Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# penasaran nya sisil #


__ADS_3

siang ini sisil ke kantor suaminya, alasannya untuk mengantar makan siang suami, padahal ia penasaran pada suara wanita yang ia dengar lewat handphone suaminya.


''tok....tok....! suara pintu ruangan ramon di ketok dari luar.


''siapa?'' tanya ramon.


''ini tuan nona sisil ingin ketemu sama tuan,'' ucap sekertaris ramon.


ramon sempat berpikir, ''mengapa sisil tiba-tiba ke kantor?'' tanya nya dalam hati, ia belum juga menjawab pertanyaan dari karyawan nya itu, tiba-tiba sisil langsung masuk saja, setelah memaksa masuk, meski sudah di tahan oleh sekretaris ramon.


''sayang.......! kamu lagi ngapain,aku gak ganggu kamu kan?'' tanya sisil langsung ke pada ramon saat sudah di dalam ruangan ramon.


ramon jadi bengong, seakan tak percaya apa yang ia dengar dari bibir isterinya tadi.


''hey.......suamiku, ini aku bawakan makan siang untuk mu!'' kata sisil lagi, namun ramon masih bengong saja, ia seakan tak percaya, kenapa isterinya tiba-tiba perhatian dan mesra lagi kata-katanya untuk dia.


''tuan........!'' teriak sisil lagi, karena ramon masih diam saja, sisil mencubit pipinya ramon, sedikit keras.


''aduh........sakit sayang, kenapa kau mencubit ku, oh iya coba kau ulangi lagi kata-kata pertama kau masuk keruangan ku tadi!'' perintah ramon kepada sisil.


''kata yang mana tuan?'' tanya sisil, ia sengaja pura-pura lupa.


''yang tadi,saat kau membuka pintu ruangan ku!'' ramon mencoba mengingat sisil.


''oh, emang kenapa dengan kata itu tuan?'' tanya sisil lagi.


''aku suka kau memanggil ku seperti itu, kenapa kau cuma mengucap oh sayang......!'' kata ramon lagi sambil berdiri mendekati sisil.


''ayo....ulangi lagi! rengek ramon.


''baik lah, sayang.......!'' ucap sisil.


''lagi......!'' pinta ramon.


''i... ih....! kenapa jadi bahas itu terus sih!'' kata sisil pada akhir nya ia bosan mengapa ramon membahas itu terus.


''aku suka kau memanggil aku dengan sebutan sayang, dari pada tuan terus, emang kamu pelayan aku apa?'' ucap ramon lagi.


''kalau memanggil secara rutin gak mau, terlalu lebay tuan,'' ucap sisil lagi.


''gak apa-apa biar lebih nampak mesranya sayang? kata ramon lagi.


''gak ah, aku terbiasa memanggil tuan,'' ucap sisil lagi.


''baiklah kalau kau gak mau memanggil aku dengan sebutan sayang secara rutin, tapi aku harap kau jangan memanggil aku dengan sebutan tuan lagi!'' ucap ramon dengan sedikit tegas.

__ADS_1


''apa yah? kalau kakak saja bagaimana, umur tuan kan lebih tua dari aku, jadi cocok aku rasa memanggil dengan sebutan kakak,'' usul sisil lagi.


''baiklah sayang!'' ucap ramon lagi sambil menarik sisil kedalam pelukannya.


tiba-tiba pintu di ketok dari luar, ''siapa?'' tanya ramon.


''ini tuan aku bunga!'' jawab bunga.


''baiklah, silakan masuk!'' ucap ramon lagi tapi ia belum melepaskan pelukannya kepada sisil, sehingga sisil yang mencoba melepaskan diri dari pelukan ramon.


''lepaskan aku kakak, malu di lihat karyawan kakak nanti!'' ucap sisil.


''ya,ya,ya!'' kata ramon sambil melepaskan pelukannya kepada sisi.


tak berapa lama pintu terbuka dan masuk lah seorang wanita yang cantik, dan seksi dengan senyum yang ramah kepada ramon sambil berkata, ''ini tuan data keuangannya,'' ucap bunga.


''letakkan saja di atas meja,'' jawab ramon.


bunga langsung meletakkan data keuangannya di atas meja ramon, dan melirik ke arah sisil, setelah itu ia keluar dari ruangan ramon.


''itu isteri ramon, sangat bocah sekali, masih cantik aku lah, aku pasti bisa merebut ramon kembali,'' pikir bunga lagi, setelah ia sudah keluar dari ruangan ramon.


sedangkan sisil yang ada di dalam ruangan ramon, ia jadi terbengong-bengong melihat bunga tadi, ''ini seperti model, cantik, seksi, tinggi, kulitnya putih sekali, aku gak ada apa-apanya jika di banding dia!'' ucap sisil dalam hatinya.


''kenapa bengong sayang? tanya ramon sambil memeluk sisil lagi dari belakang.


''dia bunga karyawan ku, kenapa emang nya?'' tanya ramon.


''cantik, seksi, seperti model,'' jawab sisil.


ramon yang mendengar peryataan dari sisil itu ia langsung berkata ''lebih cantik dirimu sayang, lebih seksi dirimu, dan kau yang lebih pantas menjadi model.''


''dasar gombal,'' kata sisil.


ramon hanya tertawa saja, ''tidak sayang apa yang aku katakan itu benar,'' kata nya lagi.


''ya,ya,ya sebaik nya kita makan dahulu, ini kan sudah jam makan siang kakak,'' ajak sisil lagi.


''baiklah,'' kata ramon sambil melepaskan sisil dari pelukannya.


setelah itu, mereka makan dengan saling menyuapi, ramon sangat bahagia saat-saat seperti ini, setelah itu ia berpamitan kepada sisil untuk rapat bersama karyawannya.


sedang kan sisil sibuk curhat sama temannya luna lewat hemponnya di dalam ruangan ramon.


setelah rapat ramon mengajak sisil pulang, ''sayang ayo kita pulang saja yuk!'' kata ramon.

__ADS_1


''baiklah,'' jawab sisil.


saat mereka baru keluar dari ruangan ramon, asisten luki menghampiri mereka, ''tuan anda mau pulang cepat lagi?'' tanya asisten luki.


''ia, emangnya kenapa?'' tanya ramon.


''bentar lagi, kita kedatangan tamu dari jepang yang ingin menanam saham pada perusahaan tuan!'' kata asisten luki lagi.


''ah, kau sajalah yang mengurus nya, aku percaya semuanya pada mu!'' ucap ramon lagi, sambil mau melangkah dari hadapan luki.


asisten luki bingung jadinya, ''kenapa semenjak menikah dengan sisil tuannya itu jadi tidak fokus bekerja,'' pikirnya.


di perjalanan pulang sisil meminta kepada ramon untuk singgah ke rumah orang tuanya, karena sudah lama tidak ke sana, ia rindu ke pada papanya.


setelah sampai ke rumah orang tuanya, sisil jadi bingung, kenapa ramon membawanya ke rumah lain pikirnya.


''sayang ayo kita turun, sudah sampai,'' ucap ramon.


''ini bukan rumah papa kakak!'' jawab sisil.


''sayang ini rumah papa, aku lupa cerita sama kamu, aku membeli rumah baru untuk keluarga mu!'' kata ramon lagi.


''kenapa kakak membeli rumah, untuk keluarga ku?'' tanya sisil lagi.


''ini bentuk terimakasih ku kepada papa mu, karena sudah merestui aku menjadi suamimu, aku sangat bahagia bisa memiliki dirimu,'' kata ramon lagi.


''oh......kalau begitu ayo kita masuk ke rumah baru papa, aku mau lihat apa di dalam nya juga bagus seperti di luarnya apa tidak! kata sisil sambil membuka pintu mobil dan berlari masuk ke rumah orang tua nya.


ramon yang melihat sisil seperti itu, ia jadi kuatir, ''sayang jangan lari-lari seperti itu, nanti kamu jatuh!'' kata ramon sambil berlari mengejar sisil.


kebetulan pintu gerbang rumah papanya tidak di kunci, jadi sisil langsung bisa masuk, sesampai ia di dalam rumah ia bertemu dengan adik tirinya.


''dirli di mana papa?'' tanya sisil.


''kakak, aku kira siapa tadi,'' ucap dirli sedikit terkejut.


''ia ini aku, kamu kira setan apa!'' kata sisil.


''papa lagi keluar, kalau mama lagi arisan sama teman-temannya,'' jawab dirli.


''oh.......sayang sekali, papa gak ada di rumah, padahal kakak rindu sama papa, ya sudah kalau papa pulang bilang aku kangen sama dia,'' kata sisil lagi sedikit kecewa.


setelah itu ia mengajak ramon pulang ke rumah nya.


''dirli kakak pulang dulu yah!'' ucap sisil sambil keluar dari rumah itu.

__ADS_1


sedangkan ramon ia cuma tersenyum saja sama dirli lalu ia juga mengikuti langkah sisil.


__ADS_2