Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# gak bisa melupakan mu #


__ADS_3

hari beranjak siang, sisil dengan langkahnya yang lunglai memasuki kantin kampusnya ia mau mengisi perutnya yang dari tadi sudah kelaparan.


''huh.....!''


''kenapa lama sekali dosen itu menjelaskannya tadi, aku sampai lapar nih,'' omel sisil, sambil memesan makanan kepada ibu kantin.


dari kejauhan datang lah seorang lelaki tampan yang seumuran sisil, ia adalah renal lelaki itu langsung menuju ke arah sisil.


''hay cantik!''


''mau makan ya?'' sapa renal kepada sisil saat sudah di dekat sisil.


''ia, kamu sendiri ngapain kesini?'' tanya balik sisil.


''mau nemenin isteri orang makan!'' jawab renal dengan enteng nya, sambil duduk di depan sisil.


sisil yang mendengar jawaban renal itu ia langsung mencubit lengan renal.


''tuh rasain, ya tahu sudah punya suami masih juga deketin!'' kata sisil lagi sambil mengaduk makanan yang sudah di antar sama ibu kantin.


''aduh sakit cantik,'' kata renal saat mendapat cubitan dari sisil, ia berpura-pura kesakitan agar sisil merasa bersalah, sambil memesan makanan sama ibu kantin juga.


''rasain, jawab sisil sambil memakan baksonya.


renal hanya terkekeh saja melihat tingkah sisil, sambil berkata dalam hati, ''nih cewek bener-bener gemesin, sayang sudah ada suami, tapi aku gak bisa melupakan mu, apalagi menjauh dari mu.''


setelah selesai makan bakso bersama renal sisil langsung keluar dari kampusnya karena jam kuliah nya sudah habis, dan ia di suruh ramon kekantor.


di dalam perjalan kekantor suaminya sisil jadi panik karena ia melihat ada mobil yang mengikuti mobilnya dari belakang, sehingga membuat sisil bertanya pada sopirnya.


''pak, mengapa mobil di belakang itu mengikuti kita?'' tanya sisil kepada sopirnya.


''gak tau nona, bapak akan percepat laju mobil ini aja ya, nona gak takut kan?'' tanya pak sopir.

__ADS_1


''ia pak!'' jawab sisil yang lagi panik.


pak sopir sisil langsung mengebut mengendarai mobil itu, tapi mobil belakang juga mengebut mengejar mereka dan tak lama mobil sisil di salip mobil belakang itu sehingga pak sopir sisil mengerem mobilnya secara mendadak.


''pak.....! aku takut.'' teriak sisil kepada sopirnya.


''nona jangan panik, pintu mobilnya sudah saya kunci semua,'' kata pak sopir lagi.


tak berapa lama turunlah seorang lelaki dari mobil yang menyalip mobil sisil tadi yang tak lain adalah renal.


renal langsung menghampiri mobil sisil.


sisil yang melihat renal yang keluar dari mobil yang mengejar mereka tadi menjadi lega sambil berkata, ''aku kira orang jahat, teryata dia!''


''nona kenal dengan lelaki itu?'' tanya pak sopir saat mendengar perkataan sisil tadi.


''ia pak, lelaki itu teman kampus saya!'' jawab sisil, sambil membukak pintu mobilnya dan keluar dari mobil.


setelah mereka saling berdekatan renal langsung bicara, ''kamu mau kemana sisil? aku mau ngajak kamu jalan.'' tanya renal.


dari kejauhan sisil melihat ada dua lelaki kekar dan berpakaian seragam serba hitam menuju ke arahnya, dengan berlari tak berapa lama dua lelaki itu langsung menarik renal membuat sisil menjerit ketakutan.


''hey.......! siapa kalian lepaskan dia!'' ucap sisil dan langsung meminta pak supir membantu, renal yang sudah di pukul sama dua lelaki itu.


''pak tolong teman saya, dia di serang sama dua lelaki itu,'' kata sisil sambil menunjuk ke arah dua lelaki yang menghajar renal.


pak supir hanya melihat saja dan berkata, ''nona sebaiknya kita cepat kekantor nanti tuan ramon marah,'' sambil membukak pintu mobil yang di belakang untuk sisil.


mendengar ucapan dari sopirnya sisil jadi marah, ''pak teman ku lagi di keroyok orang bapak malah mengajak aku untuk kabur, bukan membantu!'' marah sisil.


''nona kedua orang itu suruhan tuan ramon untuk menjaga nona, jadi untuk apa saya membantu teman nona, bisa-bisa saya di pecat sama tuan!'' kata pak supir sisil lagi.


''kenapa gak ngomong dari tadi!'' ucap sisil sambil melangkah mendekati renal dan kedua orang suruhan ramon.

__ADS_1


sedangkan renal sudah babak belur di buat dua lelaki itu yang tidak lain adalah bodyguard yang di suruh ramon untuk menjaga sisil.


''sebaiknya anda pergi jika tidak mau mati, jangan ganggu nona sisil lagi,'' kata salah satu bodyguard yang ada di hadapan renal itu.


dengan sedikit terbata-bata, renal menanyakan apa salah nya kepada kedua bodyguard itu.


''tu tuan apa salah saya? baik saya akan pergi tapi saya tidak janji untuk tidak mendekati sisil lagi,'' ucap renal.


mendengar perkataan renal seperti itu, kedua orang itu ingin meninju muka renal lagi tapi seketika sisil menyetop nya, sisil berlari di hadapan renal sambil berkata, ''stop jangan pukul dia lagi, jika ingin memukul pukul lah aku, dia sahabat ku!'' ucap sisil dengan tegas.


kedua bodyguard itu jadi saling pandang dan mengurungkan untuk memukul renal lagi dan salah satu mereka berkata, ''nona kami hanya menjalan kan tugas dari tuan ramon, untuk menjaga nona!''


''tapi ia tidak mengganggu ku dan tidak mencelakai aku, dia sahabat ku!'' kata sisil lagi.


''ya sudah kami tidak akan memukul dia lagi, tapi nona jangan dekat sama dia lagi dan nona sebaiknya cepat kekantor nanti tuan ramon marah!'' kata salah satu bodyguard itu di hadapan sisil.


''baiklah,'' kata sisil lagi sambil menoleh ke arah renal dan berkata, ''maaf kan atas kelakuan anak buah suami ku, aku tidak tau jiga ada bodyguard yang di utuskan untuk menjaga ku.'' sambil menjauh dari renal.


sedangkan renal yang mendengar sisil berkata begitu ia langsung berbicara, ''sisil aku hanya ingin kau tahu aku suka sama kamu,'' setelah ia mengucapkan itu renal melangkah pergi dari tempat itu meninggalkan sisil yang masih mematung di tempat, sehingga pak supir menegur nya.


''non kita bisa berangkat sekarang?'' tanya supir itu kepada sisil.


''ia pak,'' jawab sisil yang langsung terbangun dari lamunannya, dan ia langsung naik ke dalam mobil.


setelah sampai di kantor suaminya sisil langsung saja masuk ke ruangan ramon tampak mengetuk pintu dahulu.


sehingga ia terkejut melihat suaminya lagi berpelukan sama bunga, mantan pacar suaminya itu.


ramon yang melihat sisil masuk keruangan nya, ia langsung melepaskan pelukannya dari bunga.


''sayang kau sudah datang?'' tanya ramon sambil melangkah mendekati sisil yang masih mematung di dekat pintu dalam ruangan kerjanya.


sisil masih tidak percaya dengan apa yang ia lihat, ia hanya menggeleng kan kepalanya dengan pelan tanpa menjawab pertanyaan ramon, saat ramon mendekati dirinya dan ia langsung keluar lagi dari ruangan ramon saat itu dengan keadaan menangis.

__ADS_1


ramon yang melihat isterinya keluar ia langsung mengikutinya dan berteriak, ''sayang tunggu dulu ini tidak seperti yang kau pikirkan.''


tapi sisil tak menanggapi perkataan ramon ia langsung berlari keluar dari kantor ramon.


__ADS_2