Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# pasar #


__ADS_3

setelah sampai di pasar A, sisil langsung masuk di pasar itu, walaupun keadaan pasar yang lagi ramai dan sedikit becek karena habis hujan, banyak sekali air berlinang di dalam lobang-lobang kecil di sepanjang jalan pasar itu, tapi sisil tak mempersalahkan nya.


beda halnya dengan cowok yang satu ini, ia sangat menggerutu dalam hati karena istrinya pergi ke pasar yang becek dan ramai ini, ia adalah ramon jay, sang pengusaha terkaya di kotanya.


setelah ia tauh sisil pergi ke pasar, ramon mengikuti sisil, walaupun ia sangat jengkel karena sisil semaunya saja pergi tanpa meminta izin pada nya.


''ngapain ia pergi ke pasar becek ini, jika ia bukan istri ku, gak akan aku mau ngikutin dia ketempat ini!'' gerutu ramon dalam hati sambil terus melangkah mengikuti sisil dengan sembunyi-sembunyi dan ia menutup wajahnya dengan masker dan memakai topi, sehingga orang tak mengenalinya termasuk sisil jika nanti sisil melihatnya.


sedangkan sisil ia nampaknya sangat bahagia, seakan burung lepas dari sangkarnya, ia berjalan sesuka hati nya, sambil tersenyum, ia teryata pergi ke pasar untuk membeli bahan yang ia butuhkan untuk memasak masakan yang ramon sukai.


tak butuh yang lama hanya memakan waktu satu jam ia sudah selesai membeli semua bahan yang ia inginkan.


saat sisil berjalan ke arah parkiran sisil menabrak seorang cowok tampan, yang membuat ia melongok.


''ini kan pangeran yang ada di dalam mimpi ku waktu itu!" pikir sisil dalam hatinya.


sedangkan cowok yang ia tabrak hanya merasa aneh saja di tatap sisil seperti itu, ia hanya tersenyum dan berlalu pergi, cowok itu adalah revan ia adalah seorang pengusaha muda, yang sukses, dan playboy.


sedangkan ramon yang melihat isterinya melongok melihat cowok itu, ia jadi marah, ingin sekali ia menarik sisil sekarang, tetapi ia sekarang lagi pura-pura tak peduli apa yang sisil lakukan, jadi ia urungkan niatnya itu.


ia hanya bisa menggeram di dalam kejauhan.


setelah ia melihat sisil naik ke mobil dan menuju pulang baru ia sedikit lega.


tapi ia masih mengomel sendiri di mobilnya sambil menyetir.


''siapa lelaki itu, sampai membuat istri ku melongok melihatnya!'' tanya ramon dalam hatinya sambil fokus menyetir mobilnya.

__ADS_1


''ah.....cowok jelek, tampan juga aku, isteri ku saja yang kegenitan!'' pikir ramon lagi.


''lihat saja ia di rumah nanti, akan ku hukum dia, beraninya dia menatap cowok jelek itu dengan tak berkedip!'' kata ramon lagi sambil memukul setir mobil, dan membawa mobil itu dengan sekencang-kencangnya.


setelah sampai di rumah sisil langsung saja, pergi ke dapur untuk memasak makanan kesukaan ramon.


sedangkan ramon yang baru sampai di rumah nya, ia langsung mencari sisil, ia ingin menghukum isterinya itu, tetapi karena ia tak mau ketauan bahwa ia mengikuti sisil tadi, jadinya ramon urungkan niatnya untuk menghukum isterinya itu dan juga ia masih kecewa sama sisil, yang tak mau mendengar kata-kata nya.


ramon akhirnya pergi ke ruangan kerja nya, di sana ia melamun memikirkan isterinya yang susah sekali untuk ia atur.


saat makan malam sisil sangat bersemangat sekali menata makanan yang ia masak tadi di atas meja makan.


sedangkan ramon ia mengintip kegiatan isterinya dari jauh, sambil berkata dalam hati.


"aku tak mau makan masakan ia nanti, biar ia kapok untuk memasak."pikir ramon lagi dan melangkah menuju meja makan.


sisil tau bahwa ramon masih marah padanya, ia berusaha membuat ramon melihat nya dengan cara melayani ramon makan.


" kakak mau makan apa? biar sisil ambil kan ya! kata sisil mencairkan suasana.


namun ramon diam saja, tapi ia juga tak melarang sisil mengambilkan makanan untuknya.


melihat ramon diam saja, sisil bersemangat mengambil makanan untuk ramon.


" ini masakan sisil, kakak harus coba karena sisil memasaknya sepesial untuk kakak!" kata sisil lagi sambil meletak kan masakan itu di depan ramon yang sudah di tata di dalam piring, setelah itu ia duduk di depan ramon dan tersenyum menatap ramon.


"prang......!" bunyi piring yang di lempar ramon di lantai dan berserak lah makanan yang di sajikan sisil tadi.

__ADS_1


sisil yang melihat itu, ia sangat marah kepada ramon.


"kakak apa-apaan sih, kenapa makanannya di buang, jika kakak gak suka kakak katakan saja, biar aku mengambil yang lain!" teriak sisil dengan keras.


namun ramon diam saja, ia tak peduli dengan sisil yang memarahinya, tapi setelah mendengar isakan tangisan sisil ia akhirnya menatap sisil, dengan perasaan yang serba salah.


" tega sekali suamiku membuang masakan yang sudah susah payah aku membuatnya, jika tak mau memakannya setidak nya jangan di buang, masih banyak yang lain ingin memakannya!" marah sisil lagi sambil menangis, setelah itu ia berlari masuk kedalam kamar.


sedangkan ramon yang di tinggal sisil, ia jadi bingung," seharusnya aku tadi menjawab kemarahan sisil tadi, bahwa aku tidak suka ia memasak masakan untuk ku, bukan hanya diam daja!" kata ramon dalam hatinya sambil melangkah mengikuti sisil kedalam kamar.


sesampai di dalam kamar ramon melihat sisil masih menangis, ia jadi kasihan melihatnya.


"kenapa kau menangis? aku kan cuma membuang masakan mu, tidak memukul mu, itu saja menangis dasar cengeng!" kata ramon sedikit lirih dan pelan, ia bukan lah cowok yang pandai membujuk pasangan nya, malah sebaliknya menyebabkan.


"kakak bilang apa? cuma membuang, aku susah payah memasak nya, jika tidak mau memakannya, jangan di buang, hargai perasaan ku sedikit emang gak bisa apa!" marah sisil lagi sambil menangis.


"aku tidak menyuruh mu memasak, dan mengapa kau pergi ke pasar tadi, aku melihat kau menatap seorang lelaki tak berkedip, emang siapa lelaki itu?" marah ramon dengan suara yang tinggi dan mata menatap tajam.


" kakak mengikuti aku kepasar?" tanya sisil dengan penasaran dan tangis nya mulai berhenti.


"iya, jika tidak aku tidak bisa melihat mu selingkuh!" kata ramon lagi, ia akhirnya terpaksa berkata jujur karena ia mau bertanya tentang cowok yang di pasar itu!


" kenapa kakak menuduh ku selingkuh, aku hanya tertabrak dengan nya, aku tak mengenali dia!" jawab sisil dengan wajah cemberut.


" kalau kau tak mengenali nya, mengapa kau menatap nya tak berkedip?" tanya ramon lagi masih penasaran.


" karena wajah nya, mi...mirip pangeran dalam tidurku!" jawab sisil sedikit gugup dan menunduk kan wajahnya ia tak berani menatap ramon, ia takut suaminya tambah marah, sekarang ia paham mengapa ramon bersikap seperti itu kepada nya.

__ADS_1


" brak...!" bunyi pintu di banting ramon dengan keras nya, ia keluar dari kamar, ia takut khilaf bila masih berdua dengan isterinya, karena ia orang nya emosional.


__ADS_2