya sambil tersenyum memandang wajah nya sedekat mungkin.
"tuan mau ngapain?" tanya sisil langsung menarik tubuhnya menjauh dari ramon, ia takut ramon akan memperkosanya, itulah yang ada di benak sisil sekarang, ia sangat takut sekali.
"sial mengapa ia jadi bangun sih....!"kata ramon dalam hati lalu ia menjawab pertanyaan sisil, "gak ngapa-ngapain cuma mau dekat saja sama istriku, emang gak boleh?" tanya balik ramon kepada sisil.
"tuan aku besok mau jalan-jalan sama teman aku, boleh tidak?" tanya sisil mengalihkan pembicaraan.
''mau jalan kemana?'' tanya ramon lagi dengan malas.
''kami mau jalan-jalan ke pantai saja tuan, untuk merayakan hari kelulusan kami," kata sisil lagi.
"baiklah tapi dengan satu syarat kamu harus pulang cepat!'' kata ramon lagi, di luar rumah masih hujan lebat yang sesekali di warnai dengan petir menggelegar.
''tar....tar....tar!" terdengar suara petir menggelegar membuat sisil terkejut dan ketakutan, ia tampak sadar meloncat dari tempat ia duduk dan mendekat kepada ramon.
ramon yang melihat sisil ketakutan ia langsung menarik tubuh sisil kedalam pelukannya agar sisil tak terasa cemas lagi.
__ADS_1
sisil merasa sedikit tenang berada dalam pelukan ramon, ia tak menyangka berada dalam pelukan lelaki itu terasa hati nya damai, sisil pun memeluk ramon dengan kuat saat bunyi petir lagi.
"gak usah cemas hujan nya sudah mulai berhenti,'' kata ramon kepada sisil, agar sisil merasa tenang, ia membelai punggung sisil, secara lembut.
sisil yang tak pernah di perlakukan seperti itu sama lelaki jadi terbawa dalam suasana, ia merasa tenang, dan nyaman berada dalam pelukan ramon.
tak terasa mata sisil terpejam, ia tertidur dalam pelukan ramon.
ramon yang melihat sisil sudah tertidur dalam pelukan nya, ia membaringkan tubuh sisil di dekat nya, dan ia ikut berbaring di samping sisil dan masih memeluk tubuh sisil.
ramon melamun ia teringat dengan mantan pacarnya bunga, kenapa saat sisil dalam ketakutan saat petir tadi, mengingat dia sama bunga.
ramon akhir nya terhanyut dalam masa lalu nya bersama bunga, saat ia lagi jalan- jalan bersama bunga di suatu taman, di waktu itu hujan lebat sekali dan di warnai dengan petir bunga sangat ketakutan dan ia memeluk bunga dengan erat.
''sudah hampir 7 tahun bunga kau meninggalkan aku karena aku dulu orang miskin yang tak punya apa-apa sehingga orang tua mu tak merestui hubungan kita, waktu yang cukup lama bagi ku untuk menunggu mu, tapi asal kau tau aku masih mengharap mu untuk kembali walaupun sekarang aku sudah menikah." kata ramon dalam hati nya.
ramon menangis seorang diri saat hari sudah tengah malam, ia masih merindukan mantan kekasih nya yang tak tau dimana kini berada.
sedangkan sisil sudah terlelap di atas ranjang, ia bermimpi bertemu pangeran yang tampan dan memeluk diri nya, sisil tersenyum-senyum di dalam mimpi itu sambil berkata "aku mencintai kamu tuan." hingga saat ramon masuk ke kamar lagi dan melihat tingkah sisil seperti itu, saat dalam keadaan mata masih tertutup.
''anak ini mimpi apa? tersenyum-senyum sendiri sambil berkata cinta-cinta apa ia tidur emang seperti itu apa?'' tanya ramon dalam hati.
''apa ia mencintai diriku?'' hingga terbawa dalam mimpi.''pikir ramon lagi yang sedikit kepedean.
''ini tidak boleh terjadi, aku harus membangunkan nya,'' kata ramon lagi di dalam hatinya yang langsung menggoyang-goyang kan tubuh sisil agar sisil terbangun dari mimpi nya.
sisil yang merasa tubuh nya digoyang-goyang seseorang akhirnya terbangun juga dari mimpi nya, ia sedikit terkejut sekalian marah.
__ADS_1
''ada apa sih tuan, membangun orang tidur? tuan gak lihat apa aku lagi mimpi indah!'' kata sisil sedikit bernada tinggi.
''aku membangunkan diri mu karena mimpi itu, kau tak boleh mencintai aku walaupun dalam mimpi!'' kata ramon sedikit emosi.
''parah ini cowok, aku yang bermimpi saja harus dia atur, lagian siapa juga yang memimpikan dia, yang mencintai dia, sok kepedean,'' gerutu sisil dalam hati nya.
''hey......tuan jangan sok kepedean, siapa juga yang memimpikan diri mu, dan mencintai diri mu, aku tadi mimpi sama cowok yang sangat tampan yang pasti bukan dirimu ngerti,'' omel sisil kepada ramon.
''baguslah kalau begitu ayo kita tidur!'' kata ramon ia langsung naik keatas ranjang dan berbaring di sebelah sisil.
''aku gak mau tidur bersama tuan, dari tadi tuan ganggu aku tidur saja, lebih baik aku tidur di situ,'' jawab sisil sambil menunjuk ke arah sopa dan turun dari ranjang bergegas kearah sopa.
ramon yang melihat sisil sudah rebahan di atas sopa ia langsung berteriak, ''sisil ayo tidur di atas ranjang, jangan sampai aku memaksa mu.''
''aku gak mau,'' jawab sisil dari arah sopa.
hari sudah menunjuk kan jam satu malam, tapi sepasang suami isteri itu masih saja bertengkar karena tempat tidur.
ramon akhirnya turun dari atas ranjang dan menuju kearah sopa yang di tempat sisil tidur, ia langsung mengangkat sisil dan membawa nya ke atas ranjang.
''tuan.....aku bilang gak mau ih....!'' kata sisil sambil memukul-mukul dada ramon, tapi ramon tak menghiraukannya.
''tidur.....!'' kata ramon lagi kepada sisil sambil memeluk sisil dengan erat dan memejamkan matanya untuk tidur, tidak butuh waktu yang lama akhirnya ramon terlelap tidur.
sedangkan sisil tak dapat memejamkan matanya lagi mungkin karena sudah dua kali terbangun, ia memandang wajah suaminya, ''teryata kamu tampan juga jika lagi tertidur,'' kata sisil sambil tersenyum.
sisil akhirnya memainkan hemponnya sampai mata nya lelah, sehingga membuat ia capek dan bisa tertidur lagi.
__ADS_1