Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# sisil cemburu #


__ADS_3

sisil dan luna akhirnya jadi jalan-jalan dengan revan bersama temannya yang bernama randi


mereka berjalan-jalan di pantai saat siang itu, setelah bosan berjalan-jalan di tepi pantai revan mengajak sisil dan luna berserta temannya istirahat sambil makan di restoran terdekat di pantai itu.


"sil aku dengar kamu masih kuliah ya?" tanya revan kepada sisil sambil memesan makanan, mereka haya berdua saja di meja itu, sedangkan luna dengan randi di meja yang lain makannya.


"iya, tapi sekarang cuti dulu, mau cari duit yang banyak dulu!" jawab sisil seadanya sambil tertawa.


revan pun akhirnya tertawa melihat sisil tertawa, ia melihat sisil berbeda dengan wanita yang lain yang pernah ia kenali, sisil tak menutup-nutupi keadaan nya dan sisil itu wanita yang sederhana tapi punya daya tarik tersendiri, itu penilaian revan dengan sisil.


berbeda dengan sisil, ia menilai revan adalah cowok yang santai dan tidak posesif, periang dan penuh dengan kebahagiaan, cowok yang seperti inilah yang diinginkan sisil, tidak sama dengan ramon, ramon terlalu mengekang nya dan terlalu memaksa apa yang diinginkan nya sehingga membuat sisil harus berpikir berulang-ulang untuk menjadi isterinya lagi pikir sisil.


tanpa mereka sadari ada seorang lelaki dengan raut wajah yang penuh kebencian melihat kearah mereka, ia adalah ramon tanpa sengaja ramon masuk ke restoran itu untuk makan siang, tapi ia malah melihat sisil bersama dengan lelaki lain sambil tertawa dan bercanda.


sisil baru menyadari bahwa ramon melihat kearah mereka saat mendengar seorang wanita memanggil nama ramon.


"ramon jay......apa kabar!" teriak sela saat melihat ramon teman semasa kecilnya dahulu.


ramon seakan tuli, ia tak memperdulikan teriakan sela, ia masih fokus melihat kearah sisil dan saat mata nya bertemu dengan mata sisil memandang kearah nya, ada rasa yang sangat kecewa terukir di wajah ramon untuk sisil dan sisil mengerti akan hal itu, ia langsung menundukkan wajahnya.


ramon akhirnya tersadar saat sela mencubit hidungnya, sela memang suka mencubit hidung ramon dan ramon juga suka mencubit hidung sela saat mereka sama-sama masih kecil.


"kau...sela?" tanya ramon kepada seorang gadis manis di depan nya, ia sedikit pangling dengan sela yang sekarang, soal nya sela dahulu gayanya gak seperti sekarang, dahulu sela gayanya tomboi dan sekarang gayanya seksi di mata ramon.


"ia aku sela ramon!" jawab sela.


"maaf aku benar-benar tak mengenali mu tadi, soalnya gaya mu beda sekarang!" kata ramon lagi sambil mengajak sela duduk di meja yang sudah di pesannya.


sedangkan sisil dari jauh melihat kebersamaan mereka, walau tadi sempat menunduk, tapi saat ramon mengajak sela duduk bersama di mejanya sisil terus mengawasi pergerakan mereka.


sisil sempat tertegun saat ramon menyuapi sela makan, ia masih teringat saat ia di suapi ramon makan dengan mesranya, sisil jadi sedih dan cemburu ia merasa ingin di manjakan ramon lagi saat sekarang tetapi hal itu tak mungkin karena ia dan ramon bukan padangan kekasih lagi dan ia menyuruh ramon untuk melupakan nya.

__ADS_1


revan seakan di cuekin oleh sisil sehingga ia menegur sisil.


"kenapa makanannya tak di habiskan sil!" tegur revan.


sisil hanya tersenyum kepada revan dan ia langsung berpamitan pulang, meninggal kan revan yang bingung akan sikapnya.


tapi sebelum sisil jauh melangkah meninggalkan revan, sisil langsung di hentikan langkahnya oleh revan.


"sisil... tunggu, kenapa kau cabut terburu-buru kita tadi perginya bareng, seharusnya pulangnya juga bareng-bareng!" kata revan sambil memegang pergelangan sisil.


"maaf mas.....aku tadi lupa mengatakan pada kalian, aku sudah berjanji pada ayah ku untuk pulang cepat soalnya ia mengajak ku ke suatu tempat!" jawab sisil, ia terpaksa berbohong pada revan karena ia sudah tak tahan lagi berada di restoran itu ketika melihat ramon bermesraan dengan wanita lain.


"oh......!" revan hanya menjawab oh saja.


"jadi maaf sekali, aku cabut duluan, tolong kata kan pada teman ku luna, bahwa aku pulang duluan!" kata sisil lagi sambil bergegas meninggalkan revan yang hanya mampu berdiam diri di pintu restoran.


setelah ia keluar dari restoran itu, sisil langsung naik ojek, yang sudah ia pesan, di dalam perjalanan ia menangis, ia sudah tidak sanggup lagi menahan air mata nya yang sejak tadi ingin keluar, tukang ojek pun jadi bingung melihat sisil menangis.


"gak ada apa-apa bang, cuma sedih saja!" jawab sisil.


"oh.... kalau gitu nangis saja dek, gak apa-apa biar plong hatinya!" kata tukang ojek itu lagi.


sisil jadi termenung di atas motor itu.


"kenapa aku jadi sedih melihat kakak dengan wanita iain, bukankah aku yang menyuruh dia untuk melupakan aku dan membuka hatinya kepada wanita yang lain, kenapa aku cemburu?" pikir sisil dalam hatinya.


sementara itu di restoran, ramon masih makan sama sela, ia sebenarnya tidak ada niat untuk membuat sisil cemburu, ramon dan sela memang dari kecil suka suap-suapan jika makan.


ramon akhirnya menoleh lagi ke meja tempat sisil duduk tadi, tapi ia tak melihat sisil lagi, ramon jadi pusing memikirkan keberadaan sisil, hingga akhirnya ia pamitan pada sela untuk mencari keberadaan sisil.


"kemana mereka?"tanya ramon dalam hatinya.

__ADS_1


ramon ingin pergi ke rumah sisil untuk bertemu dengan sisil tapi ia urungkan karena ia masih teringat dengan kata-kata sisil yang tidak boleh mengganggu lagi dan ia juga tidak enak hati nanti jika melihat sisil bersama dengan cowok lain.


ramon akhirnya pulang kerumahnya walaupun ia masih kepikiran dengan sisil.


sesampai di rumah ia langsung ke ruangan kerja nya, tak banyak yang ia kerjakan di sana waktunya banyak habis memikirkan sisil.


selang 20 menit pelayan nya mengetuk pintu ruangan nya, memberi tahukan bahwa ada tamu yang datang.


ramon langsung pergi ke ruangan tamu, sesampai ia di sana ia melihat bunga duduk manis di sofa nya.


"hay mas, apa kabar?" tanya bunga.


"baik-baik saja, kau apa kabar?" tanya balik ramon pada bunga, sambil duduk di hadapan bunga.


"baik juga, aku dengar mas sudah cerai ya, sama istri mas?" tanya bunga lagi.


"ia, tapi aku masih cinta sama dia!" jawab ramon lesu.


"sama seperti aku mas, kita tak ada hubungan lagi, tapi aku masih mencintai mu!" kata bunga sambil tersenyum malu-malu.


"maaf di hatiku sudah tak ada cinta untuk mu lagi!" kata ramon lagi.


namun bunga tak menyerah begitu saja untuk merayu ramon lagi, walaupun ramon sudah berkata begitu.


"bagaimana kalau kita coba lagi mas, aku masih sangat mencintaimu!" kata bunga sambil menatap ramon dengan rayuan mautnya.


namun ramon hanya tersenyum menanggapi perkataan bunga.


selang beberapa menit pelayan ramon membawa kan minuman untuk mereka, sehingga mereka menghentikan pembicaraan, setelah pelayan ramon kembali ke belakang barulah ramon dan bunga mengobrol lagi.


bunga akhirnya pulang setelah jam sudah menunjukkan sore hari.

__ADS_1


__ADS_2