Virus Cinta Sisil

Virus Cinta Sisil
# ramon menikahi lagi sisil #


__ADS_3

setelah sampai di villa, ramon asyik menelpon papa sisil, mereka membuat rencana pernikahan dengan secepat mungkin.


"pa....aku mau menikahi sisil besok aja, nanti ia berubah pikiran gimana?" kata ramon meminta pendapat papa sisil lewat ponselnya.


"terserah kalian kapan mau menikah lagi, yang pastinya papa selalu merestui kalian!!" jawab papa sisil lewat ponselnya.


setelah memberi kabar bahagia itu kepada papa sisil ramon terus tidur di kamarnya.


sedangkan sisil sudah lebih dulu larut dalam mimpi indahnya.


*


*


*keesokan paginya, sisil di buat terkejut dengan dekorasi di villa ramon, ia benar-benar tak menyangka bahwa ramon secepat itu akan menikahinya lagi.


"kakak ini apaan?" tanya sisil kepada ramon yang lagi sibuk melihat, dekorasi untuk pernikahan nya dengan sisil di ruangan keluarga,di villa nya.


"ini persiapan pernikahan kita nanti siang sayang, tadi malam, aku tidak bisa tidur, jadi aku menyuruh luki untuk langsung mempersiapkan acara pernikahan kita hari ini!" jawab ramon dengan raut wajah yang bahagia.


malam tadi ramon memang sulit untuk memejamkan matanya, setelah ia menelpon papa sisil membicarakan tentang pernikahan nya ia langsung kepengen tidur, tapi saat ia sudah berbaring di ranjang dan akan memejam matanya, ia selalu di kepikiran untuk rencana pernikahan nya dengan sisil, hingga akhirnya ia menelpon luki sang asisten pribadinya untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara pernikahan nya dengan sisil yang kedua kalinya.


"kenapa harus terburu-buru, kita bisa melaksanakan nya satu Minggu lagi atau satu bulan lagi!" kata sisil, memberi pendapat.


"sayang aku takut nanti kau berubah pikiran, jadi hari ini saja kita nikah nya, lagian papa sudah aku beri tahu!" kata ramon lagi.

__ADS_1


sisil akhirnya cuma nurut saja, lagian percuma jika ia berdebat dengan ramon, tidak akan menang, mantan suaminya itu orang nya keras kepala, jika sudah memutuskan pasti ia dapatkan.


akhirnya siang itu, ramon berhasil menikahi sisil lagi, dengan ucapan sah dari saksi mangka berakhir lah acara pernikahan nya, setelah acara pernikahan di lanjutkan dengan acara resepsi dengan suasana yang sederhana tidak banyak tamu undangan di undang, hanya orang terdekat saja dengan ramon, karena pernikahan itu untuk yang kedua kalinya, tapi bagi ramon ini pernikahan untuk yang terakhir kalinya, ia berjanji dalam hati, ia tidak akan mengucapkan kata cerai lagi kepada istri nya itu sampai maut yang memisahkan mereka, dan yang pasti ini pernikahan yang sangat membuat ia bahagia.


sedangkan bagi sisil, ia mengikuti saja arus nya, bagi nya ini sudah takdir nya, untuk menjadi istri dari ramon lagi, tapi ia juga merasa bahagia, tidak seperti waktu pertama kali ia menikah dengan ramon yang merasa sangat bersedih, itu terpancar dari ukiran senyum di wajah cantik nya.


papa sisil juga turut bahagia karena sisil sudah kembali menjadi istri ramon lagi, entah kenapa ia merasa cuma ramon yang pantas untuk menjadi suami sisil, walaupun ramon pernah mengecewakan nya.


setelah acara resepsi selesai, semua tamu undangan pulang begitu pun dengan papa sisil yang ingin pamit dengan sisil dan ramon.


"sisil papa berdoa semoga pernikahan kalian yang kedua kalinya ini, akan langgeng sampai maut yang memisahkan kalian!" ucap papa sisil kepada anaknya sambil memeluk sisil penuh kasih sayang.


"papa jahat!!!" jawab sisil dengan raut wajah yang cemberut, yang sengaja ia bikin- bikinkan.


"hah....!!" sahut papa sisil dan ramon serempak dengan terkejut mendengar jawaban sisil sambil memandang sisil penuh heran.


"ia papa jahat, papa dan kakak ramon sengaja kan menyekap aku di sini, agar aku tergoda akan kata cinta kakak ramon lagi, padahal papa janji tidak akan memaksa aku lagi untuk menikah sama kakak ramon!"gerutu sisil pada papa nya.


"sisil....!!!"kata papa sisil yang tergantung karena ramon langsung memotong pembicaraan nya.


"sayang.....kau tidak boleh ngomong begitu, itu karena papa mu tau, bahwa aku yang terbaik buat mu!" kata ramon dengan memotong perkataan papa sisil karena ia lihat papa sisil sedikit bingung mau menjawab apa.


namun sisil masih cemberut saja dan membuang muka pada papanya, hingga akhirnya papa sisil berkata lagi.


"terserah kalau kau masih mau marah sama papa, tapi asal kau tahu bagi papa hanya ramon yang cocok untuk mu, dan tak tergantikan!!" ucap papa sisil dengan santai sambil melangkah meninggalkan sisil dan ramon.

__ADS_1


tapi sebelum papa nya jauh melangkah, sisil langsung berlari mengejar papa nya dan memeluk papa nya dari belakang saat ia sudah dekat dengan papanya, sambil berkata, " semoga apa yang papa katakan itu benar, bukan berarti papa tidak sayang sama sisil kan? karena sisil lihat papa sangat menuruti kata kakak ramon ketimbang sisil?" rungut sisil dengan manja.


papa sisil dan ramon jadi tertawa mendengar perkataan sisil, hingga akhirnya ramon berkata, "ehem... ada yang cemburu nih....takut papa nya di ambil!" kata ramon sambil mendekat kepada sisil.


namun sisil tetap cemberut tak bergeming di pelukan papanya.


"kami berdua sungguh sangat menyayangi dirimu sisil!" kata ramon lagi sambil mengusap kepala sisil yang lagi di pelukan papanya.


"ia, apa yang dikata ramon itu benar, papa dan ramon sangat menyayangi dirimu, jadi anak papa ini jangan cemberut lagi dong!" bujuk papa sisil.


sisil akhirnya tersenyum, dan melepaskan pelukannya, sambil berkata, "terimakasih ya papa, hari ini papa menghadiri pernikahan sisil lagi, jika papa mau pulang silakan!"


"ramon papa pulang dulu, jagain anak kesayangan papa ini, jangan mengulangi kesalahan lagi, yang membuat papa marah pada mu, kau mengerti!" kata papa sisil.


"baik papa, aku janji tidak akan mengulangi kesalahan ku lagi, yang pasti aku akan menjaga sisil dengan segenap jiwa ku, sampai maut yang memisahkan kami!" jawab ramon sambil tersenyum.


setelah mendengar jawaban ramon, papa sisil melanjutkan langkahnya untuk pulang dan melambaikan tangan nya pada ramon dan sisil saat ia sudah naik di atas mobilnya dan perlahan menjalankan mobilnya untuk cabut dari villa ramon.


ramon langsung mengendong sisil dan menuju ke kamar nya setelah mobil papa sisil tak terlihat, hal itu membuat sisil terkejut, "kakak......kenapa aku di gendong?" teriak sisil.


"kita lanjutkan acara untuk membuat anak sayang, yang sempat terhenti selama ini!" jawab ramon lagi.


"aku mau pulang kakak, gak mau di villa ini terus!" kata sisil lagi.


"tapi sekarang sudah sore sayang, rumah kita kan jauh dari villa ini, gimana besok saja, kita pulang nya!" jawab ramon sambil membukakan pintu kamarnya, walaupun susah tapi ia tetap tak menurunkan sisil dari gendongannya.

__ADS_1


setelah pintu terbuka ramon langsung masuk bersama sisil ke kamar sambil kaki nya yang satu mendorong pintu ke belakang agar tertutup.


__ADS_2