
sisil merasa harus waspada sekarang saat dirinya bekerja, ia takut ramon menemukan diri nya.
seperti hari ini sisil memakai masker untuk menutupi wajahnya saat bekerja, agar wajahnya tak di kenali oleh ramon dan anak buah ramon, hal itu mengundang perhatian dari atasannya dan teman-teman kerjanya.
tapi tak berlaku dengan temannya yang bernama hana, karena hana tau kenapa sisil menutupi wajahnya cuma ia penasaran ada hubungan apa sisil dengan pengusaha yang paling terkenal itu di kota nya.
''sisil kemarin itu siapanya kamu?'' tanya hana kepada sisil saat mereka istirahat untuk makan siang.
''cuma orang penagih hutang,'' jawab sisil singkat ia masih mengunyah cemilan yang ia belikan tadi bersama hana saat mau berangkat kerja, karena sudah makan siang mereka suka mengemil dahulu sambil mengobrol.
''aku gak percaya, kamu bohong ya?
''untuk apa aku bohong!'' jawab sisil sambil membuang muka ia tak sanggup melihat tatapan hana yang curiga padanya.
''jika ia penagih hutang, kenapa ia mengatakan ia rindu pada mu? aku rasa ia kekasih mu atau jangan-jangan suamimu!'' desak hana lagi.
''kau ini, mana ada isteri pengusaha yang sukses seperti dia, mau kerja disini, ada-ada saja kau ini!'' kilah sisil lagi.
''ia juga ya!'' pikir hana lagi.
setelah mengobrol hana dan sisil kembali kerja, karena jam istirahat nya sudah selesai.
sedangkan ramon dan anak buahnya masih sibuk mencari sisil di sekitar jalan saat ia melihat sisil kemaren.
sangat disayangkan saat sisil pulang bersama hana lagi lewat di jalan itu rombongan ramon sudah cabut dari sana.
sisil masih nebeng naik motor hana saat pulang dari kerja, hampir sedikit lagi sampai di rumah ibu lesna tiba-tiba saja hana menghentikan motornya, sehingga membuat sisil terkejut.
''kenapa hana?'' tanya sisil
''aku melihat pacar ku bersama wanita lain, kita belok lagi ya kejalan yang tadi, aku mau menyusul mereka!'' jawab hana, sambil membelok kan motornya
''tapi,tapi aku sedikit lagi sampai, kau turunkan aku disini saja!'' pinta sisil.
''sudah kau ikut saja lagi, nanti keburu ia kabur!'' jawab hana ia semangkin menambahkan kecepatan laju motornya.
sisil sedikit ngeri, karena hana sangat kencang sekali membawakan motor nya, dan hana sangat gesit memotong kendaraan lain.
''hana.......! aku masih mau hidup!'' teriak sisil dari belakang.
''sudah kau diam saja! pasti aman!'' jawab hana.
sisil akhirnya pasrah saja lagi sambil ia berdoa dalam hati.
__ADS_1
hana dapat mengejar mobil pacarnya yang bersama dengan wanita lain, ia menghadang jalan mobil pacarnya itu, sehingga mau tak mau rian menghentikan mobilnya, rian adalah nama pacar hana.
rian keluar dari mobilnya bersama wanita yang ada di mobil itu!
hana langsung menghampiri rian dan menangis di hadapan rian dan wanita itu.
''kau selingkuh lagi mas?'' kata hana, ia sangat sakit hati di buat pacarnya itu yang hobi selingkuh.
rian diam saja, ia membuang muka masam, tak mau melihat muka hana.
sedangkan wanita disampingnya angkat bicara, setelah mendengar perkataan hana.
''dia siapa sayang?'' tanya ratu kepada rian, ratu adalah nama wanita yang bersama rian sekarang.
''bukan siapa-siapa, dia hanya mantan ku, yang tak bisa melupakan aku!'' jawab rian, dengan terpaksa ia angkat bicara, ia takut ratu marah padanya.
''apa mas? kau bilang mantan, kapan kita putusnya, kau jahat!'' kata hana sambil jari nya menunjuk-nunjuk muka rian.
ratu yang melihat pacarnya di dikatakan seperti itu, ia tak terima, ia langsung membalas perkataan hana, sedangkan rian ia diam saja tak bergeming.
''hey......! aku rasa kau memang perempuan murahan ya, sudah tau orang gak suka lagi, masih saja di kejar!'' serang ratu sambil tangannya mendorong hana.
sisil pertama diam saja, ia tak mau ikut campur, tapi melihat hana di dorong ia mulai mendekat sambil berkata.
hana sangat emosi, dirinya di bilang cewek murahan, ia langsung menghampiri ratu dan menjambak rambut ratu.
''hey... sakit, lepaskan!'' teriak ratu
sedangkan rian yang melihat pacarnya berkelahi, ia langsung membuat keputusan yang mana yang harus ia bela.
akhirnya ia membela ratu karena ratu lebih kaya dari hana.
''kau apa-apaan sih....main jambak saja, itu mangkanya aku tidak sudi lagi menjadi pacarmu!'' kata rian ia langsung menarik hana dan menamparnya.
sisil yang melihat temannya di pukul, ia langsung turun tangan, ia sangat benci sekali jika melihat lelaki memukul perempuan.
''enak saja ya, kau memukul teman ku, rasakan ini!!'' teriak sisil ia langsung menendang barang beharga milik rian.
''gadepak....!'' bunyinya.
''ah........sakit!'' keluh rian ia sangat marah sekali barang berharganya di tendang sisil, ia mengelus barang berharga nya, setelah rasa sakitnya berkurang, ia langsung menarik sisil yang lagi membantu hana untuk berhenti menangis.
''oh.....emang kau siapa gadis, lancang sekali kau!'' ucap rian, ia menarik masker sisil, ia ingin melihat wajah sisil secara langsung, ia sempat tertegun melihat wajah sisil, tetapi karena emosi yang memuncak ia mengangkat tangannya untuk menampar sisil.
__ADS_1
''stop.....! jangan coba-coba kau memukul istriku, jika kau masih mau hidup!'' teriak seorang lelaki dari jauh, sebelum tangan rian mendarat di pipi mulus sisil.
sisil yang mendengar teriakan itu, ia kenal dengan suaranya, yaitu suaminya ramon, walau ia sempat memejamkan matanya saat rian mau menamparnya tadi.
ramon dengan anak buahnya langsung berlari kearah sisil, ia sangat kuatir akan keadaan sisil, sangat beruntung sekali ia kembali mencari sisil kejalan itu, dengan belok balik, sehingga ia menemukan sisil juga hari ini.
''sayang.......!kau tidak apa-apa?'' tanya ramon langsung saat ia sudah di samping sisil sambil mengamati tubuh sisil.
sisil hanya menunduk saja, ia takut ramon marah karena sudah berani kabur.
''hey......!kenapa kau menunduk, aku kangen kepada mu, tatap mataku sayang!'' ucap ramon lagi sambil menarik dagu sisil sedikit agar sisil menatapnya.
''aku tidak apa-apa!'' jawab sisil singkat sambil membuang muka, ia masih marah sama suaminya.
sedangkan anak buahnya memegang tangan rian.
''lepaskan diriku, aku belum memukulnya!'' teriak rian.
ramon langsung melihat kearah rian, yang berteriak, ia kenal sama rian, dia sama rian adalah rekan bisnis.
''kenapa kau mau memukul istriku? tanya ramon langsung kepada rian, sambil menatap dengan tajam.
''tanya saja sama istrimu? jawab rian singkat sambil memasang wajah masam.
ramon langsung melihat kearah sisil, untuk mengetahui jawabannya, namun sisil hanya diam saja, tak angkat suara.
''lain kali, kau jangan asal mukul saja, apa kau tak malu mau memukul perempuan!'' kata ramon lagi kepada rian, walau ia tak tau masalahnya apa.
''jika istri mu tak ikut campur dengan urusan ku, aku tidak akan mau memukulnya, apalagi ia sudah duluan memukul barang berharga ku!'' jawab rian kesal dan lantang.
sisil akhirnya angkat bicara, sedangkan hana dan ratu jadi penonton.
''jika kau tak memukul sahabatku, aku tidak akan memukulmu!'' jawab sisil.
''sahabatmu yang menjambak rambut pacarku duluan! kata rian lagi.
ramon pusing melihat pertengkaran antara sisil dan rian, akhirnya ia berkata kepada sisil.
''sayang ayo kita pulang, kita selesaikan masalah kita!'' ajak ramon kepada sisil.
''tidak mau! jawab sisil singkat sambil membuang muka.
ramon yang tak sabar melihat tingkah sisil, ia langsung mengangkat sisil dan menggendongnya dengan cara seperti mengangkat karung beras.
__ADS_1
''lepaskan diriku, aku tidak mau bersama mu lagi!'' teriak sisil sambil memberontak, tapi ramon tak menghiraukan nya.