Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# bunga mulai bekerja #


__ADS_3

ramon pulang ke rumahnya waktu tengah malam, ia langsung ke kamarnya, sesampai di kamar ia melihat sisil sudah tertidur pulas.


ia langsung naik ke ranjang tempat sisil tidur, ia duduk di samping sisil sambil memandang wajah isterinya.


''aku sangat menyayangi mu dan mencintai mu, tapi kenapa kau masih belum bisa menerima aku sisil, kau masih melirik lelaki lain,'' kata ramon dalam hati sambil membelai rambut sisil dengan lembut serta mengecup kening sisil.


setelah itu ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


selesai dari kamar mandi ramon langsung tidur di samping sisil, ia langsung memeluk sisil dan memejamkan matanya.


keesokan harinya, sisil sudah bangun duluan ia terkejut karena ramon sudah ada di sampingnya dan memeluk dirinya.


''kapan dia pulang?'' tanya sisil dalam hatinya.


sisil mencoba melepaskan diri dari pelukan ramon tapi ia tak mampu, ramon memeluknya dengan erat.


''iih.....! kenapa ia memeluk ku seperti ini, aku gak bisa kemana-mana jadinya,'' ucap sisil dalam hati nya.


tak berapa lama ramon bangun, ''sayang kamu sudah bangun?'' tanya nya ke pada sisil.


sisil hanya diam saja, sambil melepaskan diri dari pelukan ramon.


setelah ia dapat terlepas ia langsung ke kamar mandi, meninggalkan ramon yang masih malas-malasan di ranjang.


ramon hari ini sedikit malas ke kantor, itu karena sisil mendiamkan dirinya.


''mas mengapa hari ini kamu lesu sekali aku lihat?" tanya bunga, yang kebetulan ketemu sama ramon di parkiran kantor ramon.


''aku lagi ada masalah sama isteri ku bunga!''jawab ramon, sambil melangkah masuk ke ruangan kerjanya.


''oh....terimakasih ya mas kau sudah menerima aku bekerja di perusahaan mu, di tempat kan bagian keuangan lagi, aku emang ahli bagian menghitung-hitung,'' kata bunga lagi, sambil melangkah menuruti langkah ramon.


sehingga banyak karyawan yang bergosip, tentang mereka, ramon yang melihat semua itu, jadi tambah pusing saja.


ketika mereka sudah masuk keruangan kerja ramon, bunga langsung duduk di hadapan ramon, sambil tersenyum kepada ramon.


''bunga sebaiknya kamu langsung keruangan kerja mu, dan satu lagi, jika di dalam kantor kamu jangan memanggil aku mas atau namaku, kau cukup memanggil ku seperti karyawan yang lain, aku hanya gak mau nanti karyawan ku yang lain banyak bergosip yang enggak-enggak terhadap kita, ucap ramon lagi.


''baik lah tuan ramon!'' jawab bunga sedikit kecewa, sambil berlalu dari ruangan ramon, menuju ke ruangan kerjanya, ini adalah hari pertama ia bekerja di kantor ramon.

__ADS_1


setelah bunga pergi dari ruangan nya, ramon sibuk memikirkan sisil, ia masih kesal mengapa sisil mendiamkan dirinya.


''seharusnya aku yang marah, kenapa malah dia yang marah padaku, aku didiamkan seperti ini, rasanya benar-benar gak enak,'' kata ramon dalam hati nya.


sedangkan sisil yang ada di rumah, ia lagi sibuk curhat sama teman nya yang bernama luna lewat hemponnya.


''lun kenapa suamiku seperti itu ya, padahal kan aku hanya mengobrol, malah di katanya selingkuh!'' curhat sisil.


''suamimu itu cemburu sisil, lagian kamu juga ngapain dekat-dekat sama cowok lain? suami mu itu sudah sempurna sisil,'' kata luna.


''aku tuh cuma berteman sama dia luna, tidak lebih, ngapain dia cemburuan,'' jawab sisil lagi gak mau di salah kan.


''mungkin karena ia sangat mencintai mu sisil, aku boleh tanya gak?'' kata luna lagi.


''tanya apa lun?'' ucap sisil.


''kamu cinta gak sama suami mu sekarang?'' tanya luna lagi.


''gak tau lun, tapi bila aku ada dalam pelukannya hati ku jadi tenang,'' jawab sisil.


''oh..berarti cinta mu untuk suami mu mulai tumbuh sisil, itu bagus kau harus pertahankan,''ucap luna.


sisil ragu, apa ia terima atau ia matikan panggilan dari ramon di hemponnya.


sehingga membuat ramon kesal jadinya, ramon tak putus asa, ia terus menghubungi sisil, sampai ke sepuluh kali barulah sisil menerima panggilan nya, tapi ia hanya diam saja, tak bersuara.


sehingga ramon yang duluan berbicara.


''sayang......kamu lagi ngapain?'' tanya ramon.


''sayang.......kenapa diam saja?'' tanya ramon lagi.


''sayang.......jangan begini, aku pusing kalau kau diamkan aku terus, seharusnya kan aku yang marah, mengapa jadi kamu yang diam kan aku?'' tanya ramon selanjut nya, walau sisil tak bersuara.


''baiklah kalau begitu aku pulang saja, percuma aku di kantor tapi pikiran ku hanya memikirkan mu!'' kata ramon lagi masih menunggu suara dari sisil di hemponnya.


''mas.....nanti kita pulang bareng yuk,'' kata bunga dari samping tempat duduk ramon, tampak ramon sadari, bunga sengaja mengeraskan suaranya agar sisil mendengarkan ucapannya.


''kau ngomong apa bunga?'' tanya ramon kepada bunga sedikit kesal, ia takut sisil tambah marah.

__ADS_1


sedangkan sisil yang di rumah, mendengar ada suara wanita lagi berbicara sama suaminya, sedikit mesra ia jadi penasaran, apalagi ia mendengar nama yang di sebut ramon tadi.


''hallo siapa bunga itu?'' tanya sisil penasaran.


''ramon jadi gak mengerti sama sisil, saat mendengar ada suara perempuan di hemponnya malah ia berbicara, seharusnya kan sisil marah.'' pikir ramon.


''cuma teman sayang, kau sudah tidak mendiami aku lagi?'' tanya ramon sedikit bahagia.


''belum, aku masih marah sama tuan!'' jawab sisil dan ia langsung mematikan hemponnya.


sedangkan ramon jadi tak semangat lagi, ia langsung bergegas keluar ruangan kerja nya untuk pulang ke rumah, sedang kan bunga tak ia hiraukan.


bunga jadi kesal saat ramon mengabaikan nya, apa lagi ia mendengar ramon hanya mengganggap ia sebagai teman tadi saat berbicara sama sisil.


ramon sampai ke rumahnya saat sisil lagi di taman bunga, sisil menyirami tanaman yang baru ia tanam, ramon yang melihat itu, jadi marah.


''sayang aku tidak menyuruh mu menanam bunga di rumah ini,'' kata ramon lagi dengan sedikit keras.


''ia kenapa selalu pulang marah-marah, mengganggu kesenangan orang saja!'' ucap sisil dalam hatinya sambil mata nya melotot melihat ramon dan bibirnya cemberut.


''lihat, kau kotor tangan nya, wajah mu jadi kucel,'' omel ramon ke sisil, seperti seorang emak-emak memarahi anak nya yang masih bocah senang main kotor-kotoran.


melihat sisil cuma diam saja ramon berkata lagi.


''ayo cepat kamu mandi sana, tubuh mu bau keringat tuh! perintah ramon.


''iih.......!''kesal sisil ia lalu pergi mandi, dan ramon pergi ke ruang kerja nya.


setelah rapi dan wangi, sisil ke luar dari kamarnya, ia menuju ke ruangan makan untuk makan sore, karena siang tadi dia tidak makan.


ramon keluar dari ruangan kerjanya, ia menghampiri sisil yang lagi makan.


''nah kalau begini baru isteri ramon, yang cantik dan wangi,'' goda ramon kepada sisil sambil mencolek dagu sisil.


melihat sisil hanya diam saja ramon langsung duduk di kursi sebelah sisil sambil berkata lagi, ''makan sendiri gak ngajak-ngajak suami.'' kata ramon lagi masih berusaha membujuk sisil.


''kalau lapar ya makan, ngapain mesti ngajak-ngajak orang!'' jawab sisil seenak nya.


''yah ampun sayang kok kamu tega sama aku seperti itu,'' ucap ramon lagi, tapi sisil tak peduli.

__ADS_1


selesai makan mereka duduk-duduk di teras rumah nya sambil mengobrol, sisil sudah gak marahan lagi sama ramon, membuat ramon lega akhirnya.


__ADS_2