Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# ramon cemburu #


__ADS_3

pagi yang cerah menyambut hari sisil, ia berjalan-jalan di sekitar kampus sebelum ia memasuki kelasnya.


''hay.......!'' sapa renal, kepada sisil dari belakang sisil yang sejak tadi memang mengikuti sisil.


sisil sedikit terkejut dan menoleh ke arah renal, ''hay juga, kamu ya, aku kira siapa tadi,'' balas sisil.


''kita makan dulu yuk, ke kantin, aku lapar nih!'' ajak renal kepada sisil di sela pembicaraan nya.


''gak ah, tadi aku sudah sarapan di rumah, masih kenyang!'' tolak sisil.


''yah sayang sekali kalau gitu, gimana kalau kau makan dikit saja, hitung-hitung nemani aku makan, aku yang traktir loh, mau yah?'' ajak renal lagi kepada sisil sedikit memaksa.


''okelah, tapi jangan lama yah, bentar lagi aku mau masuk ke kelas!'' jawab sisil.


''siip!'' ucap renal sambil mengangkat jari tangan yang jempol nya di hadapan sisil dan mereka berdua pergi ke kantin untuk makan.


sedangkan ramon di kantor, ia lagi sibuk dengan laptopnya, tiba- tiba asisten luki masuk dan memberi tahukan kepada nya, bahwa bunga ingin ke temu.


''tuan ada nona bunga di luar, ingin bertemu sama tuan, apa di suruh masuk, apa tidak?'' tanya asisten luki kepada ramon.


''kira-kira dia mau ngapain ya?'' tanya ramon kepada luki.


''saya gak tau tuan!'' jawab asisten luki.


''ya sudah, suruh saja dia masuk!'' jawab ramon.


tak berapa lama masuklah seorang perempuan yang cantik dan seksi, dia adalah bunga dengan gaya nya yang elegan ia mendekati meja ramon bekerja.


''siang mas, apa aku mengganggu mu?'' sapa bunga.


ramon yang dari tadi fokus dengan laptopnya jadi melihat ke arah bunga, ''tidak juga, ada gerangan apa ya kamu kesini?'' tanya ramon.

__ADS_1


''apa aku gak boleh, jika kesini? tanya balik bunga.


''bukan maksud ku seperti itu bunga, jika kau mau ketemu aku, kenapa kau tidak menelpon aku dahulu, kitakan bisa ketemuan di luar!'' jawab ramon, ia takut nanti anak buah nya menggosipkan dirinya, berselingkuh dengan bunga, jika bunga terus ke kantornya.


''aku mau ketemuan sama kamu di kantor ini mas, karena aku mau melamar kerja di kantor mu ini!'' jawab bunga.


''kau mau kerja di kantor ku? apa tidak salah bunga?'' tanya ramon lagi.


''emang apa yang salah mas? aku mau belajar banyak sama kamu, mengapa kamu bisa sukses seperti ini?'' tanya bunga lagi.


''kamu mau di bagian apa bekerja di kantor ku ini?'' tanya ramon lagi.


''terserah kamu mau meletakkan aku di posisi yang mana?" jawab bunga dengan tersenyum karena ia bisa di terima bekerja di kantor ramon.


''baiklah, nanti aku pikirkan dahulu, kau cocok di bagian apa, aku akan mencocokkan dengan ilmu yang kau pelajari!'' ucap ramon lagi.


setelah mereka berbincang sedikit lama, akhirnya ramon berpamitan kepada bunga bahwa ia mau meeting di luar dan bunga akhirnya pulang.


ramon akhirnya berhenti di depan kampus sisil,


ia sangat marah sekali kepada sisil, dengan raut wajah nya yang sangat mengerikan seakan ingin memakan orang hidup-hidup, ia melangkahkan kaki nya ke arah sisil, setelah dekat dengan sisil ia langsung menarik tangan sisil sedikit kasar, agar mengikuti langkah nya menjauh dari lelaki itu.


sisil yang melihat ramon yang seperti itu, ia sangat terkejut dan takut ia mengikuti saja saat dirinya ditarik paksa oleh ramon walau pergelangan tangan nya sakit dan jalan nya sedikit terburu-buru, sedang kan renal teman sisil mengobrol tadi, ia jadi heran mengapa sisil di tarik paksa oleh lelaki itu.


renal akhirnya mengejar ramon dan sisil, ia menghadang jalan ramon dan sisil sambil berkata ''hey tuan, mengapa kau menarik teman ku, kau siapanya dia hingga kau berani kasar seperti itu?'' tanya renal kepada ramon.


''dia isteri ku, dan kau jangan coba-coba mendekati dia lagi kalau kau masih mau hidup,'' kata ramon kepada renal sambil memukul muka renal dengan tinju nya.


''stop tuan, kenapa kau sangat kasar kepada teman ku, apa salah nya?'' tanya sisil sedikit keras.


''salah nya kenapa ia mengobrol dengan isteri ku dan kau seperti wanita murahan saja mengobrol dengan lelaki asing, yang bukan suami mu.'' bentak ramon kepada sisil dan renal hanya diam saja mendengar itu semua.

__ADS_1


ia tak menyangka wanita yang ia incar untuk jadi kekasihnya sudah ada yang miliki, ia merelakan saja saat ramon melanjutkan kembali membawa sisil menjauh darinya dan sisil mengikuti langkah ramon tapi wajah nya menoleh kebelakang, dengan raut wajah yang sedih.


sisil sedih melihat teman barunya di pukul sama ramon, ia tak menyangka jika ramon bisa kasar seperti itu.


setelah sampai di rumah sisil langsung di tarik sama ramon ke kamar, ia mengomeli sisil tiada henti, dan ia membanting semua benda yang ada di atas meja hias sisil.


''apa kurang nya aku sama kamu, hingga kau tega berselingkuh di belakang ku?'' tanya ramon sambil tangan nya menunjuk muka sisil dengan raut wajah yang sangar.


sisil hanya diam ketakutan, dan ia menangis.


''apa yang kau tangisi? ayo sekarang jawab?'' tanya ramon lagi.


''aku, tidak tau tuan apa yang membuat anda marah, aku tidak berselingkuh, kami hanya berteman,'' jawab sisil pada akhirnya.


''alasan berteman, ujung-ujungnya kalian pacaran nanti,'' ucap ramon sambil berlalu dari kamar, dan ia sempat membanting pintu kamarnya saat keluar dari kamarnya.


sisil hanya mengurut dadanya saja, ia sangat ketakutan tadi, dan ia akhirnya ia pergi ke kamar mandi untuk membersihkan tubuh nya sekalian menenangkan pikirannya.


sedangkan ramon yang sudah marah-marah kepada sisil tadi, sekarang ia lagi memarahi sopir yang di tugaskan untuk mengantar dan menjemput sisil, setelah itu ia pergi keluar dari rumahnya, menuju ke apartemen asisten luki.


setelah sampai di sana ia curhat kepada luki, dan luki mendengar nya dengan baik, walaupun sesekali ia menyela perkataan ramon.


''tuan sebaiknya anda jangan terlalu mengekang isteri anda tuan, mungkin benar mereka hanya berteman,'' saran luki.


''berteman apaan, aku melihat tatapan lelaki itu kepada sisil, ia sangat suka kepada sisil,'' kata ramon lagi, ia tak mau mendengar saran dari luki.


luki akhirnya diam saja, percuma jika ia memberi saran toh ramon tak ingin mendengarnya.


''gimana dengan bodyguard yang ku suruh kau cari kemaren apa sudah dapat?'' tanya ramon.


''sudah tuan,''jawab luki.

__ADS_1


''baiklah, besok suruh langsung dia menjaga isteri ku, kemanapun dia pergi,'' ucap ramon lagi sambil berlalu pergi dari apartemen luki.


__ADS_2